Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
Bab 52.Rencana Sierra


__ADS_3

Anna pun langsung mengambil piring,ia pun mengambil telur yang masih ada di pan, setelah itu langsung menyimpulkan nya di meja makan.


"Nah,udah selesai kan,udah,kamu makan gih,kalau dingin nggak enak nanti,nasinya masih ada di Magicom yah,kamu tinggal ambil aja." ucap Ajeng sambil tersenyum.


"Makasih yah mah, maafin Anna kalau nggak bisa masak." ucap Anna merasa tidak enak sudah merepotkan mertua nya.


"Nggak papa sayang mama ngerti." ucap Ajeng.


("Aku paham, karena mungkin Anna masih terlalu muda untuk menikah,jadi wajar saja kalau dia belum mempersiapkan diri nya untuk menjadi seorang istri, apalagi pernikahannya ini yang terkesan mendadak sehingga ia tak memiliki kesiapan apapun.") batin Ajeng.


"Mama ke kamar dulu yah mau ambil handphone,kamu makan,kasian udah lapar dari tadi." ucap Ajeng sambil tersenyum,ia langsung pergi dari sana.


("Aku sangat beruntung mempunyai mertua seperti mama,jadi buat apa aku harus menyesal atas pernikahan ini,aku yakin ini sudah menjadi keputusan yang terbaik untuk ku.") batin Anna saat melihat punggung Ajeng yang semakin menjauh.


Anna makan dengan lahap karena ia sudah sangat lapar dari tadi, Setelah selesai ia langsung mencuci piring Setelah itu ia langsung ke kamar nya untuk beristirahat.


***


Malam hari


Natan yang baru saja menyelesaikan pekerjaan yang sedikit menumpuk pun, meregangkan tangan nya yang terasa pegal.


Hari ini ia lembur karena banyak nya pekerjaan,saat ia melihat ponselnya, tiba-tiba ia melihat sebuah pesan chat dari seseorang,ia pun langsung membukanya.


"*Hai,apa kabar,aku mau ketemu sama kamu?" pesan dari Sierra.


"Buat apa,aku rasa sudah tak ada lagi yang bisa kita bicarakan,kita sudah selesai malam itu juga."


"Aku tau kita sudah selesai,aku hanya ingin meminta maaf secara langsung padamu,aku merasa bersalah atas apa yang sudah aku lakukan terhadap mu."


"Aku sudah memaafkan mu,jadi sepertinya kita tidak perlu bertemu lagi."


"Aku mohon,aku hanya ingin ini menjadi pertemuan kita untuk yang terakhir, apakah kamu begitu membenciku sampai sampai tak ingin bertemu lagi dengan ku."

__ADS_1


"Baiklah,tapi aku mohon,jangan ganggu lagi aku nanti,kita sudah bukan siapa siapa lagi,jadi tolong, hargai keputusan ku."


"Baik,aku tunggu kamu di apartemen ku sekarang, semoga kamu bisa menepati janji mu*."


Natan tak membalas lagi pesan chat nya,ia pun langsung termenung.


"Sepertinya tidak ada salahnya jika aku menemui nya untuk yang terakhir, karena walau bagaimanapun kita pernah menjalin hubungan baik,aku tak ingin ada masalah lagi di antara kita." gumam Natan.


Natan pun langsung pergi untuk menemui Sierra,dia mengendarai mobil nya untuk sampai ke sana.


Beberapa saat kemudian,Natan pun sampai di depan apartemen Sierra,saat Natan pun langsung masuk menggunakan kartu akses yang masih ia simpan.


"Kenapa kau menyuruh ku ke sini lagi?" tanya Natan saat melihat Sierra Sedang duduk sambil memegang minuman.


"Kau sudah datang." Sierra menghampiri Natan yang masih berdiri di depan pintu.


"Cepat katakan,aku tidak punya banyak waktu!" ucap Natan.


"Tenang,aku tak akan macam macam,aku hanya ingin sedikit mengobrol dengan mu,lebih baik kita duduk dulu di sana!" Sierra menunjuk ke arah sofa.


"Aku mau minta maaf sama kamu,aku memang sudah salah selama ini,tapi aku harap kita akan tetap menjadi teman,kau tidak keberatan kan?" tanya Sierra.


("Apakah benar apa yang di ucapkan Sierra,dia tidak lagi mempermasalahkan kembali tentang hubungan kita,hmm tapi syukurlah,aku juga tak mau ada masalah,aku ingin kita berpisah secara baik baik.") batin Natan.


"Baiklah, semoga saja kita bisa menjadi teman." ucap Natan.


"Aku sangat senang mendengar nya,eemm aku tadi sudah membuat kan dua minuman untuk kita,mari kita rayakan pertemanan kita ini." Sierra mengangkat gelas minuman nya.


"Sepertinya aku harus pulang,aku takut istriku mencari keberadaan ku." ucap Natan yang lupa tidak mengabari Anna terlebih dahulu.


"Sebentar saja,hanya minum,tak akan lama bukan?" ucap Sierra.


"Baiklah." Natan pun mengambil minuman tersebut,ia pun langsung meminum nya.

__ADS_1


("Hahaha,kau sangat bodoh Natan, sebentar lagi kau akan menjadi milikku,dan aku tidak usah repot-repot untuk memaksa mu, karena kau sendiri yang akan meminta nya, karena... aku sudah memberikan obat perangsang di dalam minuman mu itu.") batin Sierra,ia tersenyum licik saat melihat Natan meminum minuman tersebut.


"Aku sudah minum, sekarang aku harus pulang." ucap Natan yang langsung berdiri.


"Baiklah,hati hati di jalan." ucap Sierra sambil tersenyum.


Namun,baru saja Natan berdiri,ia merasa tubuhnya panas,ia pun langsung menatap ke arah Sierra.


"Kau masukan apa ke dalam minuman itu." wajah Natan sudah memerah.


"Hahaha, sepertinya kau baru menyadari nya sayang, baiklah,mari kita bercinta,aku sudah tidak sabar untuk memberi kan seluruh tubuh ku ini padamu,bukan kah selama berpacaran,kita tidak pernah melakukan nya." Sierra tertawa licik.


Sierra menghampiri Natan,Natan yang sudah berada di dalam reaksi obat perangsang pun tak bisa menahan hasratnya ketika melihat Sierra.


"Ayo sayang!" Sierra segera melepaskan pakaian nya.


("Aku tidak bisa,aku harus menahan nya.") batin Natan.


Natan pun berlari ke arah pintu,ia ingin pergi dari hadapan Sierra,namun dengan cepat Sierra menarik tangan Natan.


"Kau mau kemana sayang!" Sierra memeluk Natan.


Natan yang sudah berada di bawah reaksi obat perangsang tersebut pun, langsung mencium bibir Sierra, kemudian ia menghempaskan tubuh Sierra ke atas tempat tidur.


"Sepertinya kau sudah tidak sabar sayang,baiklah,kita lakukan sekarang." ucap Sierra menggoda Natan.


Natan pun langsung merengkuh tubuh Sierra,namun ternyata,ia melilitkan selimut ke tubuh Sierra sehingga Sierra tidak bisa berkutik, setelah itu,Natan pun langsung keluar dari sana.


"Bre****k kenapa dia bisa lolos,sial,aku di kelabui oleh nya." Sierra memukul tempat tidur,ia pun tak bisa mengejar Natan, karena ia sudah tak memakai pakaian.


Natan yang baru saja keluar dari apartemen tersebut, segera melajukan mobilnya,ia mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi, karena ia sudah tak bisa mengontrol dirinya.


Beberapa saat kemudian,Natan sampai di depan rumah,saat ia masuk ternyata sudah tidak ada orang di ruang tamu karena ini sudah sangat malam.

__ADS_1


Natan pun segera berlari ke kamar nya " Aku harus segera berendam di air, supaya suhu tubuhku kembali normal,ah sial,kenapa badanku panas sekali." gumam Natan sambil berlari ke arah kamar nya.


__ADS_2