Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
episode 18


__ADS_3

Waktu kejadian itu, aku melihat tegar merangkul bahumu, lalu kamu mencoba menghindar, aku udah pengen mukul aja, tapi aku cob tahan, tapi pada saat tegar mau cium pipi kamu, darahku langsung naik makanya aku langsung tarik dia dan kupukul mukanya.


Tapi aku kaget waktu itu kamu hanya diam aja, bahkan ketika tegar dengan bangganya mengatakan bahwa kamu adalah pacarnya, dan menghinaku kamu tetap diam, yang lebih menyakitkan adalah kamu dibawa pergi oleh tegar pun kamu tetap diam.


Ketika teman-teman sekelas dari awal mengatakan bahwa kamu punya hubungan sama tegar aku ga percaya sedikitpun, karena kita masih ada hubungan kan, kisah kita belum usai kan din...., tapi semua nya pupus


Yah benar kata tegar aku ga tau diri, aku punguk yangbmerindukn rembulan, aku manusia terlalu percaya diri, mana mungkin kamu yang punya segalanya bisa menyukainku sesuatu yang mustahil.


Aku sekarang sadar sesadar sadarnya din, terima kasih walaupun cuma sandiwara tapi aku bahagia pernah merasa disayangi dan dicintai kamu.


Tapi yang aku sesalkan kenapa kamu juga harus membohongi ibu din ibu tulus sayang sama kamu, begitupun ica, bagaimana aku menjelaskan sama mereka bahwa kemarin kamu cuma sandiwara buat menyayangi aku dan mereka, itulah yang paling aku sesalkan dari kamu.


Untuk selanjutnya tolong jauhi kami, jangan kau buat kami akan semakin membenci mu, semoga kamu bahagia dengan siapapun itu.


"Wassalamualaikum"


DARI ORANG YANG MENCINTAI MOE

__ADS_1


Rasanya sesak banget aku membacanya, ingin segera kuberlari dan mengatakan semunya


"Arrrrrggghhh" teriak ku sambil ku pukul-pukul bantal dan tangisku pun pecah


Aku terbangun ketika ada suara ketukan pintu, setelah kulihat jam ternyata udah jam 5 sore.


"Astagfirullahaladzim" ya Allah aku ketiduran ampe sore gini, belum solat ashar lagi, kepalaku sedikit pusing efek nangis, gegas aku bangun dan membuka pintu kamar.


"Kamu kenapa sayang? " tanya mamah heran melihat mataku sembab, "kamu pasti abis nangis yah terus ketiduran? " tanya mamah lagi.


Dengan sabar mamah mengelus bahuku, "jangan nangis terus nanti tambah bengkak matanya, udah solat belum? " tegur mamah lagi.


"Udah sana mandi dulu terus solat ashar dulu, biar lebih tenang, minta sama Allah apa yang kamu inginkan. " ujar mamah lagi.


"Mamah keluar dulu yah nanti abis kamu mandi dan solat mamah tunggu di teras kita ngopi, mamah bikin pisang goreng sama singkong rebus. " mamah pun keluar meninggalkan aku.


Aku pun segera ke kamar mandi dan terus solat ashar yang nyaris tertinggal, benar kata mamah setelah solat aku pun meresa lebih tenang dan tidak sesesak tadi, lalu aku pun keluar menemui mamah, kami menghabiskan sore hari dengan nyemil pisang goreng buatan mamah.

__ADS_1


Mamah tidak banyak bertanya malah sepertinya mencoba membuka obrolan lain yang ringan mungkin maksud mamah biar aku tenang dulu.


Pagi hari ini cuacanya mendung seperti suasana hatiku, aku pun bilang sama mamah hari ini aku ga masuk karena kepala ku pusing,......mamah pun menelpon wali kelasku untuk meminta izin biar aku ga masuk hari ini.


Aku pun cuma tiduran aja seharian ini, ibupun masih membiarkan aku mengurung diri, ketika sedang asyik mendengarkan musik, ada ketukan dipintu kamar ku, males sebenarnya tapi dari pada nanti ibu tambah panjang kasih nasehatnya, akhirnya ku buka pintu kamarku.


"Ada santi tuh di depan! " kata ibu ketika aku membuka pintu


"Santi?! sekarang kan baru jam 10 an kok bisa kesini? " tanyaku heran


"Mana ibu tau! " sahut ibu lagi.


Lalu aku pun bergegas menemui santi, tapi ketika aku melihat bukan hanya ada santi tapi ada rendi juga kok bisa, aku pun bingung dan serasa ga percaya bahwa rendi datang ke sini, padahal biasanya kalau aku ajak ke rumah pasti menolak.


Aku pun kembali ke dapur dan menemui ibu yang lagi asyik membuat cemilan.


"Bu....kata ibu ada santi kok bukan hanya santi sih bu, itu..." kataku terputus

__ADS_1


__ADS_2