
"Eemm baiklah kalau memang begitu,eemm emang tadi kalian ngapain di kamar?" tanya Ajeng penasaran.
("Duh gimana Jawabnya yah?")batin Anna.
"Itu mah,Anna abis nonton drama Korea, Iyah drama Korea, hehehe." Anna pura-pura tersenyum.
"Eemm mending,nanti malam kamu temenin mama tidur yah,kita nonton drama Korea bareng di kamar mama,gimana? mumpung papa nggak ada?" tanya Ajeng.
("Eemm boleh juga tawaran mama,jadi aku teh bisa menghindar dari suami,aku pura-pura lagi marah aja sama dia,rasain tuh, makanya jangan macam-macam sama Anna,di pikir Anna teh anak kecil kali yah bisa seenaknya begitu,gak tau apa,aku teh pinter akting.") batin Anna.
"Anna,kok malah ngelamun sih?" Ajeng, membuyarkan lamunan Anna.
"Boleh mah,kalau gitu,Anna mandi dulu yah,abis itu Anna langsung ke kamar mama." ucap Anna.
"Oke sayang,mama tunggu di kamar yah." ucap Ajeng, yang langsung berjalan menuju kamar nya.
("Duh,aku teh harus akting lagi ini mah.") batin Anna saat ia berada di depan pintu kamar nya.
Anna membuka pintu nya pelan pelan,ia tak melihat suaminya di dalam,namun ia mendengar suara gemericik air di dalam kamar mandi,ia pun langsung masuk dan mengambil baju ganti di dalam lemari.
Beberapa saat kemudian,Natan keluar dari dalam kamar mandi,ia melihat Anna yang sedang berada di depan lemari,Natan langsung menghampiri nya.
"Anna." Natan memegang tangan Anna.
Namun Anna tak menjawab nya,ia malah menghempaskan tangan Natan, kemudian ia buru buru masuk ke dalam kamar mandi,sambil menutup wajahnya.
("Sepertinya Anna sangat marah,bahkan ia menutupi wajahnya,ia tak ingin melihat wajahku.") batin Natan.
"Anna,aku minta maaf,aku mau bicara sama kamu, tolong,keluar dulu sebentar!" ucap Natan sambil mengetuk pintu kamar mandi.
"Kenapa kamu cuma pakai ****** *****,apa kamu tidak malu?" ucap Anna dari dalam kamar mandi.
__ADS_1
Natan terkejut dengan apa yang Anna katakan,ia langsung melihat ke bawah,ia baru menyadari kalau ternyata ia hanya menggunakan ****** ***** pendek saja,ia pun langsung menepuk jidatnya.
Sepertinya tadi ia lupa tidak membawa baju ganti, namun saat keluar dari kamar mandi tadi,ia tak menyadari nya, karena ia langsung melihat Anna, sehingga yang ada di pikirannya hanya ingin meminta maaf kepada istrinya itu.
Dengan cepat,ia pun langsung mengambil celana panjang nya dengan sedikit panik,ia sangat merasa malu.
("Aduh Natan,kamu tuh Kenapa sih,bisa bisa nya kamu hanya pakai ****** ***** di depan Anna,dia kan masih polos,jelas saja dia langsung lari ke kamar mandi tadi.") batin Natan.
Beberapa saat kemudian,Anna keluar dari kamar mandi sudah menggunakan pakaian nya,Natan yang tadi duduk di sofa pun langsung berdiri menghampiri nya.
"Anna,aku mau bicara," ucap Natan.
"Tak ada yang perlu di bicarakan lagi." ucap Anna, sambil membuka lemari nya.
Anna mengambil sebuah selimut,Tak lupa juga Anna membawa handphone,lalu ia berjalan ke arah luar tanpa mengeluarkan kata kata lagi.
"Kamu mau kemana,aku mohon jangan begini,kita bisa membicarakan ini baik baik,aku malu sama mama kalau sampai kita pisah kamar,nanti apa yang akan mama katakan kalau kamu keluar dari kamar ini." ucap Natan, mencoba merebut selimut yang di pegang Anna.
"Lepaskan,aku tak mau tidur bersama mu!" ucap Anna.
Namun Anna tak menggubris perkataan Natan,ia bergegas berjalan menuruni tangga, kemudian ia sedikit berlari Menuju kamar mertuanya.
Saat Anna masuk, terlihat Ajeng Sedang berada di depan cermin,Anna langsung masuk karena kamarnya tidak di kunci.
"Maaf mah Anna langsung masuk." ucap Anna, karena ia lupa saking paniknya di kejar Natan.
"Iyah sayang,nggak papa,mama sengaja kok buka pintunya biar kamu langsung masuk, soalnya,tadi mama lagi mandi, takut nya nggak denger kalau kamu ketuk pintu" Ajeng menyisir rambutnya.
Saat Anna duduk, tiba tiba Natan baru saja datang saat tadi mengejar nya,Ajeng melihat Natan yang seperti ngos-ngosan sedang berada di depan pintu nya.
"Kamu kenapa Nat,abis olahraga?" tanya Ajeng.
__ADS_1
"A-aku-" Natan tak melanjutkan ucapannya.
("Kenapa Anna masuk ke dalam kamar mama,apa dia mau tidur di sini,tapi kenapa sepertinya mama tidak tau apa apa,kalau mama tau,Anna sedang marah padaku,pasti dia akan ikut memarahiku,apa Anna tak mengatakan apa pun,hmm ternyata Anna cukup dewasa juga,dia tidak mau kalau sampai mama tau kalau kita lagi bertengkar.") batin Natan.
"Kenapa kamu malah melamun?" tanya Ajeng.
"Nggak papa mah,aku cuma mau ngecek, apakah Anna benar mau tidur di kamar mama." ucap Natan pura pura.
"Memang nya kenapa,kamu nggak ngebolehin Anna tidur di kamar mama? kamu kok gitu sih, padahal mama juga pengen tidur sama menantu mama." Ajeng memasang wajah sedih.
"Boleh kok mah,Iyah boleh." ucap Natan.
"Beneran? kamu gak marah kan kalau mama culik Anna semalem aja, soalnya kan kamu tau sendiri,kalau papa ke luar kota,mama pengen ada yang nemenin,mama janji cuma semalem aja,oke?" ucap Ajeng.
"Iyah mah,tapi... boleh nggak,aku ngomong sebentar sama Anna,ada sesuatu yang ingin aku bicarakan?" ucap Natan.
"Ya udah,tapi jangan lama-lama,mama mau nonton drama Korea sama Anna." ucap Ajeng.
"Enggak lama kok, sebentar yah." ucap Natan.
"Ya udah,kamu ngobrol nya di kamar mama aja,mama mau ke dapur siapin cemilan buat nonton di kamar bareng sama Anna." ucap Ajeng.
"Ya udah mah." ucap Natan.
Saat Ajeng keluar dari kamar nya,Natan pun langsung menghampiri Anna yang sedang duduk di sofa,natan duduk di sebelahnya.
"Anna,kenapa kamu mau tidur di sini?" tanya Natan.
"Emang nya nggak boleh,aku tidur sama mama mertuaku sendiri?" ucap Anna ketus.
"Bukan gitu,aku takut kamu masih marah sama aku,aku mohon,maafin aku yah!" ucap Natan pelan.
__ADS_1
("Aku kerjain lagi aja ah,aku mau pura pura ngambek,nggak seru kan kalau langsung baikan gitu aja.") batin Anna.
"Kamu keluar! jangan ganggu aku di sini,aku mau menenangkan diri di kamar mama,semoga aja dengan berada di sini,aku sedikit lebih nyaman,dari pada di kamar sama kamu." ucap Anna.