Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
Bab 82.Pulang Ke Jakarta


__ADS_3

"Hmm, bukannya kau sangat senang melakukan nya,jadi lebih baik kau tonton video mu itu sampai kau puas,jangan marah marah seperti ini." ucap Anya dengan santai.


"Apa kau bilang aku jangan marah marah,apa kau sudah tak ada otak berkata seperti itu,kau sudah menghancurkan karir ku,lalu kau bilang jangan marah,apa kau gila." Elsa mendorong tubuh Anya.


"Dasar kau anak kurang ajar yah,kamu berani melawan orang yang lebih tua dari mu." Anya langsung berdiri Elsa mendorong dirinya.


"Kenapa tidak,kau sendiri yang membuat masalah dengan ku,jadi buat apa aku harus takut padamu." Elsa kembali mendorong Anya ke lantai.


("Wanita ini benar benar kejam,aku hampir saja membuat anakku sendiri menderita,aku pasti sangat menyesal jika aku benar-benar menikahi mereka.") batin Anya,saat ia jatuh ke lantai.


"Lebih baik kau sekarang pergi,lagipula kau tak ada gunanya menyuruh ku menghapus video nya,karena video itu sudah tersebar di mana mana." ucap Anya,ia mencoba untuk berdiri.


"Dasar nenek sihir,aku tidak bisa membiarkan mu begitu saja,kau sudah menghancurkan karir dan masa depan ku." Elsa mengambil sebuah vas bunga kemudian ia memu*ulkan nya ke kepala Anya.


"Aaaaaaaa." Anya menjerit saat vas bunga itu mengenai kepala nya.


Tiba tiba,darah segar mengalir dari kepala Anya,Anya yang masih sadar pun akhirnya ambruk ke lantai,dan akhirnya ia tak sadarkan diri.


Elsa sangat terkejut dengan apa yang ia lakukan,ia pun kelepasan berbuat seperti itu,ia tak bisa menahan emosi nya, sehingga ia sudah lupa arah,ia tak bisa mengontrol emosi nya sendiri.


"A-aku,bukan aku yang melakukan nya,bukan aku,aku tidak melakukan nya." Elsa melihat darah yang ada di tangan nya, setelah itu ia langsung berlari,ia keluar dari rumah tersebut, kemudian langsung mengendarai mobilnya.


Elsa langsung pulang ke rumah nya,ia ingin mengambil barang barang yang ia perlukan,ia pun langsung pergi dari rumah nya,ia tak mau kalau sampai ada orang yang mengetahui nya,apalagi melaporkannya ke kantor polisi.


Sementara di rumah,Anya masih belum sadarkan diri,saat itu ada dua orang satpam yang berjaga malam,satpam tersebut pun merasa heran kenapa pintu gerbang rumah Anya masih terbuka lebar sudah malam begini.


"Eh,tadi kamu lihat tidak,mobil yang baru saja pergi dari rumah ini, kayaknya pengendara nya buru buru sekali,sampai sampai dia hampir saja menabrak kita." ucap salah satu dari mereka.


"Tapi,kenapa pintu rumah Bu Anya masih terbuka yah,aku jadi penasaran,bagaimana kalau kita cek, soalnya saya agak curiga dengan mobil tadi." ucap nya.


"Ayo." mereka pun langsung masuk ke dalam rumah yang kebetulan gerbang nya pun masih terbuka lebar.

__ADS_1


"Eemm rumah nya kok sepi yah,tapi pintunya masih terbuka." ucap salah satu dari mereka.


"Ya sudah,kamu tutup saja pintunya, takut ada apa apa." ucap nya.


Sebelum menutup pintunya,bapak itu pun melihat sekeliling rumah nya terlebih dahulu untuk memastikan,namun bertapa terkejut nya ia ketika melihat ke ruang tamu,dan ke lantai yang terdapat banyak darah.


"Eh sini lihat itu ada orang di sana,ini juga tuh lihat,ada banyak darah, sepertinya kita harus telpon polisi,saya tidak bisa menanganinya sendiri kalau begini." ucap bapak tersebut dengan sangat ketakutan.


"Iyah benar ayo cepat." ucap nya yang juga ikut panik.


Salah satu dari mereka pun langsung menelpon polisi,serta ambulans untuk segera datang ke alamat yang sudah mereka kasih tahu, beberapa saat kemudian pun polisi dan ambulance datang ke rumah tersebut.


"Apa kalian sudah memeriksa keadaan nya?" tanya salah satu polisi yang bertugas,saat melihat Anya.


"Belum pak kami berdua takut." ucap salah satu dari mereka.


Polisi pun langsung mengecek keadaan nya,namun sepertinya,nadi nya masih berdenyut,mereka pun langsung menggendong tubuh Anya ke dalam ambulance dan segera membawanya ke rumah sakit.


Sementara Andi,ia yang baru saja akan tertidur pun di kejutkan dengan suara dering ponselnya,ia pun langsung mengangkat telponnya.


"Iyah halo,dengan siapa ini?" tanya Andi.


"Kami dari kepolisian,Apa benar ini dengan saudara Andi,anak dari korban yang bernama ibu Anya." tanya polisi.


"I-iyah pak ada apa yah." ucap Andi terkejut.


"Ibu anda mengalami tindak pembunuhan, sepertinya keadaan nya kritis,dan sekarang dia sudah di bawa ke rumah sakit,di mohon untuk segera datang ke rumah sakit,karena tidak ada keluarga korban yang mengurusnya." ucap polisi.


"Apa? baik pak saya akan segera ke sana." ucap Andi yang dengan panik langsung keluar dari kamar.


Tok... tok...tok...

__ADS_1


"Ambu,Abah." Panggil Andi.


"Iyah,kenapa lagi Jang." Abah mengucek matanya.


"Andi teh harus segera pulang,mama masuk rumah sakit." ucap Andi.


"Hah, bagaimana bisa?" Abah terkejut.


"Kata polisi ada yang mau bunuh mama,tapi Andi ta bisa menjelaskan nya,Andi pamit pulang ke Jakarta yang bah." ucap Andi yang sudah sangat panik.


"Tunggu tunggu,kamu teh jangan berangkat ke Jakarta dengan keadaan panik seperti ini,biar Abah yang antar yah,Abah khawatir sama kamu." ucap Abah yang ikut cemas.


"Baik bah,ayo cepat." ucap Andi.


"Kamu tenang yah,Abah pamit dulu sama Ambu." ucap Abah.


"Iyah bah,Andi tunggu di luar." ucap Andi yang langsung berlari ke arah luar.


Abah yang tadi nya hanya ingin pamit pada Ambu pun, ternyata Ambu tidak mau di tinggal, akhirnya Ambu ikut juga mengantar Andi ke Jakarta, mereka pun langsung ganti baju setelah itu langsung keluar.


"Biar Abah yang bawa mobil,mana kuncinya?" ucap Abah.


"Ini bah." Andi memberikan kuncinya pada Abah.


Andi pun duduk di depan bersama Abah,sedangkan Ambu duduk di Belakang.


"Maafin Andi yah,Andi merepotkan Abah sama Ambu." ucap Andi.


"Jangan bilang seperti itu,kamu sudah kami anggap seperti anak sendiri,jadi jangan merasa tidak enak yah." ucap Abah.


"Abah benar,kamu sudah seperti anak Ambu,Ambu tidak bisa membiarkan kamu pulang sendiri,takut terjadi apa apa di jalan." ucap Ambu yang juga ikut panik.

__ADS_1


"Terimakasih,aku sangat berhutang banyak pada kalian, sampai sampai aku tak tau harus bagaimana agar bisa membalas nya." ucap Andi.


__ADS_2