Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
Bab 42.Kesalahan Natan


__ADS_3

Tiba-tiba Natan menutup pintunya dengan sangat keras, sehingga membuat Anna terkejut dan menutup telinga nya.


Natan langsung melajukan mobilnya, sepanjang perjalanan,Natan tidak berbicara sepatah kata pun,hanya terlihat wajahnya yang terlihat seperti menahan amarah nya.


("Kenapa suami seperti sangat marah,tapi dia tidak berbicara apapun.") batin Anna.


("Aku akan meminta penjelasan mu di rumah,aku tak mau meluapkan emosi ku di sini.") batin Natan.


Beberapa saat kemudian, mereka sampai di depan rumah,Natan langsung menghentikan mobilnya.


"Langsung masuk ke kamar,saya akan berbicara padamu!" ucap Natan yang langsung keluar dari mobilnya.


"Aduh,kenapa suami marah sih." gumam Anna.


Saat Anna masuk ke dalam rumah nya, tiba-tiba Ajeng menghalalkan langkahnya.


"Sayang,Natan kenapa? kok mama tanya nggak di jawab, kayaknya dia lagi marah yah." ucap Ajeng memegang tangan Anna.


"Anna juga nggak tau mah,Anna ke kamar dulu yah." ucap Anna.


"Ya udah,kamu hati hati sayang." ucap Ajeng merasa cemas.


Anna pun meninggalkan Ajeng sendirian menuju kamar nya.


"Semoga tidak terjadi apa apa,aku pun tak mau ikut campur sama rumah tangga mereka, biarkan mereka sendiri yang menyelesaikan masalah nya." gumam Ajeng,saat melihat Anna berjalan semakin jauh dari nya.


Sementara,saat Anna masuk ke dalam kamar, terlihat Natan Sedang berdiri di depan jendela kamarnya, sambil melihat ke arah luar,Anna pun menutup pintu, karena ia tak mau orang mendengar perdebatan nya.


"Apa yang kau lakukan tadi,kenapa kau bermesraan dengan laki-laki lain, sementara kau tau bahwa kau sudah memiliki suami." ucap Natan, berbicara namun tak melihat ke arah Anna.


Anna menyimpan tasnya,ia duduk di tepi ranjang,namun ia tak menjawab pertanyaan Natan.

__ADS_1


"Aku mengizinkan mu kuliah,biar kau bisa mencapai cita-cita mu,bukan menyuruh mu untuk berpacaran dengan laki-laki tadi." ucap Natan,namun Anna masih saja diam.


"Apakah kau tau, kau berdosa jika kau berpacaran selama kau sudah mempunyai suami." Natan membalikkan tubuhnya,ia menatap tajam ke arah Anna.


Anna berdiri,ia menghampiri Natan. "Sudah cukup berbicara nya?" ucap Anna dengan santai.


Natan heran melihat Anna yang sepertinya tidak merasa bersalah sama sekali,bahkan Anna terlihat bisa tenang walaupun Natan melupakan semua kekecewaan nya.


"Sekarang giliran ku yang berbicara,sepertinya kau berbicara pada dirimu sendiri,apa kau tak ingat siapa yang berpacaran saat sudah memiliki istri?, bahkan saat malam pengantin kita, kau yang sangat jelas mengatakan bahwa kau memiliki kekasih,bahkan kau sendiri yang bilang bahwa kita tidak boleh ikut campur dengan urusan kita masing-masing,dan masih teringat jelas di telinga ku,bahwa kau mengatakan bahwa aku boleh berkencan dengan pria yang aku sukai,lantas kenapa kau marah seperti ini?" Anna menatap wajah Natan.


Deg


Natan tak menyangka,Anna akan berkata seperti itu,Natan pun teringat kembali akan perkataan nya malam itu,ia sangat menyesal telah berkata seperti itu pada Anna.


Natan menyesal karena ternyata, sekarang ia yang jatuh cinta pada Anna, sehingga ia tak rela jika melihat Anna melakukan hal seperti tadi bersama laki laki lain.


Natan terdiam, seakan akan,Anna mampu membungkam mulutnya,ia menyadari kalau memang ia yang salah dalam masalah ini,saat itu Natan yang di buta kan oleh Sierra sehingga tidak bisa berpikir jernih.


"Ta-tapi,aku sudah tidak berhubungan lagi dengan dia,kami sudah putus." ucap Natan membela diri nya.


"Itu bukan urusan ku,Laki laki yang di pegang itu omongan nya,ucapan mu masih membekas di sini." Anna menunjuk dadanya.


"Tapi apakah salah jika aku ingin berubah,aku menyadari bahwa memang aku salah." ucap Natan.


"Tentang kau berubah atau tidak itu menjadi urusan mu,tapi bebaskan aku untuk memilih jalan hidup ku,agar kau bisa menebus kesalahan mu,atas apa yang telah kau ucapkan." ucap Anna,Anna melangkahkan kakinya.


"A-aku mencintai mu." ucap Natan gugup.


"Aku tidak ada hak untuk melarang mu untuk mencintai ku,tapi aku berhak untuk menentukan siapa yang pantas untuk aku cintai." ucap Anna, kemudian ia keluar dari kamar tersebut.


Anna meninggalkan Natan yang masih mematung,ia pun menutup pintu kamarnya kembali.

__ADS_1


("Aduh Anna teh keren banget yah tadi, untung Anna sering nonton film drama Korea,hmmm kayaknya Anna udah cocok nih jadi pemeran utama yang tidak bisa di tindas begitu saja,rasain loh suami, makanya jangan macam macam sama Anna,salah siapa ngomong kayak gitu waktu itu,hmmm tapi sebenarnya Anna kasian juga sih liat suami begitu tadi.") batin Anna.


Sementara Natan masih terdiam,ia sangat menyesal atas perkataan nya malam itu,Natan menjatuhkan tubuhnya ke atas lantai melihat kepergian Anna.


"Maafkan aku,aku memang salah." Natan meneteskan air matanya,ia merasa cintanya tulus pada Anna.


***


Anna menuruni tangga,ia melihat Ajeng yang sedang mondar mandir di ruang tamu,Anna merasa heran dengan tingkah mertua nya itu.


"Mama kenapa?" tanya Anna saat menghampiri Ajeng.


"Bagaimana sayang,kamu nggak papa kan,Natan gimana dia nggak marah marah kan sama kamu?" Ajeng sangat panik,ia memeriksa keadaan Anna.


"Nggak papa mah,tuh lihat Anna nggak papa kan!" Anna memperlihatkan keadaan nya.


"Syukurlah,mama khawatir banget sama kamu, soalnya Natan tadi kelihatan marah banget." ucap Ajeng.


"Udah mama nggak usah khawatir yah,eemm papa mana mah?" tanya Anna.


"Papa meeting ke luar kota,jadi besok Natan sendiri yang ngurus kantor, kayaknya nanti dia nggak bisa jemput dulu ke kampus deh." ucap Ajeng.


"Oh nggak papa kok mah,Anna bisa sendiri, lagian temen Anna juga suka nawarin buat pulang bareng,jadi mama nggak perlu khawatir." ucap Anna.


"Eemm baiklah kalau memang begitu,eemm emang tadi kalian ngapain di kamar?" tanya Ajeng penasaran.


("Duh gimana Jawabnya yah?")batin Anna.


"Itu mah,Anna abis nonton drama Korea, Iyah drama Korea, hehehe." Anna pura-pura tersenyum.


"Eemm mending,nanti malam kamu temenin mama tidur yah,kita nonton drama Korea bareng di kamar mama,gimana? mumpung papa nggak ada?" tanya Ajeng.

__ADS_1


__ADS_2