
"Ya sudah aku memaafkan mu." ucap Mira.
"Benar kah?" tanya Andi terlihat sangat senang.
"Iyah,eem kalau begitu masuk lah,emak pasti sudah menunggu mu,dia sangat mengidolakan mu." ucap Mira.
"Apakah kau sudah selesai menjemur pakaian mu?" tanya Andi,Mira pun mengangguk.
"Kalau begitu,antar aku masuk ke rumah mu." ucap Andi.
"Hmm baiklah, ayo masuk!" ucap Mira yang langsung berjalan.
Saat masuk ke dalam rumah, terlihat emak Yuni sedang menyimpan minuman dan juga singkong goreng di meja.
"Sini sini masuk,ini emak cuma punya makanan seperti ini untuk menyuguhi tamu spesial,maaf yah soalnya nggak ada persiapan." ucap Yuni.
"Iyah Bu,nggak papa,ini aja sudah cukup." ucap Andi.
"Kalau begitu emak ke pasar aja tuh yah,mau masak buat kita." ucap Yuni.
"Nggak usah repot-repot Bu, lagian juga tadi Ambu sudah masak,nanti saya makan di sana saja,tidak enak soalnya udah di masakin." ucap Andi.
"Oh ya udah atuh,sok di makan silahkan!,emak teh mau kasih makan bebek sebentar,yah." ucap Yuni yang sangat senang dengan tamu spesial nya,ia pun langsung pergi dari tempat tersebut.
"Eemm aku lupa belum sempat berkenalan,nama ku Andi," Andi Mengulurkan tangannya.
"Mira." ucapnya sambil membalas uluran tangan Andi.
("Ya Allah ini teh tangannya lembut gini,kaya tangan bayi,eemm benar yah kalau artis mah beda sama orang kampung.") batin Mira.
"Eemm kamu tinggal berdua di sini?" Andi melihat sekeliling.
"Iyah,bapak teh udah nggak ada,jadi kita cuma tinggal berdua aja." ucap Mira.
"Oh,eemm tapi kamu nggak akan ada yang marah kan kalau aku di sini sama kamu?" tanya Andi takut kalau ada pacar nya di sekitar sini.
Namun Mira pun tak menjawab, sepertinya ia teringat sesuatu, tiba-tiba ia meneteskan air matanya.
"Kamu kenapa,kok malah nangis,apa aku salah ngomong yah?" tanya Andi ia merasa bersalah.
"Nggak kok,ini teh aku nya aja yang lagi sensitif,maaf yah." ucap Mira menghapus air matanya.
__ADS_1
"Memang nya kamu kenapa?" tanya Andi penasaran.
"Nggak papa." Mira merasa tidak enak untuk membicarakan masalah pribadi nya kepada orang yang baru ia kenal.
"Eemm apa boleh aku meminta nomor ponselmu, Boleh kan aku ingin lebih mengenal mu?" tanya Andi.
("Maksud Aa Andi teh apa yah,apa dia mau deketin Mira,tapi dia teh pasti kaget kalau denger aku janda,tapi sebaiknya aku bilang saja,aku nggak mau nanti Aa andi akan menyesal jika aku tak memberitahu nya sekarang.") batin Mira.
"Sepertinya aku teh malu a, sebaiknya a Andi tidak usah mau mengenal saya lebih jauh,a Andi pasti teh bakalan nyesel." ucap Mira.
"Maksud kamu apa,aku nggak ngerti?" tanya Andi masih belum paham.
"Mira teh seorang janda a,tidak sepantasnya AA mau mengenal Mira lebih jauh,Mira tidak pantas deket sama orang seperti a Andi ini." ucap Mira sopan.
Deg
("Ternyata Mira janda,tapi apa masalah nya,lagian janda ataupun gadis itu sama saja,mereka sama sama perempuan yang harus di hargai.") batin Andi.
"Aku tidak masalah, lagi pula status bukan lah masalah bagiku,aku hanya ingin lebih mengenal mu,itu saja." ucap Andi.
("Kenapa dia tidak kaget yah, padahal aku serius berbicara padanya,tapi sepertinya dia juga tidak mempermasalahkan nya.") batin Mira.
"Tidak akan,eemm tapi aku tidak membawa handphone ku, bagaimana kalau kau tulis saja." ucap Andi.
"Sebentar,aku ambil pulpen dulu." Mira pun mengambil alat tulis di kamar nya.
Beberapa saat kemudian,ia pun kembali lagi. "Aduh gimana yah,nggak ada kertas,aku tulis di mana?" Mira terlihat kebingungan.
"Tidak usah pusing,tulis di sini saja." Andi menunjuk kan telapak tangan nya.
"Nggak papa di tangan a Andi?" tanya Mira masih tak percaya.
"Nggak papa,ayo tulis!" ucap Andi.
Mira pun menulis nomornya di telapak tangan Andi,saat Mira sedang menulis,Andi memandangi wajahnya yang sangat cantik dan membuat ia jatuh hati.
("Memang benar kata orang yah,janda lebih menggoda.") batin Andi.
"Nah sudah,itu nomor ku yah." ucap Mira saat ia selesai menulis di telapak tangan Andi.
Namun ternyata Andi masih belum sadar,ia masih memandangi wajah cantik Mira,si janda muda tersebut.
__ADS_1
("Kenapa a Andi melihat Mira seperti itu,aku teh kan jadi malu.") batin Mira.
"A Andi?" Mira mengagetkan Andi.
"Eh,Iyah kenapa,maaf maaf." ucap Andi yang terkejut.
"Aku teh udah selesai tulis nomor handphone nya." ucap Mira.
"Oh Iyah, terimakasih yah,nanti aku akan hubungi kamu." ucap Andi.
("Aku teh mimpi apa yah semalem, sampai bisa di pinta nomor handphone sama artis gini.") batin Mira.
"Eemm sepertinya aku harus pulang ke rumah Anna deh, sepertinya aku sudah kelamaan,takut semuanya pada mencari ku." ucap Andi.
"Ya sudah,kalau begitu nanti aku yang bilang ke emak kalau a Andi udah pulang." ucap Mira.
"Ya udah, permisi yah,nanti aku hubungi kamu." ucap Andi sambil tersenyum,ia pun langsung pergi dari tempat tersebut.
Beberapa saat kemudian,Andi pun sampai di rumah Anna, untung saja para emak emak tadi tidak ada di luar, sepertinya mereka memang sedang berdandan di rumah nya,Andi harus mempersiapkan diri untuk di kerumuni oleh ibu ibu lagi seperti tadi.
"Eh,kamu teh dari mana saja,Ambu teh nyariin,nggak ke sasar kan?" tanya Ambu.
"Andi ke sasar ke rumah janda muda Ambu,hehehe." Andi terkekeh dengan ucapan nya.
"Janda muda yang mana?" tanya Ambu penasaran.
"Itu,yang rumah nya nggak ada kamar mandi nya?" ucap Andi.
"Oh ke rumah neng Mira?tanya Ambu.
"Ambu kenal?" ucap Andi.
"Ya Iyah atuh kan tetangga,lagian dulu dia sering main sama anna, umurnya nggak beda jauh,satu taun di atas Anna,masa tidak kenal,terus kenapa bisa ke sasar ke sana segala?" tanya Ambu penasaran.
"Cerita nya panjang Ambu,tapi yang pasti kayaknya Andi terpesona sama janda muda itu,dia sangat cantik,cantik nya alami tanpa bahan pengawet." ucap Andi membayangkan pertemuan nya tadi.
"Eh, emangnya kue apa,pake bahan pengawet segala." ucap Ambu.
"Hehehe,bercanda Ambu, maksud Andi,cantik nya itu natural walaupun nggak pake make up tetap cantik." ucap Andi.
"Si neng Mira mah memang cantik dari dulu,tapi Ambu teh kasian sama dia." ucap Ambu terlihat sedih.
__ADS_1