Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
Bab 50.Tak Sepantasnya


__ADS_3

Sementara Natan dan Anna mereka baru saja sampai di rumah, mereka langsung masuk ke dalam kamar nya.


"Sekarang kamu jelaskan, sebenarnya ada apa!" ucap Natan sambil membawa Anna duduk.


"Jadi gini,Andin itu menganggap kalau suami itu kakak nya Anna, sepertinya dia suka deh sama suami, soalnya pas dia tau kalau kita udah nikah dia marah banget,dia juga bilang tadi kecewa sama Anna." ucap Anna.


"Kok bisa gitu,memang nya kamu nggak bilang kalau kita udah nikah?"tanya Natan.


"Anna sebenarnya beberapa kali mau ngomong,tapi setiap Anna jelasin pasti ada aja gangguan nya, omongan Anna selalu di potong sama dia,jadi Anna teh gak tau lagi harus gimana." ucap Anna.


"Ya udah,ini kan cuma salah paham, semoga nanti kalian bisa baikan yah." ucap Natan.


"Tapi,Andin teh suka sama suami, terus Anna harus gimana,masa Anna harus kasih suami sama Andin sih." ucap Anna.


"Kalau soal itu,itu hak nya Andin buat suka sama aku,aku juga kan gak ada hak buat ngelarang dia suka sama seseorang,tapi yang pasti,kita ini udah nikah,dan aku nggak mau,kalau sampai kita pisah,aku cinta nya sama kamu,cuma kamu,nggak ada yang lain." ucap Natan sambil menatap Anna.


Mereka saling bertatapan,Natan berbicara dari lubuk hati terdalam,ia telah jatuh cinta pada istri nya ini,Natan mendekat kan wajahnya,Anna pun memejamkan matanya.


Cup


Natan mencium kening Anna dengan tulus,lalu ia tersenyum.


"Kok cium kening sih,?" ucap Anna tanpa di duga.


"Emang mau cium apa?" tanya Natan.


Anna menempelkan jari di bibir nya. "Di sini?" ucap Anna.


"Jangan,nanti aku khilaf." ucap Natan.


"Kok khilaf sih,kan sama istri sendiri." ucap Anna polos.


"Bukan begitu,gimana jelasin nya yah." Natan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kenapa?" tanya Anna.


"Pokoknya nanti aja yah,kalau udah waktunya." ucap Natan.


"Hmm ya sudahlah,aku mau ganti baju dulu, terus mau istirahat." ucap Anna.


"Ya udah,aku mau ke luar dulu sebentar." ucap Natan,Anna pun mengangguk.

__ADS_1


Natan keluar dari kamar,saat ia menuruni tangga,ia melihat orang tua nya sedang mengobrol di ruang tamu,Natan pun menghampiri nya.


"Eh,papa pikir kamu langsung tidur." ucap Hartawan.


"Nggak pah,Natan belum ngantuk." ucap Natan yang langsung duduk, bergabung di sana.


"Nat,tadi ada apa sih,mama kok ngerasa ada yang aneh sama Anna dan anaknya pak Dion itu?" tanya Ajeng.


"Mereka cuma salah paham mah,Andin baru tau tadi kalau Natan sama Anna udah nikah,kata Anna sih gitu." ucap Natan.


"Loh kenapa harus marah, apa Andin suka sama kamu?" tanya Ajeng.


"Kayaknya sih gitu, biasalah anak mama ini kan fans nya banyak,jadi udah biasalah kayak gitu, hehehe." Natan tertawa kecil.


"Dasar kepedean,hmm kayaknya memang keputusan yang benar deh kamu cepet nikah sama Anna,kalau nggak mama yakin kamu bakal jadi playboy cap kakap." ucap Ajeng.


"Ih,enak aja,gini gini,Natan tuh setia orang nya." ucap Natan tak terima dengan ucapan mama nya.


"Setiap tikungan ada, maksudnya?." ucap Ajeng menimpali.


"Nggak lah mah." ucap Natan.


"Hmm kalian itu yah,pasti kalau udah ketemu kaya tom and Jerry, ribut mulu,papa sampe nggak di anggap." ucap Hartawan.


"Tenang mama pawang nya, hehehe" ucap Ajeng sambil terkekeh.


***


Pagi Hari


Anna sudah berada di kampus,ia mencari keberadaan Andin,namun ia tidak menemukan nya.


"Hai,kamu baru datang?" Reza menyapa Anna.


("Duh,kenapa harus ketemu sama ka Reza sih,gimana kalau ia tanya soal kemarin.") batin Anna.


"I-iyah kak." ucap Anna ragu.


"Kamu lagi cari siapa, kayaknya lagi nyari seseorang." ucap Reza.


"Aku nyari Andin kak,kak Reza lihat nggak?" tanya Anna.

__ADS_1


"Oh,Andin tadi kayaknya ke kantin deh,coba kamu cari di sana,eemm atau mau aku antar?" ucap Reza.


"Nggak usah kak,aku bisa sendiri." ucap Anna.


"Ya udah, kalau gitu saya duluan yah,ada urusan sebentar." ucap Reza.


"Iyah kak, silahkan." ucap Anna,ia langsung berjalan menuju kantin.


Saat Anna sampai di kantin,ia melihat Andin sedang melamun sendiri sambil mengaduk aduk minuman nya,Anna pun menghampiri nya.


"Andin..." Anna duduk di sebelah Andin.


"Kenapa,mau pamer suami?" tanya Andin cuek.


"Nggak gitu din,aku harus bagaimana,supaya kamu mau maafin aku?" ucap Anna,ia bingung harus bagaimana.


"Gak perlu, semuanya udah terlambat,toh aku juga nggak mungkin kan minta kamu cerai sama Suami mu." ucap Andin.


Deg


Hati Anna terkejut mendengar ucapan Andin,ia tak menyangka Andin akan mengatakan hal tersebut,Semarah apa pun dia sama Anna,tapi tidak sepantasnya dia berbicara seperti itu.


("Duh,kok Anna langsung diam yah,atau aku terlalu keterlaluan padanya.") batin Andin,saat melihat ekspresi Anna.


("Aku tak mungkin kan,kalau bilang kau seorang pelakor,kenapa kamu bisa berbicara seperti itu Din, padahal aku berharap kita bisa berteman baik, seperti sebelumnya.") batin Anna.


Anna pun sepertinya tak mau menjawab pertanyaan Andin,ia lebih baik pergi, karena ia takut emosi dan akan menyakiti hati Andin jika ia menjawab nya.


Andin pun membiarkan Anna pergi,ia belum siap untuk berbicara dengan Anna, walaupun ia merasa sedikit bersalah atas ucapan nya.


Selama di dalam kelas,Anna dan Andin tidak bertegur sapa, mereka seperti orang asing yang tidak pernah saling mengena,sampai mereka pulang pun mereka masih saling terdiam.


Saat pulang,Anna menunggu jemputan di depan,Andin pun yang sedang berada di dalam mobil melihat Anna.


("Apa aku ajak aja yah,Anna pulang,dia pulang sama siapa yah,kasian dia nunggu di sana,tapi kayaknya nggak dulu deh,aku masih belum siap.") batin Andin.


Andin berlalu saja melewati Anna saat ia mengendarai mobilnya,Anna pun hanya memperhatikan Andin yang cuek terhadap nya.


("Aku memang salah Din,tapi tidak sepantasnya kamu mencampuri urusan rumah tangga ku, apalagi bilang kata cerai,hal yang paling aku benci.") batin Anna.


Beberapa saat kemudian,Natan pun datang,ia membuka pintu mobil dan mempersilahkan Anna untuk masuk. "Ayo kita pulang!kamu lagi lihatin apa sih?" ucap Natan saat melihat Anna Sedang pokus melihat mobil Andin yang baru saja lewat.

__ADS_1


"Nggak papa,ayo kita pulang." ucap Anna pura-pura tersenyum.


("Anna kenapa yah, sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu.") batin Natan.


__ADS_2