Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
Bab 56.Ketagihan


__ADS_3

"Kayak semalam?" tanya Anna dengan polosnya.


"Iyah,ayo!." ucap Natan.


"Ya udah ayo,katanya sih kalau beberapa kali nggak akan sakit lagi." Anna malah tak ada takut takut nya.


"Beneran kamu mau?" padahal Natan hanya menggoda nya saja.


"Iyah ayo!, tutup dulu pintu nya." ucap Anna yang langsung masuk ke dalam kamar.


("Wah rezeki nih,punya istri polos gini.") batin Natan.


Natan pun langsung masuk, kemudian ia menutup pintu ke arah balkon.


"Sekarang?" Natan masih tidak percaya.


"Iyah,ayo cepetan,Anna penasaran,apakah bener bakal nggak akan sakit lagi!" Anna malah antusias, membuat Natan sendiri yang jadi gugup.


"Ya udah sebentar,aku kunci dulu pintunya." Natan pun mengunci pintu nya terlebih dahulu.


"Tapi,matiin lampunya yah,Anna malu." Anna berbisik ke telinga Natan membuat Natan bergidik.


Natan pun menuruti keinginan Anna,ia menutup gorden serta mematikan lampu nya,biar sedikit gelap, walaupun masih ada pantulan cahaya matahari pagi yang masuk.


Anna sudah berada di atas tempat tidur,Natan yang sedikit gugup pun langsung menghampiri nya, sepertinya Natan gugup kali ini,mungkin semalam ia berada di bawah pengaruh obat perangsang sehingga ia tak ada rasa gugup sama sekali, sedangkan sekarang,ia dalam keadaan yang normal.


Namun namanya juga Natan laki laki yang normal,dengan refleks, tubuhnya pun langsung melakukan apa yang memang sudah menjadi keinginan nya,tak ada rasa gugup maupun malu saat mereka sedang melakukan nya.


"Aaaaaaah." Anna bersuara dengan keras secara spontan.


"Jangan bersisik sayang." Natan menutup mulutnya, kemudian ia melanjutkan aksinya.


Beberapa menit kemudian, mereka selesai melakukan ritual suami istri,nafas mereka masih ngos-ngosan merasakan betapa nikmatnya ibadah setelah halal.


"Gimana sayang, sakit nggak?" Natan berbaring menghadap Anna.


"Nggak mas." ucap Anna dengan spontan.


"Apa?,aku mau denger lagi tadi kamu Panggil aku apa?" ucap Natan.


"Nggak sakit mas." ucap Anna sambil tersenyum.


Natan pun merasa sangat bahagia,ia mengecup kening Anna,lalu tersenyum ke arah nya.


"Terimakasih sayang." Natan tersenyum.


Sementara di luar,Ajeng yang tadinya mau masuk ke dalam kamar nya pun menghentikan langkahnya ketika ia mendengar suara dari kamar anak dan menantu nya itu.


"Wah, sepertinya mereka sedang berperang, semoga saja aku segera punya cucu,hehehe." Ajeng tertawa kecil, kemudian ia melanjutkan langkahnya.

__ADS_1


***


Sementara di kampus,Andin merasa heran kenapa Anna tidak masuk kuliah hari ini,ia menunggu Anna dari tadi,namun ternyata Anna tak kunjung datang.


"Padahal aku mau minta maaf sama kamu An,apa kamu marah sama aku?" gumam Andin.


Saat pelajaran selesai,Andin yang akan masuk ke dalam mobil nya pun menengok ke belakang saat ada seseorang yang memanggil nya.


"Din tunggu! panggil Reza.


"Iyah kak." ucap Andin.


"Apa kamu tau kenapa Anna nggak masuk kuliah,apa dia sakit, soalnya tidak ada pemberitahuan sama sekali." ucap Reza yang khawatir dengan Anna.


"Saya kurang tau kak." ucap Andin.


"Oh saya kira kamu tau, soalnya kamu kan yang dekat sama Anna." ucap Reza.


"Saya juga tidak di kasih kabar kak,jadi saya tidak tau." ucap Andin.


"Ya sudah, makasih yah,saya pergi dulu kalau begitu." ucap Reza.


"Iyah kak silahkan." Andin pun langsung masuk ke dalam mobil nya saat Reza pergi.


***


Malam Hari


"Bi, tolong panggilkan Anna sama Natan, bilangin kita makan malam bersama,gitu yah." ucap Ajeng.


"Iyah Bu." ucap bi Inah.


Baru saja bi Inah melangkah, ternyata Anna dan Natan sedang menuruni tangga menuju ke arah mereka.


"Malam papa,mama?" ucap Natan dengan wajah yang terlihat segar.


"Ekhem, kayaknya ada yang lagi bahagia nih." ucap ajeng.


Natan dan Anna pun saling berpandangan, mereka terlihat salah tingkah saat baru saja duduk di meja makan.


"Jangan menggoda mereka Terus mah,kasian tuh mukanya pada merah." ucap Hartawan.


"Hehehe Iyah iyah,mama cuma ikut seneng aja kok, ngeliat pengantin baru ini." Ajeng tertawa kecil.


"Eemm mah,besok kita mau ke Bandung,Anna kangen sama orang tua nya katanya." Natan mengalihkan pembicaraan.


"Oh,kenapa mendadak sekali sayang,tau gitu tadi pagi mama beli oleh oleh dulu." ucap Ajeng.


"Nggak papa mah,nggak usah merepotkan." ucap Anna.

__ADS_1


"Ya udah,eemm kalian nginep?" tanya Ajeng.


"Kayaknya nginep semalem deh mah,kita kan berangkat hari Sabtu,Minggu sore kita udah balik lagi kesini, soalnya kan hari senin harus kerja,Anna juga kuliah." ucap Natan.


"Kalau kalian bilang dari awal,papa pasti ikut,tapi papa keburu ada janji sama temen papa, jadi kayaknya nggak bisa ikut." ucap Hartawan.


"Ya udah,lain waktu aja yan kita ke Bandung bareng,biar seru kalau rame rame." ucap Natan.


"Iyah,nanti kita atur lagi waktu nya." ucap Hartawan.


"Ya udah yuk, sekarang kita makan,keburu dingin nanti kalau ngobrol terus,kamu juga harus makan yang banyak biar ada tenaga,hehehe." Ajeng terkekeh.


Setelah makan,Natan dan Anna pun kembali ke kamar nya,Anna yang masih belum ngantuk pun menonton televisi terlebih dahulu di kamar nya.


"Sayang,kamu nonton apa?" tanya Natan yang habis keluar dari kamar mandi.


"Nggak tau nih,baru aja nyalain TV nya." ucap Anna yang memegang remote untuk memilih film yang seru.


"Mau nonton film seru nggak?" tanya Natan.


"Film apa?" tanya Anna.


"Sini aku yang cari." Natan mengambil remote dari tangan Anna.


Natan menyetel film drama romantis luar negeri,Anna yang melihat adegan di dalam nya pun membulat kan matanya.


"Anna malu mas lihat nya." Anna menutup matanya.


"Hehehe,kenapa harus malu,kita kan udah melakukan nya." Natan terkekeh.


"Tapi kan aku nggak mau lihat punya orang lain." ucap Anna.


"Ya udah,kalau lihat punya aku mau dong?" Natan menggoda Anna.


"Sekarang?" tanya Anna dengan polosnya.


"Apanya yang sekarang?" Natan masih belum mengerti.


"Kayak tadi lagi" ucap Anna.


"Emang nya kamu mau lagi?" tanya Natan.


"Boleh." Anna tersenyum malu.


"Emang nya kamu nggak capek apa,kita kan udah tiga kali tadi." ucap Natan yang kebingungan sendiri.


"Nggak kok,Anna suka,hehehe." Anna tersenyum malu.


"Nanti aja yah, mendingan sekarang kita istirahat,kamu juga kan pasti capek, apalagi besok kita harus siap siap ke Bandung." ucap Natan mengelus rambut Anna.

__ADS_1


Natan tak mau egois,ia pun harus bisa mengontrol dirinya, walaupun mungkin dia pun menginginkan nya,tapi masih ada waktu lagi,dan sekarang mereka butuh istirahat yang cukup.


__ADS_2