Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
Bab 32.Mengenal nya


__ADS_3

"An,kok kamu bisa sih makan sebanyak ini?" tanya Andin, ketika melihat Anna makan.


"Emang menurut kamu,makan sepiring ini teh banyak, soalnya emang porsi makan aku teh segini" Anna tersenyum.


"Kok aneh yah,kamu makan banyak gitu tapi badan Mu tetap bagus,imut,mungil,lah aku kalau makan kayak kamu gitu paling juga gendut, makanya aku suka diet." ucap Andin yang heran melihat badan Anna yang masih terlihat Bagus walaupun banyak makan.


"Nggak tau atuh,mungkin badan ku aja yang nggak bisa gendut kaya orang, hehehe." ucap Anna.


"Hmm iri banget aku,badanmu bisa bagus gitu tanpa harus diet dan bisa makan sepuasnya." Andin menghembuskan nafasnya.


Andin memiliki badan yang tinggi semampai,wajah nya cantik karena blasteran Indonesia-Belanda. Memang saat ini badannya terlihat bagus,namun itu karena ia konsisten dengan program diet nya,kalau ia makan seperti Anna,mungkin badan nya tidak mungkin sebagus itu.


Saat mereka selesai makan,mereka pun langsung berjalan menuju parkiran depan,Anna yang dari tadi memainkan ponselnya nya pun di perhatikan oleh Andin, karena Anna seperti sedang kebingungan.


"Kamu pulang naik apa?" tanya Andin.


"Gak tau Din,aku teleponin orang yang mau jemput aku,tapi telponnya gak di angkat juga,apa mungkin dia lagi sibuk yah." ucap Anna yang dari tadi menelpon Natan.


"Ya udah, mending aku antar kamu pulang aja,biar sekalian tau rumah mu dimana,boleh kan?" tanya Andin.


"Ya udah,tapi aku kirim pesan dulu sama dia supaya jangan jemput ke sini." ucap Anna.


"Oke." Andin tersenyum.


Andin pun membawa Anna menuju mobilnya,saat Andin mempersilakan Anna masuk,Anna masih saja pokus pada ponselnya.


("Kenapa suami,nggak balas balas juga sih,ya udah deh aku pulang bareng Andin aja,salah sendiri dia nggak bales juga, lagian aku teh udah ngasih tau juga kalau nggak usah jemput.") batin Anna.


"Ayo An,kok malah melamun!" ucap Andin saat ia sudah membukakan pintu mobil depannya untuk Anna.

__ADS_1


"Eh, Iyah Iyah." Anna langsung masuk ke dalam mobil Andin.


Saat di perjalanan,Andin mengajak Anna mengobrol,ia ingin lebih mengenal sahabat baru nya itu.


"An,lain kali kita jalan jalan bareng yuk,kamu harus tau yah, sebenarnya aku jarang banget bisa langsung akrab sama orang gini,tapi nggak tau kenapa kalau sama kamu berasa nyambung aja gitu,hehehe." Andin terkekeh.


Andin memang anak orang yang berada,namun dia tidak seperti orang kaya pada umumnya yang sombong terhadap apa yang ia punya,Andin cenderung lebih ke cuek dengan sekitar, makanya selama ini ia tak mempunyai sahabat dekat.


Namun saat bertemu Anna, entah kenapa ia menganggap bahwa Anna orang yang unik, karena rasa penasaran nya,ia pun berani untuk mengajak Anna berkenalan terlebih dahulu.


Dan benar saja,saat mereka sudah sedikit lebih mengenal, ternyata mereka nyambung satu sama lain,Andin nyaman dengan sikap Anna yang ramah dan apa adanya di depan nya.


"Euleh euleh kamu teh aneh,masa wanita secantik dan sekeren kamu mau temenan saya Gadis kampung kayak aku." ucap Anna merendah.


"Kamu ngomong apa sih An,kata siapa kamu kampungan,kamu itu cantik,baik,unik,dan yang pastinya kamu ramah sama orang,masa kamu nggak sadar sih saat di kelas tadi,kamu itu jadi pusat perhatian semua orang loh." ucap Andin memuji Anna.


"Eemm kamu gemesin banget sih." ucap Andin mencubit pipi Anna yang sedikit tembem.


"Eemm emang Anna teh kayak boneka yah,di cubit cubit gitu." ucap Anna yang memegang pipi nya setelah Andin mencubit nya.


"Hehehe,maaf yah soalnya wajah kamu imut banget." Andin terkekeh, melihat ekspresi Anna.


Anna menghembuskan nafasnya. "Eemm depan sana belok yah." ucap Anna.


"Oke siap." ucap Andin.


Tak lama kemudian, mobil yang Andin kendarai, sampai di rumah utama Hartawan,Andin pun sedikit heran karena ia sepertinya mengenali itu rumah siapa.


Karena penasaran dengan apa yang ia pikirkan, akhirnya ia beranikan untuk bertanya.

__ADS_1


"An,apa ini rumah nya om Hartawan?" tanya Andin saking penasarannya.


"Iyah,kamu kenal sama papa?" tanya Anna.


("Papa? berati Anna anaknya om Hartawan Dong,kok aku baru tau sih kalau om Hartawan punya anak cewek,setau ku dia cuma punya kak Natan,apa mungkin karena aku udah lama banget nggak cari tau tentang keluarga ini yah,aku inget banget dulu waktu kecil aku main sama kak Natan di rumah ini,tapi wajar aja sih aku nggak tau soalnya aku cuma baru sekali ke rumah ini, mungkin waktu itu Anna lagi nggak ada di rumah, soalnya kalau ada,dia pasti main sama aku soalnya Anna sama aku kan seumuran.") batin Andin.


"Enggak kenal banget sih,tapi aku ingat dulu pas masih kecil,papa ku pernah ajak aku ke sini,tapi itu udah lama banget jadi aku pun ragu buat nanya tadi." ucap Andin menjelaskan.


("Gimana yah sekarang wajah kak Natan,dulu waktu kecil aja dia ganteng banget, apalagi sekarang,eemm beruntung banget sih aku bisa satu kampus sama adik nya kak Natan,biar nanti,aku bisa tanya tanya soal dia sama Anna.") batin Andin.


"Kamu teh kenapa sih malah ngelamun dari tadi? mau mampir dulu nggak?" ucap Anna.


"Nggak papa,eemm kayaknya lain kali aja deh,ada sesuatu yang harus aku lakukan." ucap Andin.


"Ohh,ya udah makasih yah,udah antar Anna pulang." ucap Anna.


"Iyah sama sama." jawab Andin sambil tersenyum.


Anna pun keluar dari mobil Andin,saat ia melihat mobil yang Andin kendarai melaju,ia pun membuat gerbang dan masuk menuju rumah.


Saat di perjalanan,banyak sekali hal yang membuat Andin penasaran,namun tiba-tiba ia berpikir sejenak ke belakang.


"Eh bentar bentar,tapi? bukannya tadi Anna bilang dia dari Bandung,nanti deh aku tanya sama papa tentang om Hartawan,aku penasaran banget." gumam Andin, sambil mengendarai mobil nya.


Beberapa saat kemudian,Andin sampai di tempat tujuannya,tapi dia tidak pulang ke rumah, karena terlalu penasaran ia pun ke kantor papa nya terlebih dahulu untuk menanyakan apa yang menggangu pikiran sejak tadi.


Saat sudah sampai di depan kantor papa nya,Andin pun tak sengaja menabrak seorang pria, karena saking terburu-buru nya untuk segera menemui papa nya.


Andin membulatkan matanya saat ia melihat pria yang ia tabrak.

__ADS_1


__ADS_2