
Anna pun melepaskan pelukannya,saat ini ia merasa lapar,jadi ia berniat untuk ke dapur,namun pada saat Anna akan melepaskan pelukannya, tiba-tiba Natan semakin mengeratkan pelukannya.
"Mau kemana? udah,di sini aja." ucap Natan dengan suara khas bangun tidur.
Yah,saat Anna ingin melepaskan pelukannya tadi,Natan terbangun,namun ia masih enggan untuk membuka matanya,ia masih ingin di posisi seperti itu.
"Kenapa suami udah pulang jam segini?" tanya Anna.
"Aku khawatir, takut kamu nggak sampai ke rumah, jadinya aku langsung pulang tadi." jawab Natan.
"Kenapa tadi nggak jemput aku ke kampus, telpon ku pun nggak suami jawab." Anna mengerucutkan bibirnya.
"Maaf yah istri,tadi suami ada meeting mendadak, jadinya nggak bisa jemput,terus nggak sempet bilang dulu,maaf yah,eemm di maafin gak?" Natan mengelus kepala Anna.
("Kenapa suami Sikap nya jadi sweet gini,hmm mungkin biar aku gak marah kali yah,aku gak akan tergoda yah,jangan anggap aku selugu itu,lagian aku udah punya gebetan,jadi gak akan tergoda sama sikap mu itu.") batin Anna.
"Kenapa,kok malah melamun?" tanya Natan saat Anna terdiam.
"Nggak papa,eemm lepasin,aku lapar mau makan." ucap Anna sambil melepaskan tangan Natan dari pinggang nya.
"Aku juga mau makan,tapi makan kamu,Boleh nggak?" Natan menaikkan satu alisnya sambil tersenyum.
"Ih,suami teh ngomong apa sih,emang Anna teh makanan,pake mau di makan segala." ucap Anna.
("Aduh,dia kayaknya belum ngerti nih, istilah yang aku katakan.") batin Natan.
"Maksud ku,aku mau kamu,ngerti kan?" ucap Natan.
"Nggak tau ah,suami nggak jelas." Anna pun langsung turun dari tempat tidur,ia masuk ke dalam kamar mandi.
"Anna? hmmm." Natan menghembuskan nafasnya ketika melihat Anna masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
"Gimana mau bulan madu kalau isyarat gitu aja dia nggak ngerti,masa harus aku praktek kan dulu sih." gumam Kinan.
Kemudian ia teringat,akan ucapan Kinan waktu itu, yang mengatakan kalau dia ingin bulan madu,yah walaupun mungkin kata bulan madu yang di maksud adalah liburan,tapi sepertinya ini adalah sebuah cara untuk mendapatkan Anna seutuhnya.
("Sepertinya aku paham,apa yang harus aku lakukan sekarang.") batin Natan sambil tersenyum.
Setelah Anna keluar dari kamar mandi,ia pun berjalan ke arah luar,Natan pun memanggil nya.
"Anna?" panggil Natan.
"Apalagi?" ucap Anna.
"Eemm bagaimana kalau besok kita pergi bulan madu?" tanya Natan.
("Bulan madu,besok,hmmm sepertinya kalau besok aku nggak bisa deh,aku kan baru masuk kuliah,terus bagaimana dengan kuliah ku kalau akau liburan,hmm apalagi kalau aku nggak masuk kuliah,nanti aku nggak bisa ketemu kak Reza,hmm rugi dong,hmm lain kali aja lah.") batin Anna.
"Ditanya kok malah ngelamun sih?" sahut Natan.
"An-" belum juga Natan menjawab,Anna sudah pergi duluan,ia sungguh tak paham lagi dengan istri nya ini.
"Aduh,sabar yah Joni,kamu belum bisa bersarang kayanya." Natan menepuk jidatnya, sambil merebahkan tubuhnya kembali.
Anna menuju ke dapur,ia ingin mencari makanan di sana,namun sepertinya belum ada makanan di atas meja makan,Anna bingung harus makan apa sekarang.
Saat Anna sedang kebingungan,ia pun keluar dari rumah untuk mencari inspirasi,saat ia sedang di luar, ia melihat di garasi terdapat motor metik berwarna putih,ia pun langsung menghampiri nya.
"Aku pake aja ah,jalan jalan sekeliling komplek ini,siapa tau nanti ada yang jual makanan Deket Deket sini, untung nya aku bisa naik motor,walaupun cuma motor metik, sebenarnya mobil juga bisa sih,tapi aku nggak berani,aku kan gak tau jalanan Jakarta,dan lagi soalnya kan aku mau jalan jalan dekat sini aja." gumam Anna ngomong sendiri.
Namun ia sedikit bingung, karena ia tak tau di mana kunci motor itu berada,saat ia sedang menggaruk kepalanya yang tidak gatal, tiba-tiba asisten rumah tangga nya datang menghampiri nya.
"Hayo non Anna lagi ngapain di sini,?" tanya bi Inah.
__ADS_1
"Eh,bibi ngagetin aja,hmm ini bi,bibi tau nggak dimana kunci motor ini, soalnya Anna mau make." tanya Anna sambil memegang motor tersebut.
"Oh,kalau kunci kendaraan rumah ini mah, semuanya juga di simpan di laci ruang tengah non,mau bibi ambilkan?" tanya bi Inah.
"Boleh bi,Anna tunggu sini yah." ucap Anna sambil tersenyum.
Tak lama kemudian,bi Inah pun kembali setelah tadi mengambil kunci dari dalam rumah.
"Ini non kuncinya!" ucap bi Inah.
"Wah, makasih yah bi kalau gitu Anna berangkat dulu." ucap Anna, langsung memasang kan kunci motornya.
"Non Anna bisa naik motor?" tanya bi Inah.
"Bisa bi,kalau Anna lagi di kampung,Anna bawa motor untuk berangkat ke sekolah atau nganter Abah mengontrol kebun,hehehe." ucap Anna terkekeh.
"Wah hebat non,ya udah tapi hati hati yah,jangan jauh jauh juga naik motor nya." ucap bi Inah.
"Siap Bi,ya udah Anna berangkat dulu yah." ucap Anna sambil memakai helm.
Setelah itu Anna langsung pergi mengendarai sepeda motor nya.
Anna melihat sekeliling saat ia mengendarai sepeda motor nya,ia mencari makanan yang sekiranya ia inginkan,namun ia tak menemukan makanan yang ia mau di sekitaran komplek, akhirnya ia pun memberanikan diri untuk ke jalan yang lebih besar.
Saat ia menemukan makanan yang ia inginkan,ia pun berhenti di sana,Anna berhenti di sebuah rumah makan yang bertuliskan,ayam bakar bumbu Bali, sepertinya Anna sudah ngiler saat hanya membaca spanduk nya saja.
Anna pun langsung masuk ke dalam rumah makan tersebut,lalu ia memesan menu yang ia inginkan itu, kurang lebih lima belas menit, pesanan nya pun datang,Anna langsung melahap makanan tersebut karena ia sudah merasa lapar dari tadi, sampai sampai semua makanan nya habis,hanya tersisa tulang belulang nya saja yang ada di piring.
"Alhamdulillah kenyang, tinggal bayar deh." ucap Anna sambil memegang perutnya.
Anna pun merogoh saku celananya,namun sepertinya tak ada uang atau dompet di sana,ia pun panik, karena tidak membawa uang sepeser pun.
__ADS_1
"Aduh,aku kan nggak bawa dompet,gimana dong,mana nggak bawa Handphone lagi." Anna menepuk jidatnya.