Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
Bab 81.Kemarahan Elsa


__ADS_3

"Hmmm, menurut Ambu,jika memang kamu mencintai Mira,kamu selesaikan dulu urusan mu dengan Elsa, karena kalau kalian belum selesai,Mira akan mengira kamu hanya main main dengan nya,kalau urusan mu sudah selesai dengan nya,baru kamu jelaskan Baik baik,atau kalau perlu,kamu lamar dia secara resmi,Ambu yakin Mira akan memaafkan mu." ucap Ambu.


("Ambu memang benar,ucapan nya persis seperti yang di ucapkan Tante Ajeng, sepertinya memang harus seperti itu,aku harus menyelesaikan masalahku dulu dengan Elsa.") batin Andi.


"Asalkan kamu tau, selama ini Mira selalu menutup diri dari banyaknya laki laki yang mau sama dia,jadi, menurut Ambu, jika dia langsung menerima mu saat kamu melamar nya waktu itu,berarti dia memang mencintai mu,dan kamu sudah meyakinkan hatinya kalau kamulah orang yang tepat untuk nya,jadi Ambu minta perjuangkan dia,jika memang kamu mencintai nya." Ambu memegang bahu Andi.


"Ambu benar,wanita itu hanya butuh kepastian,jadi jika kamu hanya mengatakan saja,dia tidak akan pernah percaya, walaupun kamu sudah mencoba untuk menjelaskan nya,jadi Abah minta kamu buktikan,bukan hanya sekadar menjelaskan saja." ucap Abah.


"Abah sama Ambu memang benar, terimakasih yah kalian sudah memberikan ku nasehat,aku sangat bersyukur bisa mengenal Ambu sama Abah, kalian berdua memang orang tua yang sangat tegas,Anna sangat beruntung memiliki orang tua seperti Ambu dan Abah." ucap Andi.


"Kami hanya menjalankan apa yang menjadi kewajiban kami sebagai orang tua." ucap Abah.


"Eemm memang nya orang tua kami teh bagaimana?" tanya Ambu penasaran.


"Papa sama Mama sudah bercerai,aku memutuskan tinggal sama mama,karena di sidang hak asuh anak,mama yang berhak merawat ku,tapi ternyata,mama malah sibuk dengan karir nya,ia sama sekali tak pernah mengurus ku,tapi dia selalu mengatur hidupku seenaknya,aku pun sudah lelah dengan semua ini, apalagi soal pertunangan itu." Andi mengembuskan napasnya.


"Lalu,apa papa mu baik?" tanya Ambu.


"Papa laki laki yang sangat baik,bodoh nya dulu aku sempat menyalahkan papa saat mereka bercerai,tapi sekarang aku sudah tau semuanya,mama lah yang bersalah,Bahkan papa yang sudah di khianati oleh mama." Andi menjelaskan semuanya.


"Hmmm,Ambu teh tidak menyangka, ternyata kehidupan kami itu sangat sulit, kamu bisa menghibur orang lain saat di TV,tapi ternyata kamu juga sebenarnya butuh seseorang untuk menghibur mu di dunia nyata." ucap Ambu.


Andi hanya tersenyum getir mendengar perkataan Ambu,karena memang benar, seorang penghibur belum tentu hidup nya sudah bahagia,bahkan mereka melakukan itu karena mereka tak mau hidup nya selalu bersedih seperti apa yang ia alami.

__ADS_1


"Ya sudah,kamu teh menginap saja di sini,ini sudah malam yah,Abah teh juga khawatir kalau kamu pulang dalam keadaan seperti ini." ucap Abah.


"Iyah, makasih yah Abah Ambu,Andi tidak menyangka kalian akan sangat baik, walaupun Andi baru satu kali ke sini,tapi andi berasa sudah kenal lama dengan kalian." Andi merasa terharu.


"Sama sama,ayo sekarang istirahat,Abah juga sepertinya sudah ngantuk ini." Abah menguap.


"Iyah." ucap Andi.


"Ya sudah yah,Ambu sama Abah duluan,kalau kamu masih mau di sini silahkan,kalau mau nonton TV, remote nya ada di bawahnya." Abah dan Ambu berdiri,lalu mereka pun tersenyum.


"Iyah,sekali lagi terimakasih." Andi tersenyum,Abah dan Ambu pun langsung berjalan ke arah kamar nya.


Andi sepertinya belum mengantuk,ia masih sangat banyak pikiran saat ini,ia pun iseng menyalakan televisi,karena ia bingung harus bagaimana.


Menurut para fans nya yang sangat kecewa dengan Elsa, mereka sangat ingin jika Andi dan juga Elsa membatalkan pertunangan nya,karena mereka merasa sakit hati karena perlakuan Elsa terhadap artis kesayangan nya.


"Eemm kenapa video nya bisa tersebut kemana mana,apa jangan jangan ini perbuatan mama,tapi rasanya tidak mungkin,bahkan mama sangat bersikeras untuk aku tetap bertunangan dengan Elsa." gumam Andi.


Andi mematikan televisi nya,ia menyenderkan kepalanya di sofa,ia menengadah kan wajahnya ke atas.


("Sepertinya ini adalah jalan untuk ku, agar aku bisa terbebas dari Elsa, siapapun yang sudah mempublikasikan video tersebut,aku sangat berterimakasih kepada nya, sekarang aku tinggal memikirkan cara agar Mira mau memaafkan aku,dan menerima aku kembali.") batin Andi.


***

__ADS_1


Elsa membanting kan ponselnya setelah ia melihat sosial media nya, semua orang sekarang sedang membulinya,dan menyudutkan nya,ia sangat marah saat ini.


("Aku tau,siapa yang sudah melakukan semua ini terhadap ku,aku akan menemui nya, tunggu aku,akan ku buat kau menyesal telah berbuat seperti ini pada ku.") batin Elsa.


Elsa pun langsung pergi dari kamarnya,ia langsung berjalan ke arah mobilnya,dan ia langsung membawanya ke tempat tujuan nya.


Tak lama kemudian,ia pun sampai di rumah Andi,ia pun langsung membuka pintu tanpa mengetuk nya dahulu,ia sudah sangat emosi.


"Tante,di mana kamu!" Elsa berteriak.


Anya pun keluar dari kamarnya,ia menghampiri Elsa,ia sudah tau Elsa akan mendatangi nya,jadi dia tidak merasa gugup saat itu.


"Ada apa cantik,kenapa kau berteriak malam malam di rumah ku." Anya berjalan dengan elegan,lalu duduk di sofa.


"Jangan banyak bicara, sekarang aku minta, hapus video itu dari media!" Elsa terlihat sangat marah.


"Video apa sayang,Tante tidak mengerti apa yang kamu katakan." Anya berpura pura tidak tahu.


"Jangan pura pura tidak tahu apa-apa,aku sudah tau akal busuk mu,cepat hapus video itu sekarang juga!" Elsa sudah tak bisa menahan emosi nya.


"Hmm, bukannya kau sangat senang melakukan nya,jadi lebih baik kau tonton video mu itu sampai kau puas,jangan marah marah seperti ini." ucap Anya dengan santai.


"Apa kau bilang aku jangan marah marah,apa kau sudah tak ada otak berkata seperti itu,kau sudah menghancurkan karir ku,lalu kau bilang jangan marah,apa kau gila." Elsa mendorong tubuh Anya.

__ADS_1


__ADS_2