
"Kayak semalam lagi?" tanya Anna.
"Iyah." Natan tersenyum penuh arti.
"Udah ah,Anna capek,emang mas nggak cape apa?" tanya Anna.
"Semalem sih Iyah,tapi sekarang udah strong lagi,yukk!" ajak Natan.
"Ya udah sok." Anna pun pasrah dengan keinginan suaminya, karena ia mengingat kata Ambu yang harus menuruti perintah suami.
Mereka pun langsung melakukan lagi ritual yang sangat sengit,Anna yang tadinya hanya menuruti perkataan suaminya pun, akhirnya menikmati juga peperangan itu.
Kamar Anna dan juga kamar tamu yang di isi oleh Andi ternyata bersebelahan,Andi yang dari semalam mendengar suara yang tak asing baginya pun sangat merasa kesal.
"Ini si Natan sama si Anna kenapa dari semalam masih belum puas juga,gue kayaknya salah nih,nginep di sini, rasanya panas bener tapi udara nya dingin,eh gue kenapa sih,tau ah pusing nih gue denger suara mereka sedang melakukan ritual." Andi menutupi telinga nya dengan bantal.
Karena Andi merasa kesal dengan apa yang ia dengar,ia pun langsung keluar,ia berniat untuk lari pagi, dari pada harus mendengar suara yang membuat nya pusing.
Saat Andi keluar dari kamarnya,ia mencium aroma masakan dari dapur yang membuat nya merasa lapar,Andi pun mendekat ke arah aroma masakan tersebut.
"Pagi Ambu?" ucap Andi sambil tersenyum.
"Euleh euleh si ganteng teh udah bangun,tapi ini teh masakan nya belum matang semua, gimana atuh yah." ucap Ambu panik.
"Andi mau lari pagi Bu, kayaknya seger pagi pagi gini, keliling kampung." ucap Andi.
"Oh ya udah atuh sok, sendiri lari pagi nya,nggak sama Natan?" tanya Ambu.
"Natan kayaknya lagi olahraga di kamar Bu,dia nggak perlu olahraga keluar kayaknya di kamar juga udah keluar banyak keringat." ucap Andi.
__ADS_1
"Hehehe,nak Andi teh memang lucu,ya udah atuh sok,eh tapi kok nggak pake sepatu?" tanya Ambu.
"Ada kok,di mobil,aku mau ambil dulu, sekalian ambil kaos sama celana training nya." ucap Andi.
"Oh ya udah atuh,kirain teh ngga bawa." ucap Ambu.
"Andi selalu bawa banyak baju ganti di mobil Ambu,kan buat shooting juga." ucap Andi.
"Iyah juga sih,Ambu lupa,ya udah sana,hati hati kesasar yah,jangan jauh jauh!" ucap Ambu.
"Siap Ambu." ucap Andi yang langsung keluar.
Matahari masih belum menampakkan wajahnya,hanya terlihat siluet sunrise yang sangat indah di upuk timur, walaupun ini masih terlalu pagi,namun sepertinya akan sangat menyenangkan bila berjalan jalan sedikit di kampung yang masih asri ini.
"Hmmm udaranya seger bener." Andi pun langsung berlari keluar.
Terlihat satu persatu warga mulai melakukan aktivitas nya, sampai akhirnya,Andi tiba di sebuah sungai yang masih sangat asri,saat Andi duduk di batu besar yang ad di pinggir sungai tersebut, tiba-tiba ada seseorang yang melempar nya dengan sebuah kain.
"Kamu ngapain di sini,kamu ngintip yah,dasar kamu teh laki-laki mesum." wanita tersebut memu*ul bahu andi.
"Nggak,saya bukannya ngintip saya cuma mau lihat pemandangan aja." ucap Andi mencoba membela diri.
"Pemandangan apa, pemandangan aku lagi mandi, maksud nya." wanita tersebut tak terima.
Wanita tersebut terlihat sangat cantik,ia hanya melilitkan kain sarung di badannya, sehingga memperlihatkan tubuhnya yang indah.
Dia adalah Mira, seorang janda muda yang di tinggalkan oleh suaminya yang meninggal saat usia pernikahan nya baru saja satu Minggu.
Suaminya meninggal saat ingin pergi merantau,dia mengalami kecelakaan di sebuah bis antar kota,dan dari kejadian itu Mira belum menikah lagi, walaupun sudah hampir satu tahun dari kejadian kecelakaan itu.
__ADS_1
Mira sangat di sukai oleh beberapa laki laki di kampung tersebut,namun sepertinya ia masih ingin sendiri, karena ia sangat mencintai almarhum suaminya itu.
"Sebentar sebentar,kok wajah kamu teh sepertinya nggak asing,tapi dimana yah aku pernah melihat mu." Mira mengingat ingat wajah Andi. "Sudahlah pokoknya aku nggak terima kamu mengintip." ucap Mira.
Namun sepertinya Andi malah terpesona dengan kecantikan janda muda ini,Andi tak berkedip saat melihat penampilan Mira yang sangat membuat ia tak bisa berkata apa-apa.
("Bener yah apa yang dikatakan Natan,gadis kampung memang lebih menggoda,aduh neng kayaknya Abang pengen halalin neng.") batin Andi.
"Kamu teh ngelihatin apa?" Mira menutupi bagian dadanya dengan tangan.
"Nggak,saya cuma mau minta maaf,saya nggak sengaja,saya sama sekali tidak berniat untuk mengintip, lagian mana saya tau kalau ada yang mandi di sungai di jaman modern seperti ini." ucap Andi.
"Eh, kayaknya kamu teh orang kota yah,jadi nggak tau bagaimana kehidupan di kampung,di sini tuh memang begini, walaupun mungkin udah banyak juga yang punya kamar mandi di rumah nya,tapi aku sendiri lebih suka mandi di sungai." ucap Mira.
"Ya sudah berarti bukan salah saya dong." ucap Andi.
"Terserah kamu saja,saya teh kesel sama orang kayak kamu." Mira langsung membawa pakaian nya yang ia cuci tadi sambil mandi.
Andi ternyata masih melongo melihat kepergian Mira,namun ketika Mira sudah pergi Andi tersadar bahwa ia memegang sebuah kain yang tadi wanita itu lempar kan pada nya.
Andi memperhatikan kain tersebut,namun betapa terkejutnya ketika ia sadar bahwa ia memegang sebuah kain berbentuk segi tiga berwarna merah muda yang sepertinya habis di cuci karena masih wangi sabun cuci.
"Ini kan." Andi membulatkan matanya. "Hei Pelindung hutan rimba mu ketinggalan!" Andi berteriak,namun sepertinya wanita itu sudah jauh, sampai sampai ia tak mendengar nya.
("Harus aku apakan benda ini,kalau aku buang,nanti dia mencari nya lagi,eemm ya sudah,biar aku bawa saja dulu,nanti aku akan menemui nya lagi,dan mengembalikan nya.") batin Andi.
Andi pun langsung melanjutkan perjalanan nya,namun sepertinya matahari mulai menampakan cahaya nya,saat Andi keluar tadi hanya sunrise yang terlihat,kini cahaya nya pun mulai terlihat menyapanya.
Saat Andi memutuskan untuk kembali lagi ke rumah Anna,namun saat di perjalanan tiba-tiba ia di serang oleh beberapa emak emak yang sepertinya baru keluar dari rumahnya.
__ADS_1
"Tuh kan bener ini teh artis sinetron itu, ternyata saya nggak salah lihat tadi." ucap salah satu dari mereka yang melihat Andi saat ia baru keluar dari rumah Anna.
"Iyah bener,aduh ganteng banget sih,ayo ke rumah saya yuk,nanti saya kasih sarapan ayo, ayo." emak emak pun menarik tangan Andi ke kanan dan kiri.