
"Silahkan kau urus masalah mu,tapi aku sudah tidak mau lagi ada urusan dengan mu,anggap saja kita tidak pernah bertemu,dan aku hanya menganggap mu sebagai cinta sesaat ku,dan kamu,semoga bisa bahagia bersama nya,kalian sangat cocok,sama sama terkenal,sama sama sukses dan kalian sederajat,aku hanya sebuah butiran debu jika di bandingkan dengan nya, hiks hiks hiks." Mira tak bisa menahan tangisnya,ia menangis terisak.
Andi memegang tangan Mira. " Ra,jangan bilang seperti itu,aku mohon,aku sangat mencintaimu,dan aku serius dengan ucapan ku ini,jadi aku mohon, berikan aku waktu,aku ingin membuktikan nya,bahwa aku serius sama kamu." Andi menatap wajah Mira.
"Sekarang pergilah,kurasa sudah cukup,jangan buat aku seakan akan jadi seseorang yang bodoh, dengan mempercayai laki laki yang sangat mustahil untuk bisa bersama ku." Mira melepaskan tangannya, kemudian ia pergi ke dalam rumah nya.
"Mira..." ucap Andi lirih.
Andi pun tak bisa memaksa Mira,ia tahu Mira sangat kecewa dengan semua ini,tapi Andi sudah bertekad dia akan membuktikan bahwa dia memeng serius dengan apa yang ia ucapkan.
Akhirnya Andi memutuskan untuk pergi,karena ia sudah larut malam,Andi pun berniat untuk menginap di rumah Ambu dan Abah,Andi pun mendatangi rumah nya.
Andi memencet bel rumah tersebut,dan beberapa saat pintu rumahnya pun langsung terbuka,Ambu yang membukakan pintu nya pun merasa terkejut dengan kedatangan Andi.
"Euleh euleh si kasep datang lagi kesini,ayo masuk." ucap Ambu dengan terkejut.
Ambu pun mempersilahkan Andi untuk duduk,saat mereka baru saja duduk, tiba-tiba Abah datang menghampiri keduanya.
"Eh si Ujang,Abah kira teh siapa yang bertamu malam malam." Abah langsung menghampiri mereka.
Andi pun langsung mencium tangan Abah juga Ambu, kemudian ia duduk kembali, mereka heran kenapa Andi tiba-tiba bisa datang ke rumah nya, dengan wajah seperti sedang sedih.
"Ujang teh sengaja kesini atau bagaimana,Abah tadi heran,kata Abah teh siapa tamu malam malam begini?" tanya Abah.
"Maaf yah bah,Ambu,Andi datang kesini malam malam begini,Andi sedang ada urusan di sekitar sini,makanya mampir kesini." ucap Andi.
__ADS_1
"Jadi kenapa,kok mukanya kayak sedih gitu, padahal Ambu teh lihat semalem kamu tunangan sama model itu, seharusnya lagi bahagia atuh sekarang." ucap Ambu.
"Itu dia Ambu, semalem itu Andi cuma di jebak sama mama." ucap Andi.
"Di jebak bagaimana maksud nya?" tanya Ambu.
"Andi teh nggak tau kalau semalem mama nya Andi,mau mengadakan acara tunangan,kalau misalnya Andi tau Andi pasti menolak nya,tapi semalem Andi benar benar panik,jadi terpaksa Andi harus menuruti permainan mama." ucap Andi.
"Kela Kela,jadi maksudnya teh,kamu nggak mau tunangan sama wanita geulis eta,kenapa?" tanya Abah penasaran.
"Andi tidak suka sama Elsa bah,Ambu,Andi sudah punya pilihan sendiri." ucap Andi.
"Kalau memang begitu,kenapa atuh kamu turuti begitu saja kemauan mama kamu?" tanya Abah.
"Itu dia bah, semalam Andi panik,jadi Andi tidak bisa berpikir jernih,tapi setelah itu Andi sangat menyesal,dan membuat wanita yang Andi cintai jadi kecewa." ucap Andi.
"Iyah, sepertinya Abah memang mengerti posisi aku saat itu." Andi menghembuskan nafasnya.
"Terus sekarang teh,kamu kenapa bisa ada di sini, bukan nya kamu pulang ke Jakarta?" tanya Abah.
"Andi baru saja menemui wanita yang Andi cintai bah,Ambu,dan wanita itu tinggal di kampung ini." ucap Andi.
"Siapa?" ucap Ambu dan Abah secara bersamaan.
"Mira." ucap Andi.
__ADS_1
"Apa?" Abah dan Ambu saling berpandangan.
"Maksud kamu teh,Mira anak nya si Yuni?" tanya Ambu,karena Ambu sama Yuni memang berteman baik, Karena mereka seumuran.
"Iyah ambu." jawab Andi.
"Ambu te percaya kamu teh sama dia,eemm yang Ambu tau si Mira teh,belum mau menikah lagi setelah di tinggal sama suami nya,dan menurut Ambu waktu itu kamu bilang nyasar ke rumah janda muda,Ambu pikir kamu cuma bercanda saja." Ambu terkejut.
"Andi serius Ambu,dan sejak saat itu,Andi sudah jatuh cinta padanya,tapi sekarang Andi sudah membuat nya kecewa,dia sangat sakit hati." ucap Andi.
"Tapi yah Jang,nggak mungkin atuh Mira sampai sakit hati segala,jika kalian teh baru bertemu satu hari,maksud Abah kalian kan baru saling mengenal." ucap Abah.
"Aku sudah melamarnya bah dan Mira juga langsung menerima nya,walaupun lamaran nya belum secara resmi." ucap Andi.
"Apa?" Ambu dan Abah kembali terkejut dengan perkataan Andi.
"Iyah bah, saat itu,setelah Andi pulang dari sini,Andi mampir dulu ke rumah Mira,dan Andi langsung melamarnya." ucap Andi.
"Kenapa bisa seperti itu,maksud Ambu, kalian kan Baru saja bertemu, kenapa bisa memutuskan untuk melamar?" Ambu masih belum paham.
Andi menghembuskan nafasnya. "Entah Kenapa,saat Andi pertama bertemu dengan Mira,Andi merasa kan ada hal yang tak pernah Andi rasakan sebelumnya, jujur saja Andi ini bukan laki laki yang baik Ambu,Abah,Andi sering bermain dengan banyak wanita,tapi ketika melihat Mira, perasaan Andi berbeda,Mira memberitahu Andi apa itu cinta,hal yang baru Andi rasakan." ucap Andi.
"Hmm Abah mengerti,karena memang cinta tidak butuh alasan,Abah tidak akan bertanya apa alasannya kamu mencintai Mira,karena kamu pun tak akan bisa menjawab nya,karena cinta itu hanya bisa dirasakan oleh sang pemilik nya." ucap Abah.
"Jadi bagaimana menurut Abah,Andi sangat bingung,Mira sudah tidak percaya lagi sama Andi,dia pikir Andi sudah mempermainkan perasaan nya, padahal Andi sendiri tidak berniat seperti itu, makanya Andi bela belain datang kesini untuk menjelaskan semuanya,tapi Mira sudah terlanjur kecewa." Andi menundukkan wajahnya.
__ADS_1
"Hmmm, menurut Ambu,jika memang kamu mencintai Mira,kamu selesaikan dulu urusan mu dengan Elsa, karena kalau kalian belum selesai,Mira akan mengira kamu hanya main main dengan nya,kalau urusan mu sudah selesai dengan nya,baru kamu jelaskan Baik baik,atau kalau perlu,kamu lamar dia secara resmi,Ambu yakin Mira akan memaafkan mu." ucap Ambu.
("Ambu memang benar,ucapan nya persis seperti yang di ucapkan Tante Ajeng, sepertinya memang harus seperti itu,aku harus menyelesaikan masalahku dulu dengan Elsa.") batin Andi.