Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
Bab 89.Seserahan


__ADS_3

DUA MINGGU KEMUDIAN


Anya sudah berada di rumah, tiga hari yang lalu ia baru saja pulang dari rumah sakit,badan nya sudah cukup pulih, walaupun ia harus rajin check up satu bulan sekali.


Hari ini Anya sudah rapi menggunakan pakaian nya,saat ia sedang menonton tv di ruang tamu bersama dengan Andi,ia mendengar ada seseorang yang memencet bel.


"Siapa pagi pagi begini bertamu?" tanya Andi.


"Pasti ini orang yang mama tunggu tunggu,mama buka pintu dulu yah." ucap Anya,ia tersenyum bahagia.


Tanpa menunggu jawaban dari Andi,Anya pun langsung membuka pintunya,Andi begitu heran,siapakah orang yang di bilang mama nya.


("Apa mama punya pacar lagi,apa dia mau menikah lagi,hmm terserah deh yang penting mama bahagia,tapi kok lama banget ngobrol di luar nya,nggak di suruh masuk aja itu orang,kenapa mama jadi aneh begini,mana kemarin keluar rumah seharian nggak tau kemana, sekarang dia malah makin aneh.") batin Andi.


Sementara di luar,Anya sedang mengecek barang barang yang sudah ia pesan,Anya pun langsung menginstruksi kan, agar barang barang tersebut di bawa oleh orang orang yang mengantarkan nya itu.


"Oke, semua barang barang nya langsung di bawa masuk ke dalam yah!" ucap Anya.


"Baik Bu." ucap empat orang yang ada di sana.


Empat orang itu pun langsung membawa barang-barang yang tadi sudah di cek oleh Anya ke dalam rumah.


"Langsung simpan di pojok sana yah,awas yang rapi simpan nya,jangan sampai ada yang rusak." ucap Anya sambil tersenyum.


"Siap Bu." ucap nya.


Andi yang melihat empat orang tersebut mondar mandir membawa barang-barang itu pun merasa heran,karena barang barang yang di bawanya itu seperti barang barang seserahan pernikahan yang sudah di hias dengan begitu cantik nya.


"Mah,siapa yang mau nikah?" tanya Andi,ia menghampiri Anya yang sedang mengatur orang orang yang menata seserahan tersebut.


"Kamu." ucap Anya tanpa beban.


"Mah,mama ini kenapa sih, bukannya mama udah mau berubah,tapi kenapa mama tiba tiba suruh aku nikah,siapa lagi wanita yang akan mama jodohkan sama Andi." Andi terlihat sangat kesal dengan mama nya.

__ADS_1


"Tenang sayang,mama yakin kamu pasti senang dengan apa yang mama rencana kan,mama udah siapin semuanya,lebih baik sekarang kamu dandan yang rapi,mama udah siapin kemeja dan jas kamu di kamar, sebentar lagi kita akan berangkat!" ucap Anya.


"Sekarang?" tanya Andi semakin terkejut.


"Iyah,sebentar lagi orang orang pasti akan kesini, mendingan kamu segera siap siap." ucap Anya.


"Orang orang siapa mah?" tanya Andi.


"Udah jangan banyak tanya,nanti juga kamu bakalan tau." ucap Anya.


Andi pun langsung ke kamar nya,mau tak mau ia harus menuruti mama nya itu,ia tak mau kalau mama nya sakit lagi,jika ia tak menuruti keinginan nya.


("Ini adalah bentuk dari kasih sayang mama,semoga apa yang mama lakukan ini bisa buat kamu bahagia.") batin Anya.


Sementara di tempat lain,tampaknya Anna,Ajeng, Hartawan dan Natan sedang sarapan pagi, Mereka tampak sudah rapi menggunakan pakaian nya.


"Eemm menantu mama cantik sekali." ucap Ajeng melihat Anna memakai kebaya modern.


"Makasih mah." ucap Anna sedikit malu.


"Masa kamu mau di bilang cantik juga sih, hehehe" ucap Ajeng terkekeh.


"Bukan gitu maksudnya mah." ucap Natan kesal dengan mama nya itu.


"Iyah,kalian berdua cocok memakai baju cuple itu." ucap Ajeng mengacungkan jempol nya.


"Udah udah,lebih baik sekarang kita ke rumah Andi,takut udah pada kumpul di sana,nanti kita ketinggalan lagi." ucap Hartawan.


"Nggak papa atuh pah,kalau ketinggalan kan bisa nyusul." ucap Natan.


"Tapi kan lebih seru kalau berangkat barengan." ucap Hartawan.


"Iyah juga sih,ya udah ayo!" ucap Natan,yang sudah selesai sarapan nya.

__ADS_1


Setelah selesai sarapan, mereka pun langsung keluar dari rumah tersebut, kemudian mereka naik ke dalam mobil dan melajukan mobilnya ke arah rumah Andi.


Beberapa saat kemudian, mereka sampai di rumah Andi, ternyata saat mereka sampai,Arif pun baru sampai di rumah Andi,dan tak lama kemudian para kerabat yang lain pun ikut berkumpul di rumah tersebut dan mulai berdatangan.


"Eh,kok bisa barengan gini yah." ucap Arif.


"Iyah nih,ayo kita masuk." ucap Hartawan.


Mereka pun langsung masuk,Andi yang baru saja keluar dari kamarnya,merasa heran karena sudah banyak orang di ruang tamu nya,bahkan papa nya juga ada di antara mereka.


("Sebenarnya ini ada apa sih,kok papa juga sampai setuju aku mau di jodohkan.") batin Andi.


"Karena ini sudah kumpul semua,dan juga calon pengantin nya sudah siap, lebih baik kita berangkat sekarang yah,untuk seserahan nya, silahkan bawa masing masing satu orang satu,biar lebih gampang." ucap Anya.


Semua orang pun langsung mengambil barang seserahan tersebut,dan mereka langsung naik ke dalam mobilnya masing-masing menuju tempat tujuan.


Saat di dalam mobil,Andi tidak mengeluarkan suara sedikitpun,ia sangat tidak senang dengan semua ini,ia merasa dirinya terjebak kembali dengan rencana mama nya yang mendadak ini.


"Kamu kenapa sayang, senyum dong, cemberut aja dari tadi,tuh ada papa di depan,apa nggak malu!" ucap Anya,Arif yang sedang menyetir pun hanya tersenyum melihat anaknya tersebut.


Namun sepertinya Andi benar benar sedang malas,ia tak menjawab atau merespon sama sekali,ia pun malah Terus melamun sampai akhirnya ia tertidur pulas di dalam mobil.


Sekitar kurang lebih dua jam, mereka pun sampai di tempat tujuan,rumah yang sudah di dekor dengan begitu indah dan cantik pun tampak begitu enak di pandang, walaupun terlihat sederhana,namun tak kalah indahnya dengan gedung mewah.


"Sayang bangun,kita sudah sampai!" ucap Anya.


Andi pun membukakan matanya,ia tak tau sekarang sedang ada di mana, karena tempat tersebut sudah rapi dan penuh dengan dekorasi pernikahan yang terbilang mewah.


"Ini di mana mah?" tanya Andi,ia mengucek Matanya.


"Kamu nggak tau ini di mana?" tanya Anya heran,Andi pun menggeleng.


"Coba kamu lihat, pengantin yang sedang menyambut mu di sana?" ucap Anya menunjuk pengantin wanita yang sudah menyambut dengan di gandeng oleh dua orang di samping kiri dan kanannya.

__ADS_1


Andi pun langsung melihat ke arah pengantin wanita tersebut,ia begitu terkejut melihat siapa wanita yang akan menjadi istri nya itu.


"Mira?" ucap Andi dengan sangat terharu.


__ADS_2