Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
Bab 29. Adegan Drama Korea


__ADS_3

Natan ******* bibir Anna,ia menekan tengkuk Anna sehingga ciuman nya semakin dalam,Anna terkejut dengan apa yang di lakukan suaminya.


("Kenapa tubuhku merasa kesetrum yah,tapi kenapa aku nggak bisa nafas,aduh kenapa ini.") batin Anna.


Anna dengan sangat kuat melepaskan ciuman Natan karena ia tak bisa nafas kali ini,namun Natan sepertinya tak mau kehilangan kesempatan ini.


"Anna,sarapan du-!" belum sempat Ajeng menyelesaikan ucapannya ia dikagetkan dengan adegan anak dan menantunya.


karena keadaan pintu kamar yang terbuka, sehingga Ajeng berpikiran kalau itu aman,namun alangkah terkejutnya ia ketika melihat Anna dan Natan saling berpanggutan.


"Eh maaf,mama nggak lihat kok." Ajeng menutup keduanya matanya, kemudian ia berlari pergi dari tempat tersebut.


("Kenapa gak di kunci sih pintu nya,apa ngga malu,aduh dasar anak jaman sekarang, bilang nya nggak mau,tapi di lahap juga.") batin Ajeng.


Ajeng tertawa kecil sambil berjalan menuruni tangga, Hartawan yang melihat istrinya nya senyum senyum sendiri pun nampaknya heran.


"Mama kenapa ketawa ketawa sendiri?" tanya Hartawan yang sedang berada di meja makan.


"Nggak apa-apa pah,abis lihat film drama Korea,hehehe," Ajeng terkekeh.


"Oh, bukannya tadi mama bilang mau Panggil Anna,kok nonton drama Korea sih." ucap Hartawan bingung dengan istri nya ini.


"Nggak jadi pah,takut mereka lagi tanggung." ucap Ajeng.


"Tanggung, maksud nya?" Hartawan sepertinya sedang tidak fokus sekarang.


"Itu,lagi di kamar mandi tanggung." ucap Ajeng.


"Oh." jawab Hartawan datar.


Sementara di kamar, setelah Ajeng pergi dari sana,Natan melepaskan panggutan nya,kini mereka saling bertatapan.


"Apa mama tadi lihat kita?" tanya Natan.

__ADS_1


"Nggak tau,emang nya kenapa suami?" jawab Anna datar.


"Bukan kenapa Anna, emang nya kamu nggak malu mama tau kita sedang,ah sudahlah." Natan membangunkan tubuh Anna di atas tubuh nya.


"Kok malah marah sih, seharusnya saya yang marah, suami hampir saja bunuh Anna tadi." ucap Anna, berdiri dari posisinya.


"Bunuh, maksud nya?" Natan belum paham sama ucap Anna.


"Anna nggak bisa napas tadi,bisa mati nanti kalau kelamaan,aduh Anna bener bener nggak ngerti,kok di film drama Korea orang orang malah seneng yah adegan kayak tadi,kalau Anna lihat kayak enak gitu,tapi kok Anna malah sesak nafas,udah ah pusing Anna jadinya." Anna mengoceh sendiri dengan apa yang ia rasakan.


Natan hanya menepuk jidatnya mendengar perkataan Anna,ia benar-benar tak mengerti dengan apa yang dipikirkan istrinya itu.


("Sepertinya gue harus mengajarkan adegan yang lebih panas kayaknya,Anna tampaknya belum paham bagaimana reaksi si Joni pas adegan tadi,yang di bilang nya adegan drama Korea,tapi ada untungnya juga Anna nggak pernah nonton film adegan ranjang,kalau Iyah,bisa bisa gawat.") batin Natan.


"Kenapa?" tanya Anna heran ketika natan menepuk jidatnya.


"Nggak apa apa, mending kamu nunggu di bawah aja deh,aku mau mandi dulu." ucap Natan,tak mau kalau ia semakin hilang kendali kalau Anna terus ada di kamar.


"Hmmm,ya udah deh,tapi tadi mama mau ngomong apa yah?" Anna penasaran.


"Oke," Anna mengacung kan jempolnya, kemudian ia ke bawah untuk menemui mertuanya.


Ajeng dan Hartawan melihat Anna yang sedang menuruni tangga sendirian.


"Natan di mana nak?" tanya Hartawan.


"Suami lagi mandi pah?" Anna duduk bergabung di meja makan.


"Kok dari tadi mandi nggak kelar kelar sih,tadi kata mama lagi mandi." ucap Hartawan.


"Tadi pas mama ke kamar suami belum mandi pah." ucap Anna.


"Ini gimana sih papa pusing jadinya,tadi kata mama,mama nggak jadi ke kamar katanya nonton drama Korea,tapi kata Anna,mama tadi ke kamar,yang benar yang mana?" Hartawan bingung dengan kelakuan istri dan menantunya ini.

__ADS_1


"Oh mungkin maksud mama,tadi mama kayak nonton drama Korea kali lah, soalnya tadi Anna sama Natan nyobain adegan drama Korea." ucap Anna datar.


"Adegan drama Korea?" Hartawan semakin pusing dengan ucapan menantunya ini.


"Udah udah nggak perlu di bahas lagi papa kan nggak pernah nonton drama Korea pasti nggak akan paham,eemm Anna kamu udah bilang belum ke Natan kalau kamu hari ini masuk kuliah." tanya Ajeng.


("Ini aku yang salah,atau memang ketinggalan jaman sih,ya udah deh kapan kapan aku nonton drama Korea sama mama,biar nggak terlalu pusing saat mereka membicarakan nya,nggak mau aku ketinggalan jaman begini,awas yah kalau nanti papa sudah nonton,papa bakalan lebih paham dari kalian.") batin Hartawan.


"Belum mah,Anna lupa." jawab Anna.


"Ya udah nanti papa yang bilang." ucap Ajeng.


Tak lama kemudian Natan pun terlihat menuruni tangga, sudah siap mengenakan pakaian kerja nya.


("Duh,kok Anna bisa biasa aja Deket sama mama gitu, padahal gue malu ketahuan sama mama tadi, apalagi tadi sempet bilang kalau gue gak suka di jodohkan sama Anna,bisa habis di ledekin mama nanti.") batin Natan.


"Natan,kok kamu malah berdiri di situ sih,sini kita sarapan bareng." ucap Hartawan.


"I-iyah pah." ucap Natan sambil berjalan ke arah mereka, kemudian ia duduk di samping Anna.


"Natan, sebelum kamu berangkat ke kantor, anterin dulu Anna ke kampus nya,hari ini dia mulai masuk." ucap Hartawan.


"Hah,kok Anna nggak ngasih tau Natan sih kalau masuk hari ini." ucap Natan.


"Mau bilang gimana suami,orang semalam suami pulang nya malam,udah gitu pas pulang malah mabok lagi,mana sempet Anna cerita." ucap Anna dengan polosnya.


Natan dan Ajeng saling berpandangan ketika Anna bilang kata mabok, keduanya sudah cemas dengan apa yang akan dikatakan Hartawan.


"Apa? semalam Natan mabok?" tanya Hartawan.


"Iyah pah,om artis yang bawa suami pulang,pas pulang suami malah muntah di lantai,tapi tenang aja Anna udah kasih air hangat jadi suami nggak papa,dia udah nggak pusing lagi akibat mabok perjalanan." ucap Anna.


"Mabok perjalanan?" Hartawan pusing mendengar ucapan Anna.

__ADS_1


"Iyah pah,mungkin karena suami pergi jarak jauh jadi nya mabok,soalnya suami berangkat pagi pulang malam jadinya kan mabok pah." ucap Anna mengatakan apa yang terjadi walaupun ia salah memahami nya.


("Sepertinya ada yang aneh,apa Anna yang tak tau kalau ternyata Natan mabok minuman, soalnya nggak mungkin banget kalau Natan mabok perjalanan mau sejauh apapun perginya, sepertinya aku harus ngomong langsung,awas aja kalau sampai yang aku pikirkan itu benar.") batin Hartawan.


__ADS_2