
Anna membaca penjelasan yang tertera di sana,ia pun sudah paham sekarang,bahwa memang apa yang di katakan Natan itu benar.
("Tapi apakah benar kata suami tadi,kalau kita melakukan nya lagi,aku tidak akan merasa sakit seperti tadi,bahkan di sini tertulis, adegan yang tadi kita lakukan adalah akan menjadi sebuah kenikmatan dalam rumah tangga,hmm sepertinya aku harus mencoba nya lagi nanti.") batin Anna.
Setelah selesai browsing internet,Anna pun tertidur, matanya sudah sangat lelah sekali, setelah membaca penjelasan yang belum ia pahami tentang malam pertama.
***
Pagi Hari
Anna terbangun dari tidurnya saat mendengar suara Ayam berkokok,ia melihat ke samping nya, ternyata Natan masih tertidur.
Anna pun berniat untuk bangun,tapi ternyata ia masih merasa kan sakit di bagian sensitif nya,Anna pun pelan pelan turun dari tempat tidur sambil membungkus tubuh nya dengan selimut.
Ketika melihat ke arah seprai tempat ia tertidur tadi,Anna terkejut ketika melihat ada noda darah di sana,Anna sangat takut dengan darah, karena ia pernah mengalami trauma saat kecil.
"Aaaaaaaa." Anna berteriak dengan kencang.
Natan yang sedang tertidur pun langsung bangun karena terkejut saking kencangnya suara Anna menjerit.
"Ada apa,kenapa?" Natan panik,ia pun masih linglung karena baru saja bangun.
"Aaaaaaaa." Anna semakin menjerit ketika baru menyadari Natan yang tak memakai apapun karena selimutnya ia pakai untuk menutupi tubuhnya.
Natan pun langsung menarik seprai untuk menutupi tubuhnya,karena ia pun malu kalau Anna melihat nya seperti itu.
"Stttt jangan kencang kencang,kau ini kenapa?" Natan panik karena takut orang lain mendengar nya, apalagi kamar nya cukup dekat dengan kamar orang tua nya.
"Ada darah di seprai, aku takut." ucap Anna sambil menutup matanya sebelah, karena tangan sebelah nya lagi,ia pakai untuk memegang selimut.
"Ya ampun Anna, aku pikir kau kenapa,itu adalah tanda keperkasaan ku, seharusnya kau tak usah panik seperti itu." ucap Natan merasa kesal dengan alasan Anna.
"Kau ini bicara apa?, kenapa kau tidak memakai baju,apa kau tak malu?" ucap Anna.
"Apakah kau lupa, semalam kita habis berolahraga, seharusnya kau tidak perlu menjerit seperti tadi." ucap Natan.
__ADS_1
Tok tok tok
"Natan,Anna,ada apa? kenapa Anna berteriak?" Ajeng mengetuk pintu,dari suaranya ia terdengar kaget.
Natan menepuk jidatnya,ia merasa pusing sekarang,ia bingung harus menjawab apa.
"Eemm nggak ada apa apa kok mah,Anna cuma kaget lihat kecoa,mama nggak usah khawatir,Natan udah usir kecoa nya." Natan berteriak, supaya suaranya terdengar ke luar.
"Oh ya sudah kalau begitu,mama pikir ada apa." ucap Ajeng, seperti nya ia langsung pergi karena sudah tak ada lagi suara di luar.
"Tuh kan,apa ku bilang,kau jangan berisik." Natan memelankan suaranya.
"Ya sudah,aku mau mandi dulu." ucap Anna yang masih menggunakan selimut.
"Kau seperti kepompong jika seperti itu." ucap Natan melihat Anna.
"Nggak papa,daripada kau tak ada rasa malu berte**njang di depan ku,wleee." Anna menjulurkan lidahnya,
Natan pun tak bisa berkutik dengan ucapan Anna, sedangkan Anna langsung masuk ke dalam kamar mandi dengan pelan pelan karena masih merasa sakit.
Melihat Anna yang baru saja masuk ke dalam kamar mandi,Natan pun merebahkan tubuhnya kembali, sambil menunggu Anna keluar.
Natan yang baru pertama merasa kan surga nya dunia pun merasa sangat bersyukur karena ia bisa menjaga dirinya sampai akhirnya melakukan hubungan yang memang halal baginya.
("Aku sudah mengambil kehormatan mu, dengan begitu,aku akan menjaga mu seumur hidupku,aku tak ingin kau memiliki orang lain selain diriku, walaupun aku sendiri yang Pernah mengatakan nya.") batin Natan.
Beberapa saat kemudian,Anna keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk nya,tapi sepertinya ia terlihat biasa saja saat ini,ia tak merasa malu seperti saat itu.
Namun ia sepertinya masih merasa sakit, terlihat dari wajahnya yang seperti menahan sakit.
"Apa masih sakit?" tanya Natan,Anna pun mengangguk.
"Ya sudah,hari ini kau tak usah ke kampus,kau istirahat saja di rumah,biar aku yang menemanimu." ucap Natan, yang di balas dengan anggukan oleh Anna.
Kini giliran Natan yang membersihkan dirinya,Anna yang baru saja selesai mengganti baju nya pun, mencoba untuk mengganti seprai tempat tidur nya dengan pelan pelan, Setelah selesai ia menyimpan seprai kotornya ke dalam keranjang.
__ADS_1
Anna bersandar di sofa kamar nya,ia melihat ke arah jendela, yang baru saja ia buka,ia menghirup udara pagi yang segar dan menyejukkan mata.
Natan yang baru saja keluar dari kamar mandi, melihat wajah Anna yang terlihat sangat cantik dengan pancaran sinar matahari pagi,ia pun langsung menghampiri nya.
"Kau sedang apa?" Natan duduk di samping Anna.
"Anna teh kangen sama Ambu sama Abah." ucap Anna sambil meluruskan pandangan nya ke depan.
"Kamu mau ke Bandung?" tanya Natan.
"Nggak tau." ucap Anna pelan.
"Ya sudah,besok kan kamu libur,dan aku juga libur, bagaimana kalau kita ke Bandung, setelah pernikahan kita juga kan,kita belum pernah ke sana, bagaimana?" tanya Natan.
"Suami nggak bohong kan?" wajah Anna terlihat senang mendengar ucapan Natan.
"Iyah aku janji,nanti kita main ke kebun Abah yah,aku pengen melihat kampung halaman mu, sekalian nanti,kita ke rumah nenek sama kakek." ucap Natan.
"Eemm memang nya dekat?" tanya Anna.
"Loh,memangnya kamu tidak di kasih tau sama Abah, rumah orang tua papa kan di kampung sebelah kampung nya abah." ucap Natan.
"Nggak, soalnya Abah nggak bilang,aku juga nggak pernah nanya nanya." ucap Anna.
"Ya udah,nanti kita main ke sana yah." ucap Natan.
"Makasih yah suami." Anna memeluk Natan,Natan pun terkejut dengan apa yang Anna lakukan.
"Iyah,yang penting kamu seneng." Natan mengusap rambut Anna yang masih sedikit basah.
"Suami?" Anna melepaskan pelukannya.
"Kenapa?" tanya Natan.
"Anna lapar,tapi Anna teh malu kalau ke bawah jalannya gini,kayak orang abis lahiran." ucap Anna.
__ADS_1
"Ya udah,suami ambilkan yah, nanti kita makan di sini,eemm tadi kamu yang ganti seprai nya?" tanya Natan,Anna pun mengangguk.
"Ya udah,biar nanti aku yang bawa seprai kotornya ke tempat cucian,kamu istirahat aja,di kamar oke." ucap Natan sambil berdiri.