Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
episode 20


__ADS_3

Mamah masuk ke ruang tamu tanpa santi


"Rendi apa kabarnya? " tanya mamah


"Alhamdulillah bu saya sehat, maaf ya bu saya sering nyakitin dinda putri ibu, " sahut rendi sambil menundukkan wajahnya.


"Ga apa-apa nak, hubungan mah wajar kok kalau ada masalah asal kalian bisa menyelesaikan nya, jangan ambil keputusan dalam keadaan emosi, karena nanti dalam rumah tanggapun ya seperti ini, malah mungkin akan lebih banyak masalahnya! "


"Ibu apaan sih ngomongnya udah rumah tangga gitu! " sewotku


"Ya ga apa-apa kalau udah lulus mah kalian bisa nikah aja, biar hubungan kalian halal, ga akan jadi fitnah, kan kuliah udah nikah boleh kok ga di larang! " ucap ibu lagi.


"Oh iya bu santi mana kok ga keliatan ? " tanyaku karena dia dari tadi ga dateng-dateng.


"Kayaknya dia mah tidur deh, tadi pamit numpang rebahan katanya, yah paling juga kebablasan! "


"Din, ajak rendi buat makan siang sana, kamu juga belum makan kan, ?, makan dulu ren sambil nemenin dinda makan, dari kemarin tuh disuruh makannya susah, ngerem terus di kamar, sampe bengkak tuh mata! " sindir ibu lagi

__ADS_1


Lalu ibu pun pamit ke kamar katanya mau istirahat dulu.


"Kamu belum makan? nanti sakit lambungnya kerasa loh kalau makan nya ga teratur. !"


"Ya iya, ya udah hayu kita makan dulu! " ajak ku pada rendi


Kami pun pergi ke dapur, lalu kami pun makan bareng, lagi asyik makan.


"Hai.. kalian tega yah makan ga ajak-ajak, rendi! kamu kan datengnya sama aku, kok tega banget yah makan ga ngajakin! "


"Maaf deh, abis tadi kata ibu kamunya tidur, jadi aku ga tega bangunin nya! " aku pun membela rendi.


"Udah jangan ribut cuma mau makan aja! " cibir rendi


Kami pun makan dalam diam, aku senyum-senyum aja ga nyangka akhirnya rendi menyadari kesalahan nya sehingga masalah kami tidak berlarut-larut.


"Dinda.... kamu kenapa senyum-senyum sendiri, masih waras kan! " tegur santi

__ADS_1


"Emang gue gila apa! " cibir aku pada santi, rendi yang melihat pertengkaran kami pun hanya bisa tersenyum.


Setelah selesai makan, ga lama kemudian santi dan rendi pun pamit pulang.


"Aduh anak mamah sekarang dah ga murung lagi nih! " ledek mamah ketika aku nemenin mamah nonton tv .


"Gimana tawaran mamah sayang, mau ga kalau udah lulus sekolah kam nikah aja sama rendi, yah biar halal, jadi kan enak menata masa depannya! "


"heeeem, tapi kan dinda masih kecil bu, gimana kalau dinda kursus dulu setahun dua tahun lah..... sambil rendi nya ngumpulin dulu buat mahar nya bu, nanti dinda bujuk dulu biar rendi nya mau kerja di kantornya ayah, biar bisa kuliah juga " lanjut ku pada ibu.


"Loh memang nya kamu belum bilang sama rendi buat kerja di kantor ayah? ,bukannya ayah udah nawarin? " tanya ibu heran.


"Udah bu, tapi rendi malah ngetawain katanya mana mungkin perusahaan sebesar itu mau nerima karyawan cacat gitu katanya bu! "


"Yah kan ga langsung jadi manager, dia kan bisa diadmin dulu, admin yang paling rendahan mungkin, rendi kan pinter pasti dia cepat beradaptasi, cepat belajar juga. " ujar ibu lagi.


"Ya bu, dinda dah bilang, nanti dinda coba bujuk lagi, kan kerja yang sekarang mah cape sama waktunya ga bakalan bisa nanti kalau sambil kuliah, yah mudah-mudahan rendi mau menerima tawaran ini "

__ADS_1


"Aamiin " , jawab kami bersamaan


__ADS_2