Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
Bab 48.Kecantikan Anna


__ADS_3

"Nggak mah,Anna udah makan,tadi sebelum pulang,Anna makan dulu." ucap Anna.


"Oh ya udah,gih kamu ganti baju dulu,kalau nggak cape nanti kita ngobrol ngobrol sambil nonton TV." ucap Ajeng.


"Ohh Iyah mah,kalau gitu Anna ke kamar dulu yah." ucap Anna yang langsung berjalan menuju kamar, Sedangkan Ajeng hanya tersenyum.


Anna memasuki kamar nya,ia bejalan gontai lalu duduk di sofa sambil memijit pelipisnya yang terasa pusing.


"Bagaimana ini,aduh kenapa bikin pusing sih." ucap Anna.


Anna pun merebahkan tubuhnya di sofa sambil berpikir,namun ternyata ia malah merasa ngantuk, karena perutnya sudah kenyang, akhirnya ia pun ketiduran di sofa.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Sore Hari


Natan baru saja pulang dari kantor,ia pulang bersama Hartawan, yang baru pulang dari luar kota, Sebelum pulang,Natan tadi menjemput nya terlebih dahulu.


"Anna udah pulang belum yah?" gumam Natan saat masuk ke dalam rumah.


"Eh papa udah pulang?" Ajeng mencium tangan Hartawan.


"Iyah mah,tadi Natan yang jemput." ucap Hartawan.


"Mah,Anna udah pulang belum?" tanya Natan.


"Udah tadi siang,tapi kayaknya dia kecapean deh, soalnya dari tadi belum keluar kamar sejak pulang." ucap Ajeng.


"Ya udah,Natan ke kamar dulu yah." ucap Natan.


"Tunggu sebentar!" Ajeng mengambil sebuah paper bag di meja. "Ini gaun buat Anna,mama sengaja beliin untuk acara makan malam nanti,dari tadi mama tungguin dia di sini tapi kayaknya dia ketiduran deh,ya udah kamu cek gih takut nya dia kenapa napa,mama sama papa juga mau istirahat dulu." ucap Ajeng yang langsung merangkul tangan Hartawan ke kamar nya.

__ADS_1


"Iyah mah,makasih yah." Natan mengambil paper bag tersebut.


Setelah itu,Natan langsung berjalan ke dalam kamar nya,saat ia masuk,ia melihat Anna sedang tertidur di sofa,ia pun langsung menghampiri nya.


"Hmm dia ketiduran,belum ganti baju juga kayaknya, dasar Anna,Anna, tidur nya gini banget,nanti kalau kepalanya pegel gimana." gumam Natan.


Natan langsung membopong tubuh Anna ke atas tempat tidur,namun saat Natan baru ingin melepaskan tiba tiba Anna terbangun.


"Suami udah pulang?" tanya Anna dengan suara khas bangun tidur.


"Iyah baru aja,kamu kenapa tidur di sofa?" tanya Natan.


"Kayaknya aku ketiduran." Anna bangun sambil mengucek matanya.


"Ya udah kalau masih ngantuk tidur lagi aja,aku juga baru pindahin kamu,eh malah kebangun,maaf yah aku ganggu." ucap Natan.


"Nggak kok, lagian aku udah dari tadi tidur nya,mandi yuk!" ucap Anna tiba-tiba.


"Hah,mandi bareng?" ucap Natan terkejut.


"Eh nggak,aku salah ngomong, maksud nya aku mau mandi, maklum bangun tidur,masih setengah sadar." ucap Anna.


"Tapi,beneran juga gak papa kok,ayo mandi bareng!,aku juga belum mandi nih." Natan tersenyum.


"Enggak enggak enak aja,malu tau." ucap Anna.


"Yah malu atuh,masa kita teh mandi bareng,ada ada aja,udah ah Anna mau mandi dulu, lengket badannya." ucap Anna yang langsung turun dari tempat tidur.


("Hmm gagal lagi ini mah,tapi jawaban nya cuma malu,apa dia nggak takut apa aku makan yah.") batin Natan.


"Tunggu sebentar!" ucap Natan.


"Apa lagi?" tanya Anna.


"Tadi mama ngasih ini, katanya nanti malem pake,buat acara makan malam." ucap Natan.


"Wah,bagus banget,pasti ini mahal." ucap Anna.


"Nggak papa,kalau kamu suka,sama toko nya juga bisa aku beliin buat kamu, hehehe." ucap Natan sambil terkekeh.


"Sombong." Anna mengejek.


"Bukan sombong,tapi memang benar,kalau memang kamu mau aku bisa beliin lebih dari itu." ucap Natan.


"Ini juga cukup,eemm ya udah deh,nanti aja pake nya,masih sore juga kan." Anna menyimpan kembali paper bag tersebut.


"Ya sudah,sana mandi!" ucap Natan,Anna pun langsung masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


***


Malam Hari


Andin dan keluarga nya sudah sampai di restoran yang telah di tentukan,namun sepertinya keluarga Hartawan belum sampai di sana.


"Kok mereka belum sampai yah." ucap Andin melihat sekeliling.


"Kita yang terlalu cepat sampai Din, orang tadi kamu yang minta cepat cepat pergi, padahal ini kan baru jam setengah delapan,paling setengah jaman lagi lah, soalnya kita kan janjian jam delapan, lagian kenapa ngajak buru buru sih." ucap Dion, yang heran dengan putri nya ini.


"Biar nggak telat aja pah,nggak enak kan kalau kita datang terlambat." ucap Andin.


"Oh ya udah,paling sebentar lagi juga mereka sampai, soalnya tadi lagi di jalan katanya.


Sementara di perjalanan,Natan tak henti hentinya memandangi wajah Anna yang terlihat sangat cantik malam ini,Anna memoleskan sedikit make up tipis pada wajah nya, sehingga membuat wajahnya tambah cantik.


Apalagi,gaun berwarna merah maroon selutut yang di belikan Ajeng, sangat cocok di kenakan Anna malam ini,ia terlihat sedikit lebih dewasa memakai nya.


"Biasa aja tuh,sampe gak kedip ngeliatin Anna dari tadi." Ajeng meledek Natan.


Natan langsung memalingkan pandangannya,ia salah tingkah saat mama nya berkata seperti itu.


"Jangan di ganggu mah,mama kayak nggak pernah muda aja, mereka itu kan masih pengantin baru,wajar aja kalau begitu." ucap Hartawan.


"Mama sama papa tuh ngomong apa sih." ucap Natan seperti nya ia malu.


"Emang kenapa sih,ada yang salah yah sama penampilan Anna?" tanya Anna bingung.


"Enggak sayang,kamu cantik banget malam ini, terlihat lebih dewasa,mama aja suka lihat nya." ucap Ajeng.


Anna tersipu malu,ia merasa tersanjung di puji oleh mertuanya. "Emang bener yah suami,Anna cantik malam ini?" tanya Anna,pada Natan.


Deg


Jantung Natan berdebar,ia tak menyangka Anna akan bertanya seperti itu padanya,di depan papa dan mamanya.


("Aduh Anna,kenapa pake nanya segala sih,aku kan Malu sama papa sama Mama,mana mereka udah pada nahan tawa lagi.") batin Natan.


"I-iyah kamu cantik." ucap Natan gugup, kemudian ia memalingkan wajahnya.


"Suami bilang,Anna cantik mah." ucap Anna tersenyum.


("Kenapa harus di kasih tau ke mama sih,gue sengaja ngomong nya pelan biar nggak kedengaran,malah ngomong,Anna, Anna") batin Natan.


"Apa? Natan bilang begitu,wah dia memang sweet, benar kan pah yah." ucap Ajeng pura pura terkejut, padahal ia tau tadi Natan mengatakan nya.


"Iyah yah,anak kita benar benar sweet, sepertinya papa nggak salah cariin dia istri, walaupun awalnya dia uring uringan eh ternyata mau juga akhirnya,hehehe." Hartawan terkekeh,ia ingat betul bagaimana waktu itu Natan menolak perjodohan ini.

__ADS_1


__ADS_2