
"Lebih baik nanti kita mengobrol nya di rumah saja,setelah kalian beristirahat, sekarang aku mau ke dalam dulu,semoga nanti kalian nyaman yah beristirahat di rumah kami." ucap Hartawan.
"Iyah,nanti kita bisa mengobrol di sana." ucap Abah.
"Eemm mah,tolong bujuk Andi supaya mau istirahat yah,Natan juga minta tolong sama mama, gantikan dulu Andi untuk menjaga Tante Anya." ucap Natan.
"Iyah sayang,nanti mama akan coba bujuk Andi,kalau begitu,kamu hati hati yah bawa mobilnya,kamar tamu sudah mama siapkan untuk mertua mu." ucap Ajeng.
"Iyah mah, makasih yah." ucap Natan.
Natan pun pergi dari rumah sakit menuju rumah nya,saat di perjalanan mereka berbincang bincang, mengobrol santai,sambil sesekali tertawa dengan tingkah Anna.
Beberapa saat kemudian, mereka sampai di rumah."Sayang,antar Abah sama Ambu ke kamar, mereka pasti sudah sangat lelah." ucap Natan.
"Iyah mas,ayo!." ucap Anna.
Ambu dan Abah langsung ke ke kamar nya,dan mereka pun langsung beristirahat, begitu juga,Anna dan Natan yang langsung ke kamar nya.
"Sayang?" Panggil Natan.
"Hmmm." Anna baru saja menyimpan tas nya di atas meja.
"Jadi kan?" tanya Natan.
"Apa?" Anna merasa heran.
"Katanya mau kasih bonus." ucap Natan.
"Ya udah ayo." Anna pun langsung menghampiri Natan.
Natan pun langsung merebahkan tubuh Anna di atas tempat tidur,Saat Natan akan memulai aksinya, tiba-tiba suara ponsel nya berdering.
"Angkat dulu mas!" ucap Anna.
"Argh,siapa sih ganggu aja." ucap Natan.
Natan pun langsung mengambil ponselnya. "Iyah halo,kenapa di." ucap Natan.
__ADS_1
"Temenin gue ke kantor polisi yuk!" ucap Andi.
"Eemm mau ngapain?" tanya Natan.
"Katanya Elsa udah di temuin di bandara,dan sekarang polisi sudah menangkap nya." ucap Andi.
"Ya sudah, sebentar yah,nanti gue jemput loe ke rumah sakit." ucap Natan.
"Sekarang yah,jangan nanti nanti." ucap Andi.
"Iyah Iyah." ucap Natan yang sedikit kesal,ia pun langsung mematikan telponnya.
"Siapa mas?" tanya Anna.
"Andi,dia minta mas temenin ke kantor polisi,Elsa sudah di temukan." ucap nya.
"Ya sudah,mas pergi aja." ucap Anna.
"Terus gimana nih nasib si Joni?" ucap Natan menunjuk ke senjata nya yang sudah siap untuk berperang.
"Itu mah nanti juga bisa,urusan Andi lebih penting." ucap Anna.
"Iyah Iyah,tapi nanti yah,kasian Andi pasti udah nungguin." ucap Anna membujuk Natan.
"Ya udah,aku pergi deh." Natan terlihat sangat pasrah.
"Hati hati di jalan yah mas." ucap Anna.
"Iyah." ucap Natan yang berjalan gontai.
Natan pun langsung pergi dari sana,ia mengendarai mobil nya menunju rumah sakit.
Beberapa saat kemudian,ia sampai di rumah sakit, ternyata Andi sudah menunggu nya di depan,tanpa menunggu lama mereka pun langsung berangkat ke kantor polisi,tak lama pun mereka sampai.
"Apakah saya bisa bertemu dengan Elsa pak?" tanya Andi pada polisi yang bertugas.
"Silahkan mari saya antar,dia ada di sel." ucap polisi tersebut.
__ADS_1
Andi dan Natan pun menghampiri nya, terlihat Elsa sedang duduk berjongkok di sana dengan air mata nya yang mengalir,Elsa terkejut melihat Andi yang datang.
"Andi tolong keluarkan aku dari sini,aku mohon, apakah kau tak kasihan melihat aku di sini." ucap Elsa dengan wajah yang memelas.
"Maafkan aku sa,bukanya aku tak ingin menolong mu,tapi kau juga harus mematuhi peraturan hukum, aku tak bisa berbuat apa apa." ucap Andi.
"Aku benar benar tak sengaja melakukan itu Andi,aku hanya terbawa emosi,aku mohon keluar kan aku dari sini." ucap Elsa.
"Tidak,kau harus bertanggung jawab atas perbuatan mu,aku harap kau bisa menyadari kesalahan mu di dalam sana,aku pun tak bisa menyalahkan mu sepenuhnya,karena memang mama juga salah dalam hal ini." ucap Andi.
"Lalu mau apa kau kesini,jika tak mau membantuku?" Elsa sepertinya sangat emsoi.
"Aku hanya ingin kau di hukum atas perbuatan mu,dan aku hanya ingin memberitahu polisi jika aku meminta kau di hukum sesuai dengan hukum yang berlaku." ucap Andi,ia pun langsung pergi dari tempat tersebut.
"Dasar kau brengs*k Andi, lepaskan aku!" Elsa berteriak namun Andi tak menggubris nya.
Andi dan Natan pun langsung pergi ke luar,namun saat mereka keluar,para wartawan sudah berada di sana, menunggu Andi dari tadi,saat para wartawan itu melihat Andi, mereka pun langsung berkerumun untuk meminta klarifikasi dari nya.
"Bagaimana,ini bisa terjadi,kenapa Elsa bisa berbuat seperti itu pada calon mertua nya sendiri?" tanya seorang wartawan.
"Saya tidak tau kejadian nya,karena pada saat kejadian itu,saya sedang berada di Badung." ucap Andi.
"Lalu bagaimana keadaan ibu anda sekarang?" tanya wartawan.
"Mama sudah melewati masa kritis nya, sekarang dia sudah sadar,saya minta doanya kepada semua teman teman media yang kenal atau yang tak kenal dengan mama, semoga mama bisa segera pulih seperti sebelumnya." ucap Andi.
"Lalu bagaimana tanggapan anda mengenai video perselingkuhan Elsa yang beredar?" tanya wartawan.
"Kalau masalah itu saya tidak bisa memberikan komentar." Andi tidak mau ikut campur dalam urusan video tersebut.
"Lalu bagaimana hubungan mu dengan Elsa, apakah kau akan memaafkan nya,dan menunggu dia keluar dari penjara?" tanya wartawan.
"Saya akan membatalkan pertunangan ini,dan dari awal pun sebenarnya saya tidak berniat untuk bertunangan dengan nya,ini hanya sebuah perjodohan antara orang tua kami, permisi yah teman teman saya harus kembali lagi ke rumah sakit." ucap Andi,ia langsung berjalan,Natan pun menghalangi para wartawan yang masih belum puas untuk mewawancarai Andi.
Sampai akhirnya mereka masuk ke dalam mobil,Natan langsung melaju kan mobilnya dengan kecepatan tinggi, karena para wartawan itu pasti masih penasaran dengan Andi.
"Gila tuh para wartawan,apa loe nggak pusing tadi,gue aja yang lihat nya pusing?" tanya Natan sambil menyetir.
__ADS_1
"Nggak lah,gue udah biasa,eem sekarang gue ikut ke rumah loe yah,mobil gue masih di rumah sakit,gue juga belum bisa pulang karena rumah gue masih di jadikan TKP oleh polisi,gue juga kayaknya udah bisa istirahat karena Elsa sudah di temukan,kalau mama ada Tante Ajeng yang nunggu ." ucap Andi.
"Ya udah,loe istirahat di rumah aja, mertua gue juga lagi istirahat kayaknya,loe bisa istirahat di kamar sebelah kamar gue,karena kamar tamu di bawah, mertua gue yang nempatin." ucap Natan.