Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
Bab 75.Alasan Perceraian


__ADS_3

"Maafkan mama sayang,mama janji akan berubah,mama tidak akan memaksa kami untuk melakukan apa yang mama inginkan." ucap Anya.


"Buktikan!" ucap Andi sambil menatap ke arah Anya, kemudian ia pergi dari rumah itu menunju kantor papa nya.


Anya hanya termenung melihat kepergian Andi, meninggalkan dirinya, seperti itu.


"Mama kira kamu akan bahagia dengan semua ini di,tapi ternyata mama salah,mama telah salah dalam mengambil keputusan, walaupun niatnya,mama hanya ingin melakukan yang terbaik untuk mu." Anya meneteskan matanya,ia sangat menyesal dengan perbuatan nya itu.


Saat ia sedang melihat kepergian Andi, tiba-tiba ia di kejutkan dengan suara dering ponsel,ia pun langsung mengangkat nya.


"Baiklah,nanti aku ke sana." Anya pun langsung mematikan telponnya, kemudian ia berjalan ke kamar nya.


***


Sementara Andi,ia baru saja sampai di kantor Arif,ia pun langsung masuk ke ruangan nya, ternyata Arif sudah menunggu nya di sana, terlihat makanan yang ia pesan sudah tertata rapi di meja nya.


"Kau sudah datang nak." Arif memeluk putranya.


"Iyah pah, bagaimana kabar papa sekarang?" Andi melepaskan pelukannya.


"Alhamdulillah papa sehat,ayo duduk, papa sudah memesan makanan nya." ucap Arif ia pun duduk,di ikuti oleh Andi yang duduk di sebelah nya.


Arif termenung sejenak,ia bingung,dari mana ia memulai pembicaraan dengan putra nya itu, karena ia sudah lama tidak bertemu dengan Andi,ia hanya menanyakan kabar putranya itu lewat telpon,karena Andi nya juga sangat sibuk akhir akhir ini.

__ADS_1


"Jadi,kamu bisa jelaskan ke papa soal pertunangan kamu itu?" ucap Arif.


"Jadi begini pah,Andi di ajak sama mama untuk makan malam,andi pun juga nggak tau kalau ternyata kita akan melamar Elsa,karena mama tidak bilang sama sekali,tapi, pada saat malam itu Andi bingung pah,kalau Andi menolak atau menyanggah nya pada malam itu juga,Andi takut semua nya akan kena imbasnya,papa sendiri tau kan bagaimana pandangan masyarakat,jadi sekarang Andi sedang memikirkan cara untuk menyelesaikan masalah ini." ucap Andi.


"Mama mu memang seperti itu nak,dia selalu melakukan apapun yang ia inginkan dan itu harus, makanya papa sudah tidak tahan lagi sama mama,dia selalu merasa benar, walaupun kenyataannya hanya benar di mata nya saja." Arif menghembuskan napasnya.


"Tapi pah,kenapa alasan papa sampai menceraikan mama satu tahun lalu,Andi hanya bingung,karena walaupun hubungan papa dan mama Memeng kurang baik jauh dari pada saat memutuskan untuk berpisah,tapi kenapa baru waktu itu,kenapa papa mempertahankan rumah tangga papa sampai begitu lama, sampai aku sudah dewasa seperti ini?" Andi ingin sekali menanyakan ini sejak lama,tapi ia baru siap Sekarang untuk menanyakan nya.


Arif menghembuskan nafasnya,ia berdiri dan berjalan sambil memasukkan satu tangan nya ke dalam saku celananya,ia berdiri di depan jendela menatap ke arah luar.


"Mungkin selama ini bertanya tanya mengenai ini,tapi sekarang papa bisa lebih gampang untuk menjelaskan padamu,karena mungkin waktu itu kamu akan salah paham atau tak percaya dengan apa yang papa ucap kan,tapi sekarang,kau sudah tau bagaimana sifat mama mu " Arif berbicara tanpa menatap ke arah Andi.


"Maksud papa?" tanya Andi.


"Papa sama seperti mu nak,kau sekarang sudah habis kesabaran kan menghadapi mamamu,papa juga sama seperti mu,cuma bedanya, waktu dulu papa mempertahankan rumah tangga ini karena masih ada rasa kepercayaan pada mamamu sehingga papa bisa tahan walaupun sifat mama mu yang memang selalu ingin Menang sendiri." Arif kembali duduk di sebelah Andi.


"Papa memutuskan untuk berpisah dengan mama mu, karena kepercayaan itu hilang,ketika papa melihat sendiri mama mu berselingkuh di depan mata papa sendiri,papa masih bisa menghadapi sifat egois mama mu tapi untuk sebuah penghianatan,papa rasa tidak,karena satu satu nya hal yang buat papa mempertahankan rumah tangga hanya kepercayaan,lalu jika itu hilang,apa lagi yang harus papa pertahankan." Arif tersenyum getir.


Deg


Andi tak menyangka ternyata perceraian orang tua nya terjadi karena orang ketiga, pantas saja papa nya tidak bisa mempertahankan rumah tangga nya lagi, karena penghianatan adalah sesuatu yang tidak bisa di maafkan begitu saja,dan walaupun mungkin papanya sudah memaafkan nya,namun ia akan terus mengingat itu,dan itu akan menjadi sebuah bumerang jika ia paksa untuk bertahan.


Karena sebuah kepercayaan itu seperti sebuah cermin,jika ia sudah retak, siapapun tidak akan bisa menjadikan nya seperti semula,dan walaupun bisa,akan selalu ada bekasnya,dan itu lah kepercayaan.

__ADS_1


"Jadi mama sudah menghianati papa?" Andi tak menyangka mama nya sampai melakukan hal itu, walaupun ia tahu kalau memang dunia nya itu sama dengan mama nya.


"Bahkan mungkin sekarang,mama mu masih berhubungan dengan nya, entahlah papa sebenarnya tak mau kamu tau soal ini, karena ini aib yang seharusnya papa tutup,namun karena kamu yang sangat penasaran papa terpaksa menceritakan nya." Arif menatap Andi.


"Lalu kenapa papa belum menikah lagi sampai sekarang,papa masih muda,mapan dan juga sangat berpendidikan pasti banyak yang mau sama papa." ucap Andi.


Arif memegang pundak Andi. "Nak,papa tak mau mengambil keputusan yang salah lagi,dan jika memang papa menikah lagi nanti,papa ingin menikah dengan seorang wanita yang sederhana, yang tidak hanya melihat dari apa yang kamu bilang tadi." ucap Arif.


Andi pun terdiam,ia sedang mencerna perkataan papa nya,ia pun bangga memiliki papa seperti Arif, yang sangat bijak dalam mengambil keputusan.


"Eemm tapi papa heran nak,kenapa kamu tadi bilang ingin menolak,apa kamu tak suka dengan Elsa, secara dia kan teman kecil mu?" tanya Arif penasaran.


"Andi sudah memiliki pilihan lain pah." ucap Andi.


"Siapa,kenapa kau tak mengenalkan nya pada papa." Arif tersenyum.


"Andi tak yakin papa akan merestui hubungan Andi dengan wanita itu,papa pasti akan terkejut bila tau status wanita yang Andi pilih ini." ucap Andi tak yakin.


"Kenapa? dia sudah tidak gadis lagi,atau janda muda,hehehe." Arif malah terkekeh.


"Dari mana papa tau?" Andi terkejut.


"Nak, walaupun selama ini papa tidak mengurus mu,tapi papa selalu menjagamu dari kejauhan, walaupun lewat orang lain." ucap Arif.

__ADS_1


"Jadi maksud papa,papa menyuruh seseorang untuk mengawasi ku?" Andi terkejut dengan perkataan papa nya.


"Lebih tepatnya,untuk menjagamu,karena papa sayang sama anak papa ini." arif menepuk pundak Andi sambil tersenyum.


__ADS_2