
"Kau masih marah sama mama?" tanya Anya.
"Nggak,aku cuma tidak ingin berdebat lagi dengan mama." ucap Andi.
"Mama hanya ingin yang terbaik untuk kamu sayang, karena mama yang tau apa yang harus mama lakukan,jadi sebaiknya untuk kali ini kau menurut saja,kau juga tidak akan menyesal nantinya." ucap Anya.
"Aku juga tak ada hak buat nolak kan mah." ucap Andi yang pokus menyetir.
("Aku yakin,kamu akan bahagia dengan pilihan mama sayang,mama tidak mau kamu sampai salah dalam memilih pasangan hidup seperti mama.") batin Anya.
Beberapa saat kemudian, mereka sampai di sebuah restoran bintang lima yang mewah, ternyata keluarga Elsa sudah berada di sana terlebih dahulu.
Elsa tampil sangat modis malam ini,ia terlihat sangat cantik dan anggun menggunakan gaun berwarna merah maroon yang terdapat belahan di samping nya.
"Hai kalian sudah datang." orang tua Elsa menyambut dengan sangat ramah.
Mereka pun saling berpelukan dan saling memuji satu sama lain, sedangkan Andi hanya berpura pura tersenyum, walaupun memang Elsa terlihat sangat cantik tapi menurut Andi hanya Mira lah yang bisa membuat nya jatuh hati,Andi sudah terbiasa melihat wanita cantik seperti Elsa bahkan sudah banyak wanita yang ia kencani lebih dari dirinya.
Tapi berbeda dengan Mira,ketika Andi melihat nya,ada sebuah rasa sejuk dan bahagia sehingga membuat Andi berani untuk mengungkapkan perasaan walaupun hanya baru sekali bertemu.
"Hai,kau tampak lebih tampan sekarang,sudah lama sekali kita tidak bertemu secara langsung seperti ini,aku hanya sesekali melihat mu di layar televisi." ucap Elsa tersenyum manis.
"Terimakasih,." Andi pura pura tersenyum.
"Ayo kita duduk!" ucap Elsa merangkul tangan Andi,Andi pun sebagai publik figur sudah terbiasa seperti ini, baginya dengan hanya berpegangan tangan seperti ini sudah lumrah bagi dunia nya.
__ADS_1
Mereka pun langsung berkumpul di meja maka yang sudah disediakan khusus untuk acara makan malam ini yang begitu spesial.
"Jadi, bagaimana apakah acara nya bisa kita mulai?" ucap orang tua Elsa.
"Iyah,baiklah,jadi kita akan mulai acara pertunangan anak kita ini,saya sebagai mama dari anak saya ingin mewakili nya, untuk mengutarakan secara langsung,bahwa saya melamar Elsa untuk menjadi calon istri Andi." ucap Anya dengan lantang.
Deg
Jantung Andi terasa copot,dunia nya seakan berhenti berputar,Andi sangat terkejut dengan apa yang mama nya katakan,ia sangat tidak menyangka mama nya akan melakukan ini terhadap nya.
Saat Andi baru saja ingin berdiri dan menolak pertunangan ini, tiba tiba ada banyak wartawan yang datang meliput secara langsung acara tersebut.
"Jangan membuat mama malu,dan juga jangan mempermalukan diri kamu sendiri!" Anya berbisik ke telinga Andi.
Anya langsung berdiri."Terimakasih kepada teman teman wartawan yang sudah datang untuk melihat secara langsung acara lamaran anak saya." ucap Anya pada para wartawan yang datang.
("Kenapa harus seperti ini mah,mama sangat tega melakukan ini, bukankah aku sudah mengatakan kalau aku sudah punya calon sendiri,tapi mama malah melakukan acara tunangan tanpa memberitahu ku terlebih dahulu,aku sangat kecewa.") batin Andi.
Namun mau tidak mau,Andi harus menuruti permainan mama nya itu,ia juga tak ada pilihan lain,karena jika ia menolak di depan banyak wartawan saat ini,bukan hanya karir nya yang akan hancur tapi juga harga dirinya serta kedua belah pihak keluarga.
Acara pertunangan Andi di liput secara langsung dan ditayangkan secara langsung juga di sebuah channel TV yang sering Andi bintangi.
("Maafkan aku Mira,aku akan menjelaskan nya nanti,dan aku akan menyelesaikan masalahku dulu, aku tau kau pasti melihat kejadian ini,dan itu pasti akan membuat mu bingung dan kecewa.") batin Andi.
***
__ADS_1
Sementara di tempat lain, terlihat seorang wanita sedang menonton sebuah acara di televisi, tiba-tiba ia meneteskan air matanya,ia tak tau kenapa semuanya jadi seperti ini.
"Kenapa?,kenapa harus seperti ini,baru saja aku membuka hati ini,tapi sekarang engkau malah menghancurkan pintu tersebut." gumam Mira,ia meneteskan air mata nya ketika melihat acara pertunangan Andi dan Elsa di televisi.
Mira sangat kecewa pada Andi,baru saja tadi pagi ia membuat hatinya terbang melayang,kini di hari yang sama,ia telah membuat hatinya terjatuh ke jurang yang sangat dalam.
Mira jadi tak mengerti,kenapa Andi mempermainkan perasaan nya,baru saja ia merasa sangat bahagia dengan ucapan manis Andi,kini ia harus menelan pahit kekecewaan karena Andi malah bertunangan dengan wanita lain.
"Kamu kenapa nangis neng?" emak Yuni menghampiri Mira,ia baru saja selesai sholat, sedangkan Mira yang sedang datang bulan, menonton televisi sejak tadi.
"Emak lihat sendiri!" Mira menghapus air matanya,sambil menunjuk ke arah televisi.
"Ini teh beneran,atau main sinetron neng,ah ini mah sinetron kali." ucap emak Yuni masih bingung.
"Bukan mak,ini benar,ini ditayangkan secara langsung,bukan sinetron." ucap Mira.
"Dasar budak borokokok yah,baru saja tadi pagi dia teh melamar anak emak,tapi sekarang malah melamar wanita lain,ini mah nggak bisa di biarin,emak harus kasih pelajaran,ayo kita ke Jakarta neng,emak mau ngelabrak si artis eta,mentang mentang artis dia bisa seenaknya mempermainkan perasaan orang seperti kita." ucap emak Yuni tak terima anak nya di permainkan.
"Sudah Mak nggak usah,kita teh nggak ada guna nya ke sana,kita teh siapa atuh,mereka semuanya mah orang orang terkenal,kita mah cuma orang biasa,nggak akan bisa ngalahin mereka." ucap Mira yang masih menetes kan air matanya.
"Tidak bisa begitu neng,ini bukan soal terkenal atau orang biasa,tapi ini soal perasaan,emak tau betul bagaimana perasaan neng saat ini,neng pasti bingung dan kecewa sama dia." ucap emak Yuni.
"Sudah lah Mak,kita itu memang tidak sepantasnya berharap lebih pada dia,mungkin tadi pagi teh a Andi cuma bercanda aja dia nggak serius,kita teh harus sadar orang kayak kita nggak mungkin bisa sepadan dengan orang orang kaya mereka,emak lihat sendiri kan,mereka berdua sangat serasi,yang satu aktor hebat dan yang satunya lagi model berbakat,mereka cantik dan ganteng, pasangan yang paling cocok pokonya,hiks hiks hiks." ucap Mira,sambil menangis ketika melihat acara televisi tersebut dan menunjukkan nya ke pada Yuni.
Yuni pun langsung mengambil remote dan mematikan tv tersebut,Yuni tak tega melihat anaknya yang menangis terisak seperti itu.
__ADS_1