Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
episode 19


__ADS_3

Ketika aku melihat ke ruang tamu, ternyata bukan cuma ada santi tapi ada rendi juga, kok bisa, terus kenapa ibu ga bilang bahwa ada rendi juga, walaupun ibu belum pernah ketemun langsung tapi kan dari ciri-cirinya ibu pasti tau itu rendi.


Aku pun kembali ke dapur buat mencari ibu dan memang ibu di dapur sedang membantu bi asih buat minuman buat santi dan rendi


"Bu.....kupeluk ibu dari belakang, kok ibu ga bilang sama dinda ada rendi juga! " ucapku manja.


"Kalau ibu bilang ada rendi nanti kamu pasti langsung bilang sama ibu buat bilangin aja bu dindanya lagi tidur, iya kan? " ledek ibu


"Tapi kan bu..... dinda masih males ketemu sama rendi, dia ga percaya dinda, dia malah lebih percaya sama perkataan orang-orang! "


"Ya makanya harus di omongin, kalau ga di omongin ga bakalan kelar, udah sana temuin rendinya! "


Mau ga mau aku akhirnya pergi menuju ruang tamu, baru juga nongol santi langsung heboh


"Kamu sakit apa sampe ga masuk sekolah segala, kalau patah hati ga usah pake ga sekolah juga kali say....! " ejek santi padaku sambil tertawa dan melirik ke arah rendi.


Aku cuma senyum-senyum kecut aja, mau mengelak gimana santi tau semuanya, apalagi mataku masih terlihat sembab.

__ADS_1


"Kamu sakit apa? " tanya rendi padaku, aku pun cuma tersenyum aja


"Kalian ngobrol aja yah, aku mau ngobrol sama ibu aja ah di dapur " ucap nya sambil meninggalkan kami.


Setelah santi pergi ke dapur kami hanya saling diam beberapa saat.


"Maafin aku" rendi membuka percakapan dengan langsung meminta maaf.


"Kenapa harus meminta maaf?" tanyaku ketus


"Maaf karena aku terlalu terbawa emosi waktu itu, sehingga tidak berpikiran jernih! " sahut rendi lagi


"Kenapa kamu ga mau bilang tentang ancaman nya tegar ?!" tanya rendi dengan lembut dan hati-hati.


Aku pun menatap heran padanya.


"Kamu...... udah tau?! pasti dari santi kan?! "

__ADS_1


"Maaf, harusnya aku lebih memahami mu, aku lebih mempercayaimu, tapi aku selalu merasa takut kehilanganmu itulah yang terkadang membuat akal sehatku terkadang kacau, kalau inget perbedaan di antara kita berdua". Rendi berhenti sejenak lalu


"Sekali lagi maafin aku yah, kamu mau kan maafin semua khilaf ku, dan kita lanjutkan lagi hubungan kita ini seperti yang selalu kita impikan untuk menjadi pasangan sampai halal nanti aamiin! "


"Aku.... " kataku lagi.


"Kamu masih ragu? "


"Ga sih tapi, tetap kamu harus ga boleh kesal kalau dia mendekati aku, yah pura-pura aja kamu ga kesal sama dia, kamu tetap harus jaga jarak sama aku, biar tegar sama dewo tetap menganggap kita ga punya hubungan, aku ga mau mereka nekat mencelakai kamu lagi apalagi sampai mencelakai ibu sama ica".


"Aku sebenarnya ga masalah din mereka mau berbuat apapun sama aku, aku sanggup kok untuk mempertahankan hubungan kita, aku akan berjuang untuk mendapatkan kamu, karena kamu layak untuk diperjuangkan! "


"Bukan masalah itu ren, aku tau kamu tulus dan pastinya siap untuk memperjuangkan aku, tapi aku ga mau dan ga sanggup kalau harus melihat kamu terluka seperti dulu, apalagi kalau mereka sampai membawa-bawa ibu sama ica, jadi untuk sementara waktu biarkan lah kita yang mengalah, nanti setelah lulus juga aku akan berpisah sama tegar juga dewo."


"Ya juga sih, kamu tetap ga mau melanjutkan din? , "


"Ya, aku udah nyari kursus - kursus nya kok, aku mau kursus masak dulu aja, mau yang kue2 aja dulu, yah nanti kan aku bisa buat buka usaha ." jawabku

__ADS_1


Ga lama kemudian mamah masuk keruang tamu, tapi kok ga sama sama santi.


"Rendi apa kabarnya? " tanya mamah ketika sudah duduk di samping ku.


__ADS_2