Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
episode 3 #jadi mahasiswa


__ADS_3

masa perkenalan kampus sudah selesai. Sekarang sudah waktunya memulai perkuliahan.


Tapi Zahra dan Citra berbeda jurusan, jadi mereka harus terpisah mata kuliah, ketemunya setelah semua jam kosong, itu pun di kantin atau taman kampus.


minggu pertama kuliah sangat menyenangkan bagi mereka berdua, punya banyak teman baru dan juga tempat nongkrong baru.


Tapi hari ini, Zahra cuma ada 1 mata kuliah, dia mengajak Citra temuan di taman kampus. Sudah hampir setengah jam dia menunggu Citra, tapi batang hidungnya pun tak kunjung kelihatan.


akhirnya Zahra memutuskan untuk menghampiri Citra ke ruang kelasnya.


Dubraakkk!!! Zahra menabrak seorang lelaki tanpa ia sadari.


'aduh,,, maaf ya' Zahra merasa bahunya lumayan sakit.


'ia ngak apa-apa'.


Zahra terkejut saat ia tahu siapa yang telah dia tabrak. Rico, Presma kampus yang waktu itu.

__ADS_1


'eh kakak, maaf ya tadi mau cepat-cepat jalannya, sekali lagi maaf' Zahra masih merasa tak enak.


'iya ngak apa-apa' jawab rico sambil tersenyum. 'kok kesini?' balik bertanya


'iya kak, mau nyari citra' jawab citra sambil melirikan matanya ke penjuru kelas yang ada di dekat mereka berdiri.


'oh ya udah, kakak duluan ya' Rico bergegas sambil melangkahkan kaki, karena mau masuk ke kelas yang lain.


akhirnya Zahra menemukan Citra, yang baru saja keluar kelas.


'eh, bukannya kak Rico tadi juga keluar kelas ini ya?' Zahra bertanya sama Citra.


'oh pantesan' gumam Zahra. 'keren ya kak Rico, kenapa ngak jadi asisten dosen di jurusan kami juga aja ya, hehe' Gumamnya lagi sambil senyum-senyum.


mereka pun melangkahkan kaki menuju kantin, Zahra sudah merasa haus dan pengen ngemil. karena dari tadi sudah nungguin citra yang tak kunjung datang.


tak berapa lama mereka berada di kantin. datang seorang cowok menghampiri mereka. basa-basi sedikit, terus ngajak kenalan. selalu, dasar cowok.

__ADS_1


cowok itu bertanya no hp Zahra, tapi Zahra bukan tipe orang yang muda memberikan no hp nya. karena baginya, lebih baik tidak di kasih sama sekali, dari pada nanti ada cowok yang ngechat, tapi tak dia hiraukan.


'maaf ya mas, no hp Zahra privasi. jadi mohon maaf' jawab Zahra, menandakan penolakan.


cowok itupun berlalu. Zahra dan Citra masih menikmati jus alpukat dan model kesukaan mereka berdua.


'kamu ini ya ra, ngak berubah dari dulu. gimana mau dapet cowok kalo baru di ajak kenalan gini aja kamu menghindar' Citra sambil menggelengkan kepalanya, bingung dengan sahabatnya sendiri.


'udah ah, kamu kan tau alasannya. jadi ngak usah cerewet' jawab Zahra sambil nunjuk pipi sahabatnya.


Citra benar, sampai usianya sekarangpun Zahra belum berani untuk pacaran. alasannya, karena pengen fokus dengan prestasi.


karena beberapa temannya, yang pacaran akhirnya prestasi menurun, bahkan ada yang sampai batal sekolah. bukan menyalahkan perasaan cinta di antara mereka, tapi cara mereka dalam menyikapi perasaan mereka.


Dari dulu, silih berganti cowok yang mendekati Zahra, tapi bagi Zahra semua ada waktunya. usianya masih tergolong muda untuk terlalu memikirkan cinta dan pacaran.


Di kelas 3 SMA, bahkan ia pernah di ajak nikah oleh teman cowoknya di kelas. waktu sudah mendekati pengumuman kelulusan.

__ADS_1


Zahra hanya tersenyum, mengingat perjalanan hidup yang telah ia lewati.


#Bersambung


__ADS_2