Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
Episode 2 #hari pertama


__ADS_3


Hari yang sangat membahagiakan bagi semua mahasiswa/i baru yang hari ini sedang mengikuti kegiatan perkenalan kampus.


Semua antusias dengan gaya mereka masing-masing, semua sibuk dengan kelompok mereka.


Di sudut kanan paling depan, terlihat Zahra tengah tersenyum melihat pertunjukkan sekelompok kakak tingkat yang ia perhatian sedari tadi.


Tak jauh dari Zahra duduk, terlihat Citra yang juga tak kalah fokus melihat kedepan. Pandangan mereka sama, melihat pertunjukkan, tapi apa yang mereka pikirkan berbeda.


Zahra memikirkan, tahun depan dia harus turut serta dalam pertunjukkan seperti itu. Sedangkan Citra, sibuk memikirkan kalo kakak tingkat di depan sangat tampan.


Sesekali cama cami yang ada berteriak dan juga sesekali sambil bertepuk tangan. Semua merasa sangat bahagia dan merasa terhibur.


Sang raja siang pun sudah memberi rasa gerah kepada semua yang ada di aula kampus. Karena waktunya istirahat, Zahra dan Citra pun keluar mencari es atau air dingin untuk meredakan panas yang mereka rasakan.


'Sudah istirahat ya dek?' Seorang lelaki bertanya kepada Zahra

__ADS_1


'Iya kak, kami kehausan jadi ke kantin dulu, hehe' jawab Zahra takut di marahi


Kakak ini kan Presiden Mahasiswa yang tadi ada di depan. Semoga suatu saat aku bisa dekat dengannya, biar bisa belajar dan menambah pengalaman. Sepertinya, beliau orang yang sangat ramah dan yang pasti juga cerdas, hehe. Gumam Zahra.


Masih terngiang dalam ingatannya, bagaimana rico berbicara di depan cama cami. Cara bicara yang sopan, tegas, berwibawa dan setiap katanya tersirat makna. Sangat terlihat bahwa ia orang yang cerdas.


Ya, Rico nama panggilan lelaki yang ada di dekat Zahra dan Citra, dia adalah Presiden Mahasiswa sekaligus mahasiswa semester 6, Rico juga menjadi asisten dosen mata kuliah komunikasi.


Hubungan rico dengan semua orang terlihat sangat hangat, ia bisa membawa suasana.


'Kakak jurusan apa?' Kali ini Zahra yang bertanya


'Nah, sama dengan Citra, jurusan ilmu komunikasi juga' jawab Zahra sambil menoleh ke Citra. 'Kalo Zahra, ambil jurusan psikologi kak' Zahra menunjuk dirinya sendiri.


'Owh, jurusan kalian beda ya' rico tersenyum


Tak berapa lama mereka berbicara, rico pamit duluan meninggalkan mereka. Karena harus ada persiapan acara setelah ini.

__ADS_1


Zahra terlihat tampak senang, 'semoga nanti kita ketemu lagi kak, hehe' Zahra tersenyum sambil menatap kepergian Rico


Setelah mengikuti susunan acara seharian, Zahra merasa sangat lelah. Tapi ada juga rasa bahagia. Ia bergegas menuju rumah, pengen sekali rasanya ia langsung tertidur pulas untuk menghilangkan rasa lelah dan juga kantuknya


'Assalamu'alaikum bunda, tok tok tok' Zahra mengetuk pintu rumah yang masih terkunci dari dalam


'Wa'alaikumussalam' terdengar kakaknya yang menjawab dan langsung membuka pintu, kak ahmad.


Zahra langsung masuk, melepas sepatu dan kaos kakinya. Ia pun langsung menjatuhkan tubuhnya ke sofa ruang tamu.


'Gimana? Enak jadi mahasiswa?' Kata ahmad sambil duduk tak jauh dari zahra


'Eh masih perkenalan kampus kak, belum bisa ngomong enak atau ngaknya' jawab Zahra sambil menoleh ke wajah kakaknya.


Tapi aku bahagia, gumam Zahra. Eh tunggu, kenapa tadi ngak terpikir untuk minta no wa kak Rico ya? Aduuuhhh,,, gumamnya lagi sambil menepuk jidatnya sendiri.


Setelah merasa sudah terkumpul tenaganya, Zahra pun bergegas menuju kamarnya. Hari semakin sore, ia pengen mandi air panas.

__ADS_1


Haaaahhh,,, coba aja minta tadi ya, biar bisa dekat sama kakaknya. Zahra kembali menggumam.


bersambung


__ADS_2