Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
Bab 36.Tidak ada yang kebetulan


__ADS_3

"Alhamdulillah kenyang, tinggal bayar deh." ucap Anna sambil memegang perutnya.


Anna pun merogoh saku celananya,namun sepertinya tak ada uang atau dompet di sana,ia pun panik, karena tidak membawa uang sepeser pun.


"Aduh,aku kan nggak bawa dompet,gimana dong,mana nggak bawa Handphone lagi." Anna menepuk jidatnya.


Anna teringat, kalau tadi ia berangkat ke sini tidak membawa apapun, karena ia tak berniat untuk keluar rumah,tadi ia keluar dari kamar lalu pergi ke dapur setelah itu ke luar,tanpa ingat membawa uang atau pun ponselnya.


"Ya Allah aku harus gimana,kalau aku pulang dulu pasti kasir nya nggak percaya nanti aku dikira nya cuma numpang makan doang,bisa bisa aku di bawa lagi ke pos satpam,tapi aku juga bingung,mau nelpon suami,tapi handphone ku nggak di bawa,duh gimana yah." Anna panik,ia melihat kanan kiri karena mereka bingung.


Saat Anna sedang kebingungan seperti itu, tiba-tiba ada seorang yang menghampiri nya,ia menyapa Anna dengan ramah.


"Hai,kamu di sini juga?" tanya Reza yang tiba-tiba muncul.


"Kak Reza..." ucap Anna,ia melongo melihat wajah Reza.


"Kebetulan banget yah,kita ketemu di sini,eemm aku boleh duduk di sini nggak?" tanya Reza sambil memegang kursi yang berada di depan Anna.


("Eemmh kenapa ganteng banget sih,aduh gak bisa gak bisa,aku harus bersikap biasa saja,nggak boleh meleleh kayak gini.") batin Anna.


"Hai." Reza melambaikan tangannya di depan wajah Anna.


"Hah,Iyah kenapa?" ucap Anna terkejut.


"Apa aku boleh duduk di sini?" tanya Reza, mengulangi pertanyaannya.


"Bo-boleh silahkan." jawab Anna gugup.


"Terimakasih." ucap Reza,ia langsung duduk di kursi yang langsung berhadapan dengan Anna. "Eemm oh Iyah,aku belum sempat berkenalan tadi saat di kampus,mungkin kalau kamu sudah tau namaku, karena sebelum memulai pelajaran,aku mengenalkan nama ku dulu,eemm kalau boleh tau,siapa nama mu?" Eza mengulurkan tangannya.


"I-iyah a-aku Anna." ucap Anna membalas uluran tangannya.


("Ya ampun,tangan nya teh lembut banget ini mah kayak bayi baru brojol,aduh, kayaknya gak rela kalau harus lepasin." ucap Anna.


"Tangan kamu dingin banget." ucap Reza,saat Anna tak melepaskan juga tangannya.

__ADS_1


"Eh,Iyah maaf." Anna langsung melepaskan tangannya.


"Eemm tadi aku lihat,kok kamu kayak kebingungan gitu,kenapa?" tanya Reza.


("Aduh,aku bilang nggak yah kalau aku lupa nggak bawa uang,tapi aku teh malu banget.") batin Anna.


"Se-sebenarnya aku lupa nggak bawa dompet dari rumah." ucap Anna sedikit ragu,ia berkata sangat pelan karena merasa malu.


"Oh,ya udah nanti aku bayarin, sekalian aku juga lagi nunggu pesanan ku belum datang,eemm mama aku yang suka makan ayam bakar di sini,jadi tadi aku di suruh beli " ucap Reza tersenyum ramah.


("Beneran ini mah, kayaknya aku jodoh sama dia,nggak mungkin kan ini cuma kebetulan, karena yang aku tau teh,nggak ada yang kebetulan di dunia ini, semua nya sudah Allah rencana kan, sepertinya tuhan mengirimkan malaikat ganteng ini buat tolong aku.") batin Anna.


"Eemm makasih yah kak,nanti aku teh janji bakal ganti uang nya,kalau kita ketemu di kampus yah." ucap Anna.


"Nggak usah,cuma ayam bakar aja kan." ucap Reza.


"Ya ampun kak Reza teh emang baik banget,saya teh beruntung ketemu kak Reza di sini." ucap Anna.


"Hehehe,mungkin cuma kebetulan aja." ucap Reza.


"Iyah nih,tapi tadi saat di jalan mama nelpon katanya suruh beli ayam bakar dulu,eh tau nya ketemu kamu di sini." ucap Reza.


Saat mereka sedang mengobrol, tiba-tiba pelayan mengantarkan pesanan Reza.


"Ini pesanan nya mas,bayar nya di kasir aja, permisi." pelayanan itu memberikan dua box berwarna putih bertuliskan nama rumah makan tersebut.


"Iyah mbak, makasih." ucap Reza,ia kembali melihat ke arah Anna. "Eemm aku kayaknya harus pulang sekarang, takut nya mama udah nungguin,kamu pulang naik apa?" tanya Reza.


"Aku mah naik motor kak." ucap Anna.


"Ya udah kalau gitu aku duluan yah." ucap Reza sambil berdiri.


"Iyah sekali lagi terimakasih yah." ucap Anna yang langsung berdiri juga.


Reza pun tersenyum, setelah itu ia menuju kasir Sebelum keluar dari sana.

__ADS_1


"Mba saya mau bayar, sekalian sama makanan yang di meja wanita itu juga yah." ucap Reza menunjuk meja Anna.


"Baik mas, total nya Seratus delapan puluh lima ribu." ucap kasir tersebut.


"Baik mba,ini uangnya,ambil aja kembalian nya." Reza memberikan dua lembar uang kertas berwarna merah pada kasir tersebut.


"Baik, terimakasih mas." ucap kasir tersebut dengan ramah.


Reza pun membalas nya dengan senyuman, Sebelum Reza keluar,ia melambaikan tangannya terlebih dahulu kepada Anna yang masih memperhatikan nya, setelah itu,ia keluar dari tempat tersebut.


Anna masih mematung melihat kepergian Reza,ia sangat sangat terpesona dengan pria yang baru ia kenal itu.


("Aduh,kak Reza itu teh paket komplit banget sih,ganteng,pinter,baik,ramah,kaya,hmm kurang apalagi coba,aduuuuh kenapa aku teh malah mikirin dia terus, sadar Anna.") batin Anna.


"Duh Anna teh harus pulang sekarang,udah sore ini mah,bentar lagi malem kayaknya." gumam Anna yang langsung berlari keluar.


Anna mengendarai sepeda motor nya,ia takut kalau orang di rumah akan mencari nya.


***


Semenjak di tempat lain,Natan dan Ajeng Sedang sibuk mencari Anna ke mana mana karena ia sama sekali tidak ada izin kepada keduanya.


"Emang kamu nggak tau Anna kemana?" tanya Ajeng.


"Nggak tau mah,tadi bilang nya dia lapar,yah pikir Natan pasti dia ke dapur lah mah,kemana lagi coba." ucap Natan,ia panik karena Anna tiba-tiba hilang.


"Tapi buktinya nggak ada kan,bahkan kita cari ke tempat lain juga nggak ada, pokonya kamu harus tanggung jawab kalau sampai ada apa apa sama menantu mama." ucap Ajeng.


"Kok mama nyalahin Natan sih,?" Natan tidak terima kalau ia di salahkan dalam kejadian ini.


"Lah,kamu kan suaminya." ucap Ajeng.


"Tapi kan,Natan juga nggak tau Anna kemana, lagian dia juga nggak minta izin dulu tadi." ucap Natan membela diri.


"Nggak mau tau, pokonya kamu harus cari Anna sampai ketemu,coba kamu cek satu satu ke tetangga kita,siapa tau mereka ada yang lihat Anna kemana." ucap Ajeng

__ADS_1


__ADS_2