Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
Bab 68.Bukan Cinta Yang Salah


__ADS_3

"Jujur saja dari dulu aku hanya menganggap seorang wanita hanyalah untuk sebuah mainan,aku sudah banyak bermain dengan wanita manapun,tapi ketika melihat mu, pikiran ku berubah,aku merasakan sesuatu hal yang berbeda,aku mengatakan ini,supaya kau juga bisa mengambil keputusan,aku tak mau ada yang di sembunyikan dari ku, walaupun itu keburukan ku,jadi aku aku ingin kau menjadi istri ku, apakah kau bersedia?" tanya Andi sambil memegang tangan Mira.


"Jadi ini teh,a Andi melamar Mira?" Mira sangat terkejut,ia masih tak percaya dengan apa yang Andi katakan.


"Bisa di bilang seperti itu, walaupun ini hanya sebuah ungkapan perasaan ku saja,tapi kalau kamu bersedia,aku akan melamar mu secara resmi nanti." ucap Andi.


"Apa a Andi teh nggak salah,gak bakal nyesel sama keputusan ini,a Andi teh tau sendiri kan,kalau Mira ini janda." ucap Mira.


"Mir, aku tak peduli dengan status mu,aku juga sudah katakan tadi,kalau aku juga bukan laki laki yang baik,aku juga sudah bukan pe*aka lagi,jadi sepertinya bukan suatu masalah bukan,itu pun kalau kamu memang tidak keberatan, karena aku pun tak akan memaksamu." ucap Andi.


"Kalau memang begitu,Mira teh mau jadi istri nya a Andi." ucap Mira malu malu.


"Kamu nggak bohong kan?" Andi terlihat sangat senang.


"Iyah a." Mira tersipu malu,namun membuat wajah nya semakin menggemaskan.


"Kalau begitu,nanti aku akan atur jadwal untuk acara lamaran kita,aku sangat bahagia,karena kamu mau menerima aku." ucap Andi ia mencium tangan Mira,Mira pun mengangguk sambil tersenyum.


Sementara diam diam,Yuni mengintip keduanya dari belakang,Yuni terharu sampai meneteskan air matanya melihat Mira yang sangat bahagia seperti itu.


("Emak teh sangat bersyukur,kamu sudah bisa menerima orang lain dalam hati mu, semoga kamu bahagia nak.") batin Yuni.


Andi dan Mira tampak sangat bahagia, mereka saling berpandangan sambil tersenyum,saling mengungkapkan perasaan nya masing-masing.


"Kalau begitu,aku sudah lega sekarang,jadi aku bisa pergi ke tempat kerja ku dengan tenang,jadi,makasih yah, jujur saja aku sangat bahagia." ucap Andi.


"Iyah a,Mira teh juga bahagia." ucap Mira.


"Eemm kalau begitu,aku pamit yah,nanti kita berkabar lewat telepon,eemm dan juga,kamu udah siap kan walaupun aku melamar kamu dalam waktu dekat?" tanya Andi.


"Boleh a,Mira siap kok." ucap Mira.

__ADS_1


("Entah kenapa,aku pun luluh olehmu,sejak lama aku sudah mengunci rapat rapat pintu hati ini,tapi dengan gampangnya kamu bisa membukanya lagi,aku berharap kau akan menjadi yang terakhir walaupun bukan yang pertama untuk ku.") batin Mira.


Andi pun pamit pergi,Yuni masih belum menampakkan dirinya,ia masih merasa terharu,ia berada di dapur,ia biarkan dulu mereka berdua melepaskan perasaan nya masing-masing.


Setelah Andi pergi,barulah Yuni menghampiri Mira yang sedang tersenyum sambil melihat mobil Andi yang sudah melaju jauh dari pandangan nya.


"Mira?" Panggil


"Mak." Mira memeluk Yuni.


"Ayo,kita bicara di dalam." Yuni merangkul Mira untuk masuk ke dalam rumah nya.


Yuni dan mira duduk bersebelahan,Mira meneteskan air matanya,mungkin sekarang air mata bahagia yang menetes di mata Mira,setelah beberapa bulan ini air mata kesedihan yang selalu jatuh di pelupuk matanya.


"Mak,tadi a Andi lamar Mira," ucap Mira.


"Iyah nak,emak tau,terus apakah kamu memang sudah memikirkan nya dengan baik." tanya Yuni,ia takut Mira hanya sekedar melampiaskan perasaan nya.


"Emak juga sangat kagum dengan kejujuran nya,emak teh cuma berharap,neng bisa bahagia dengan keputusan ini,dan semoga neng teh bisa melupakan masa lalu dan melanjutkan masa depan dengan bahagia." ucap Yuni.


"Makasih yah Mak,emak teh nggak pernah ngelarang apapun yang Mira lakukan,emak selalu mendukung itu semua." ucap Mira.


"Neng, kebahagiaan kamu adalah kebahagiaan emak juga,jadi emak mah cuma bisa do'ain aja, apalagi sekarang teh,bapak sudah nggak ada,jadi kita cuma berdua,emak teh cuma berharap Andi adalah jodoh terbaik yang Allah berikan." ucap Ambu.


"Iyah Mak." Mira memeluk ibu nya,ia sangat bersyukur memiliki ibu yang sangat baik dan selalu mengerti kan nya.


***


Natan dan Anna sedang mengobrol di depan televisi, tiba tiba Abah menghampiri keduanya.


"Neng Anna,Natan,Abah teh mau lihat perkebunan dulu,kalian mau ikut atau mau di rumah aja?" tanya Abah,sudah siap menggunakan topi koboi nya.

__ADS_1


"Eemm kayaknya kita teh di rumah aja bah,nanti sore kita juga harus pulang,jadi kita teh istirahat aja di rumah." ucap Anna.


"Ya udah kalau gitu,Abah berangkat dulu yah." ucap Abah sambil tersenyum.


"Iyah,bah,hati hati di jalan." ucap Natan.


Abah pun langsung berangkat menggunakan mobil nya,karena perkebunan yang lumayan jauh,Abah pun lebih nyaman menggunakan mobilnya.


"Sayang?" panggil Natan.


"Iyah mas." ucap Anna.


"Nggak ada siapa siapa nih,kita ke kamar yuk!" Natan menaikkan satu alisnya sambil tersenyum.


"Ada Ambu tau di belakang." Anna sedikit berbisik.


"Yah nggak apa apa atuh,kan di belakang,jadi nggak bakal kedengaran." ucap Natan.


"Emang mas teh nggak cape apa?'" tanya Anna heran.


"Tadi sih Iyah,tapi kan udah makan jadi udah bertenaga lagi." Natan memperlihatkan otot tangan nya.


"Hehehe,mas Natan mah aneh, pengen Mulu,Anna teh pusing keramas mulu dari tadi." ucap Anna.


"Jadi nggak mau nih?" tanya Natan sambil tersenyum.


"Gas lah." ucap Anna yang langsung merangkul tangan suaminya.


Entah kenapa, melakukan hal tersebut sudah menjadi candu bagi keduanya,Natan dan juga Anna sangat bahagia dengan pernikahannya saat ini, mereka sangat bersyukur orang tuanya telah menjodohkan nya,mereka selalu berpikir bahwa memang orang tua ingin yang terbaik untuk anak nya,dan itu terbukti nyata antara Natan dan Anna.


Cinta yang di awali dengan perjodohan yang sangat membuat mereka saling menolak, akhirnya bisa menjadi kebahagiaan yang tak pernah mereka bayangkan,karena kisah mereka ini,bukan cinta yang salah.

__ADS_1


__ADS_2