Bukan Pernikahan Impian

Bukan Pernikahan Impian
Epidose 11


__ADS_3

2 Hari Kemudian


Almira mendengar suara alarmnya, dan dia mengecek jam 'Masih jam 5' batinnya, Almira ada mata kuliah nanti jam 9, dia masih ingin tidur 'Tak apalah ya aku tidur sejam lagi aja' fikirnya. Saat Almira memejamkan mata, tiba-tiba pintu berbunyi "Tok tok tok", dengan malas Almira menjawab "Iya siapa?" tanyanya, disana dibalaskan suara "Nona hayuk bangun, ini bu Fira, Tuan Gio sudah pulang semalam, dan Tuan menyampaikan pesan bahwa Nona Almira harus bangun jam 5".


Almira seketika langsung bangun dari kasurnya, dan berteriak "Baik bu". Jujur saja Almira malas banget untuk berurusan lagi dengan Fergio, dia baru bahagia 2 hari yang lalu tanpa Tuan Iblis itu, dan sekarang harus berurusan lagi dengan Tuan Iblis itu. Almira bersiap-siap ke kamar mandi, dan pergi mandi. Setelah itu Almira memakai t-shirt berwarna putih dan celana panjang berwarna hitam Almira merapihkan rambutnya, dan memakai make up tipis. Menyiapkan beberapa buku untuk pelajaran nanti. Setelah itu Almira pergi kebawah untuk menemui Bu Fira, karena dia tidak tahu harus apa.


"Bu, saya harus apa ya?", tanya Almira ke Bu Fira


"Loh Nona ko tanya saya, Nona kan istri Tuan Gio", jawab Bu Fira


"Kalau saya tahu, saya tidak tanya bu Fira", jawab Almira dengan melas


"Yasudah Nona ke kamar utama Tuan saja, Nona siapkan air mandi untuknya, jangan lupa berikan air jahe dan beberapa biskut disamping kasurnya setelah Tuan Gio mandi" jawabnya santai sambil memotong bahan makanan.


"Baik lah bu, tapi apa kamar Tuan Gio tidak di kunci?", tanya nya lagi


Bu Fira langsung mengeluarkan kunci cadangan memberikan ke Almira "Ini kuncinya Nona, nanti jangan langsung menyalakan lampu ya, Nona masuk saja ke kamar mandi, isi bak mandinya" jawabnya.


Almira hanya mengangguk dan berjalan ke kamar utama di lantai 3. Saat sudah sampai depan pintu, jujur Almira malas dengan situasi seperti ini, dia saja tidak tahu kamar mandinya terletak dimana, namun Almira tetap mengikuti perkataan kepala pelayan itu, tepat Almira tidak bisa melihat apa-apa karena gelap, untungnya saja dia membawa ponsel dan menyalakan flashlight, dia mencari kamar mandi lalu menemukannya 'Ketemu' batinya, saat membuka pintu kamar mandi seketika lampu nyala, Almira langsung kaget dan melompat sedikit.


"Anjir" ucapnya tanpa sadar


"Mau ngapain hah?" suara berat itu membuat Almira tambah takut


"Aku dibangunkan Bu Fira untuk menyiapkan ai..." belum selesai menjelaskan langsung dipotong lagi


"Sekarang jam 06.10, seharusnya kamu mempersiapkan minimal jam 05.30, telat 40 menit" jawabnya

__ADS_1


Almira hanya terdiam, dia tidak tahu harus jawab apa.


Gio mendekati nya lalu mendorong Almira hingga ke tembok, dan menarik rambut Almira agar wajahnya bisa dia lihat dengan jelas.


"Saya tidak mau tahu, besok tidak ada telat sedikit pun, saya kasih toleransi karna ini hari pertama mu" tarikan rambutnya semakin kuat sehingga Almira sedikit bersuara, Gio yang mendengar suara Almira malahan menarik lagi lebih kencang sehingga Almira berteriak


"Sakit gilaaaa, lepasin!!!!", ucapnya tanpa sadar


Mata Gio membulat saat Almira berkata seperti itu "Kau cari mati ya berkata seperti itu lagi?", ucap Gio semakin menarik rambut Almira


"Tidaaak Tuan Gio, sorry sorry aku tak bermaksud" jawabnya lirih


Gio melepaskan rambut, namun baru Almira lega bernapas, Gio menampar wajar Almira "PLAAAK" suaranya renyah sekali untuk didengar.


"Ingat ya, ini peringatan untuk mu karna telat. Sekarang siapkan saja pakaian, dan sepatu" ucap Gio sambil menunjuk ruang pakaiannya, "Disitu ada kertas, kau bisa baca jenis pakaian apa saja yang aku pakai, jika salah aku akan menghukum mu lagi, jangan lupa lagi siapkan jahe dan biskuit, taruh di samping kasur, lalu kau segeralah keluar dari kamar ini" ucap Gio panjang lebar, dan langsung masuk ke kamar mandi.


Almira bernafas lega, baru saja dia menarik nafas pintu kamar mandi terbuka lagi "Ambilkan handuk, aku lupa" ucap Gio


Almira berjalan ke arah ruang pakaian, ia mencari lemari handuk itu butuh beberapa menit untuk menemukan lemari itu, saat Almira menemukannya Almira mendengar teriakan suara "ALMIRA JANGAN LAMA", Almira langsung membuka lemari itu dan mengambil nya secara asal, dan tidak menutup lemarinya. Almira berjalan ke kamar mandi, dan mengetok pintunya, setelah dibuka pintunya Almira menyodorkan handuk itu.


"Kenapa yang ini? ini warna cream, kau tak baca kertas yang ada disampingnya hah??" jawabnya meninggi


"Bodoh banget jadi orang" sambil melemparkan ke wajahnya


Dengan sigap Almira langsung mengambilnya, dan langsung berlari ke arah lemari handuk, dia mencari kertas itu, dan ketemu, dia membaca bahwa hari ini warna coklat. 'Ribet banget jadi manusia' batinnya, Almira menaruh handuk yang dia ambil, dan mengambil handuk baru, Almira mengunci lemari itu, nanti kalau terbuka, Tuan Gio bakalan ngomel lagi. Almira berjalan, dan mengetok pintunya lagi, memberikan handuk warna coklat itu.


"Oke bagus, sekarang ambil jahe dibawah, awas ya kalau saya sudah selesai mandi, dan tidak ada jahenya, liat hukumannya" jawabnya tegas, dan menutup pintunya kencang.

__ADS_1


Almira terdiam lagi, 'Turun ke lantai 3, bawa nampan, naik lagi, sumpah ribet banget ini orang' pikirannya. Almira berjalan keluar kamar, menuju dapur, ingin mencari jahe itu, Almira tidak tahu jahe yang disukai Fergio seperti apa, dan dia langsung mencari kepala pelayan.


"Bu Fira" panggilnya sambil berjalan ke arah dapur.


Fira yang mendengar menjawab "Iya nona, mau ambil jahe ya?" tanyanya.


Almira sudah sampai dapur, melihat bu Fira dan pelayan yang lain menyiapkan makanan yang sangat banyak 'padahal orang hanya satu, kenapa masaknya seperti pesta si' batinnya.


Fira yang melihat sekilas kebingungan Almira langsung menjawab "Iya ini dibuat banyak, karena Tuan sering bosan, jadi kita masak banyak menu, agar Tuan bisa milih".


Almira tambah bingung 'Jadi maksudnya dia pilih salah satu aja gitu? terus yang lain gimana' batinnya.


"Tenang aja Nona Almira, kalau tidak habis buat kita-kita ko, Tuan Gio juga tidak mempermasalahkan hal itu" ucapnya santai


Almira bingung karena dia tidak berbicara sama sekali, tetapi Bu Fira menjawab pertanyaan dalam hatinya. Salah satu pelayan memberikan nampan yang berisi secangkir jahe dan beberapa biskuit ke Almira "Ini Nona" ucapnya dengan suara lembut.


"Terima Kasih, oh ya nama mu siapa?" tanyanya


"Veli, panggil saja bi Veli" jawabnya dengan senyum, lalu Veli membungkuk memberikan hormat, dan kembali bekerja.


Almira tersenyum, dan pergi dari dapur itu. Saat Almira ingin menaiki tangga tiba-tiba "PRAAAANG"


Almira sontak kaget dan


"KAMUUU" dengan suara yang kencang


...****************...

__ADS_1


...To Be Continue-...


...****************...


__ADS_2