Bukan Pernikahan Impian

Bukan Pernikahan Impian
Amarah Bia


__ADS_3

Halo halo.... terimakasih sudah mengikuti cerita ini dari awal. Kalian pasti akan tahu siapa dalang di balik semua ini ๐Ÿ˜€


**Hayo siapa siapa ??


Nih, othor bongkar dalangnya ๐Ÿ˜Š


Happy Reading**


Dengan amarah yang membumbung tinggi, Anyer segera menghampiri Bia. "Bagus akting kalian! Aku salut denganmu Nathan yang telah berhasil menyembunyikan Bia dariku." sinis Anyer.


Nathan dengan cepat menarik tangan Bia kebelakang. Membiarkan dirinya berhadapan langsung dengan Anyer.


"Maaf Tuan Anyer, saya tidak menyembunyikan nona Binca dari anda! Asal anda tahu Nona Bia sendiri yang sudah muak melihat anda. Sekarang silahkan anda pergi dan bersiaplah untuk bertemu di pengadilan lusa." Tegas Nathan menguris Anyer secara terang terangan.


Anyer yang memang tidak terima atas perlakuan Nathan tetap bersikeras untuk meminta penjelasan dari Bia dan memohon untuk memberikan satu kesempatan lagi untuk dirinya.


Bahkan Anyer bersedia sujud di kaki Bia hanya untuk mendapatkan maaf dari Bia namun, sepertinya hati Bia sudah tertutup untuk bisa menerima Anyer ke dalam hatinya lagi.


Bia memang memaafkan Anyer tetapi tidak dengan kembali bersama dirinya.


"Bangunlah Anyer. Aku sudah memaafkanmu saat aku sadar menandatangani surat perceraian kita. Tapi maaf, untuk bisa kembali bersamamu aku tidak bisa."ย  Meski terlihat tegas, Bia mencoba membendung butiran air matanya.


Nathan tersenyum kecil. "Anda sudah mendengar penjelasan daei Nona Bia bukan? Sekarang silahkan anda pergi!" usir Nathan.


"Bianca, beri aku satu kesempatan lagi." Anyer bersikeras memohon kepada Bia agar diberikan kesempatan kedua untuk dirinya.


Bia malah tertawa kecil. Menertawakan kekonyolan Anyer. "Anyer, bukankah aku sudah memberikanmu satu kesempatan untuk memulai hubungan kita dari awal? Lalu mengapa kamu hancurkan semua kepercayaan itu." Bia sedikit berteriak meluapkan rasa kecewa atas perbuatan Anyer yang sangat brengsek.


"Sekarang aku tanya sama kamu, mengapa kamu bisa melakukan hal kotor itu bersama wanita lain sedangkan akuโ€ฆ Aku di depan matamu dan aku sah untuk kamu jamah. Apakah aku tidak cantik atau memang tidak menarik?" Lagi lagi Bia berteriak hingga tanpa sadar ia sudah sesenggukan.

__ADS_1


Mengerti akan keadaan Bia yang sudah tidak bisa mengontrol emosinya, Nathan memilih segera membawa Bia masuk.


Tak ada lagi yang bisa Anyer lakukan selain pasrah. Ia membeku melihat Bia berlalu meninggalkan dirinya. Sungguh sangat mengsedihkan eh, menyedihkan bagi seorang Adipati Anyer Subardjo yang dengan terang terangan tidak dihargai.


Lalu apakah Anyer memikirkan akibat dari perbuatannya saat sedang khilaf bersama Mela. Eh bukan Khilaf deng, tapi doyan.


Mengerti usahanya sia sia Anyer memilih meninggalkan kediaman Bia. Namun, setelah berbalik tagan Anyer ditahan seseorang. Saat itu Anyer berharap itu adalah tangan Bia yang berusaha mencegah dirinya lalu akan mengatakan maaf.


.


.


.


.


.


Wanita cantik dengan aksesoris mahalย  terlihat sangat mencolok. Itu bukti bahwa dia adalah seseorang terpandang.


Dengan gerakan anggun, ia menarik sebuah kursi yang berada di depan Mela.


Mela menarik kedua sudut bibirnya. "Selamat nyonya, saya sudah berhasil memisahkan mereka. Lusa adalah jadwal persidangan mereka. Seperti perjanjian awal, saya ingin meminta imbalan yang sebanding dengan hasil kinerja saya, bagaimana?" Mela dengan bangga meminta penawaran kepada kepada wanita tersebut.


"Saya akan berikan apa yang kamu mau tapi apakah saya bisa memastikan bahwa kamu tidak ada benih Anyer di rahimmu? Karena saya tidak ingin Anyer mempunyai benihย  dari wanita sepertimu."


"Saya sudah pastika, Nyonya. Karena saya selalu memakai pengaman saat berhubungan dengannya."


"Baguslah. Jika pun ada saya tidak akan tinggal diam. Siapa yang sudi mempunyai cuci dari wanita murahan sepertimu," sinis Siska, mama dari seorang Anyer yang memang dari awal tidak menyukai Bia. Ditambah lagi mertuanya lebih dekat dengan Bia dibandingkan dengan dirinya.

__ADS_1


Rasa tidak suka itu memang dari awal pertemuan namun semakin melambung ketika Siska mendengar bahwa mertuanya akan memberikan pulau KODOMO sebagai hadiah untuk Bia jika Bia berhasil memiliki anak dari Anyer.


Mulai dari situ Siska berusaha terus mengawasi pergerakan antara Bia dan Nathan. Setelah ada sedikit celah, Siska dengan gerakan cepat mengutus Mela untuk mendekati Anyer dengan iming iming imbalan yang menggiurkan.


"Saya tidak meminta sesuatu yang berlebihan dari anda, hanya satu permintaan saya." Mela tersenyum licik.


"Katakan!" kata Siska.


"Saya hanya menginginkan Anyer. Karena hanya dia yang bisa membuat saya melayang. Saya sungguh menikmati surga dunia itu." kekeh Mela.


Siska dengn penuh amarah segera menggebrak meja membuat para pengunjung tertuju ke arah mereka. "Mimpi kamu! Saya tidak akan pernah menyetujuinya."ย 


Siska benar benar marah beraninya Mela meminta hal yang tidak wajar dan tidak tertera pada perjanjian awal.ย 


"Mimpi yang terlalu tinggi hanya akan membuatmu sakit karena jatuh dasar paling bawah itu menyakitkan," bisik Siska kemudian berlalu meninggalkan Mela dengan selembar cek dengan nominal yang sungguh fantastis.


Mela hanya tersenyum sinis menatap kepergian Siska. Mela tidak akan pernah mundur untuk mendapatkan Anyer karena bagi Melaย  Anyer sudah menjadi candunya.


"Lihat saja nanti!"


.


.


.


.


๐Ÿƒ๐Ÿƒ Bersambung ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

__ADS_1


Hayo hayo siapa yang menahan tangan Anyer yang bener othor kasih kecup jauh nih ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Jan lupa tetep Like dan Komen ya ๐Ÿ™๐Ÿป


__ADS_2