
Di Kota D
Terdapat 2 orang yang sedang berjalan ke arah kantor nya, perkenalkan "Radira" menjabat tangan dengan seorang lelaki. Radira adalah pengusaha pakaian wanita yang sukses, memiliki beberapa cabang toko di setiap kota. Lelaki itu menjabat tanganya lalu melepasnya, "Silahkan duduk" ucapnya. Radira duduk tepat didepan lelaki itu "Jadi bagaimana? Apakah kamu membawa sample yang saya minta?" tanyanya. Radira dengan senyum semangat langsung berkata "Saya bawa" sambil merogoh tasnya, dia memberikan samplenya.
Lelaki itu memegang samplenya, dia sangat kagum dengan sample-sample pakaian yang dibuat Radira, "Wahh cantik sekali Radira, kamu sudah cantik, pintar dalam merancang pakaian, kamu memang desainer yang dapat dihandalkan" ucapnya semangat, Radira menjawab "Terima Kasih pak" ucapnya. "Oh ya, bisa memilih warna? Saya mau semua model ini, hanya warna nya saja?" tanyanya antusias. "Tentu bisa dong pak, apa yang diinginkan client, tentu akan selalu bisa" jawabnya meyakinkan.
"Baiklah kalau begitu, nanti saya akan chat kamu untuk warnanya, karna saya masih bimbang, saya akan bayar DP nya, kirimkan no rekeningnya". Radira tentu senang sekali, ini bukan pertama kalinya Radira menerima client seperti ini, sudah sering sekali, lalu Radira membuka ponselnya dan memberikan rekeningnya, setelah itu client itu langsung mentransfer DP nya yang sudah ditentukan. "Sudah ya Radira" ucapnya. Radira lalu menganggukan kepalanya, dan membereskan sample-samplenya.
"Baik pak, kalau begitu saya pamit dulu, nanti jika pakaiannya sudah jadi saya akan langsung menginfokan ke bapak ya" ucapnya lembut dan berdiri. Client itu pun berdiri juga dan menjabat tangan dengan Radira "Terima kasih" ucap client, "Sama-sama" balas Radira. Radira membalikkan badan, dan pergi dari tempat itu.
Radira pergi, menuju lantai bawah dia menekan tombol lift, hingga terbuka. Setelah terbuka Radira langsung menekan tombol basement, sambil menunggu Radira memikirkan sesuatu
"Dari dulu hingga sekarang aku hanya berjuang sendirian" ucapnya dalam hati sambil berjalan keluar dari lift dan melewati lorong kantor itu, saat berjalan Radira tidak sadar bahwa dirinya menabrak seorang karyawan disana "ASTAGAAA" teriaknya, baju Radira basah dan terasa sangat panas, langsung karyawan itu meminta maaf "Aduh bu, maaf saya ga sengaja" ucapnya meminta maaf, "Kamu tuh yaa" saat Radira ingin memaki lagi, dia melihat lelaki itu "KAU?" pekiknya, Radira seketika pergi begitu saja, dia menangis setelah melihat lelaki itu. Radira kemudian mencari kunci mobilnya, dan berjalan menuju parkiran dengan cepat, dari arah belakang "Diraaa" panggilnya, Radira langsung mempercepat langkah kakinya hingga sampai pada mobilnya, dia membuka pintu dan masuk, langsung menyalakan mobil, dan pergi.
__ADS_1
Radira menangis sejadi jadinya, "Kalau bukan karena kau, aku tak akan sehancur ini yahh" teriaknya sambil memukul stir mobil, setelah mengendarai cukup jauh, Radira meminggirkan mobilnya ke tempat sepi, dia menangis hingga terasa capek, dan menelpon salah satu assisten nya untuk menjemputnya, karena Radira tidak kuat mengendarai mobilnya.
……………
Dirumah Fergio
"ALMIRAAAA!!! KAMU ITU BODOH ATAU IDIOT SIH HAH" teriak Gio, ya Almira memang amatiran dari dulu, dia memecahkan piring dan gelas jahe khusus yang dibeli langsung di paris. "DENGAN KAMU MEMECAHKAN SEMUA INI, MEMANGNYA KAMU SANGGUP HAH MEMBAYAR GANTINYA?" tanyanya keras, Almira hanya menggeleng dan terdiam.
"PUNGUTI SEMUANYA HINGGA BERSIH" ucapnya, Almira langsung berjongkok dan membereskan pecahan gelas dan piring itu, dikumpulkanmya diatas nampan. Setelah selesai Almira berdiri, dan Gio berkata "Ingat ya Al, disini tidak ada yang gratis. Kamu harus membayar semuanya". Almira hanya mengganguk saja, dia tidak mau lagi membuat kesalahan dipagi ini. "Hanya mengangguk saja? Kamu tahu emang berapa harga barang yang kamu pecahkan?" tanyanya, Almira menggeleng. Gio menepuk jidat "Kamu hanya mengangguk saja dan tidak mau tahu harganya? Terus bagaimana kamu harus menggantinya Almira Refardian" ucapnya penuh penekanan saat namanya di sebut.
'Dasar gila', pikirnya. Almira lalu ke dapur dan membuang serpihan itu ke dalam plastik, sedikit memakan waktu. Setelah selesai, Almira tidak tahu harus apalagi, kemudian dia inisiatif untuk balik ke kamarnya, mengambil tasnya, dia ingin berangkat kuliah saja. Saat Almira menaiki tangga, dan menuju kamarnya dia melihat salah satu pelayan di depan kamarnya.
Almira menghampiri nya "Ada apa pak?" tanyanya, "Nona Almira, saya diberitahukan Tuan Gio, bahwa Nona tidak boleh makan di meja makan, dan makanan juga tidak boleh sembarangan ambil dari kulkas" ucap pelayan lelaki itu. Almira mengerti kenapa dia tidak boleh, karena kesalahn dia tadi pagi, "Hanya itu saja pak?" tanya Almira. "Masih ada lagi Nona, Nona tidak boleh menyuruh pelayan lain untuk memerintah keperluan Nona, seperti menyuci baju, Nona harus mencuci baju sendiri, mesin cuci boleh dipakai, Nona harus mencuci piring sendiri, tidak boleh menyuruh pelayan, kalau Nona butuh sesuatu tidak boleh memanggil pelayan apalagi Kepala pelayan" ucapnya dijelaskan dengan jelas.
__ADS_1
"Baik, lalu apakah aku harus pindah dari kamar ini? Karena kamar ini terlalu besar" tanyanya, Pelayan itu menggeleng. "Yasudah kalau begitu, aku mengerti. Sekarang aku harus masuk ke kamar, apakah bapak bisa minggir?" ucapnya sopan. Lalu pelayan itu mengganguk, Almira memasuki kamarnya dan mengunci "Gila ini orang pada, mending aku ngekost aja si, dari pada tinggal disini, seperti neraka" ucapnya pelan.
Almira mengambil tasnya, dan keluar dari kamarnya, dia berjalan ke lantai bawah, dan langsung menunju pintu utama. Saat membuka pintu utama dia melihat "Tuan Navy" sapa Almira, Navy tersenyum dan membalas sapaan Almira, "Hey Nona Almira, bagaimana hari pertamanya disini bersama Tuan Gio?" tanyanya baik, Almira ingin buru-buru pergi, dia tidak mau melihat Gio lagi, "Baik ko Tuan, Tuan Gio sangat baik padakku. Aku permisi dulu ya Tuan Navy, selamat tinggal" ucapnya, langsung pergi begitu saja. Navy yang melihatnya sangat aneh dan bergumam "Pasti ada kejadian yang baru saja terjadi", lalu Navy mencari Fergio keruang makan
"Lho mana Tuan Gio?" tanya Navy ke Bu Fira, Bu Fira yang sadar akan kedatangan tangan kanan Tuan Gio, langsung menyambut nya "Hai Tuan Navy, selamat pagi. Silakan duduk Tuan Navy" ucapnya sambil menarik salah satu kursi, dan mempersilakan Navy duduk, dan mengalungkan serbet ke lehernya. "Sebentar ya Tuan Navy, Tuan Gio sedang diteras belakang, menyesap jahenya. Saya akan memberitahukan Tuan Gio" ucap Bu Fera, Navy yang tahu langsung menganggukan kepalanya, dan Bu Fera pergi begitu saja.
Navy yang bingung "Tumben Tuan Gio menyesap jahe di teras belakang, biasanya dikamar, apa maksudnya ya?" ucapnya heran. Saat Bu Fera sedang berjalan dan ingin memanggil Tuan Gio, Gio pun sadar dan langsung bertanya "Mana Almira?" tanyanya ke Bu Fera, Bu Fera menjawab "Tidak tahu tuan". Gio menaruh gelasnya dan berkata "Panggil Bagas".
Bu Fera langsung memanggil Bagas, dan Bagas langsung dihadapkan di depan Fergio. "Mana Almira?" tanyanya to the point, Bagas menjawab dengan takut "Setelah saya memberitahukan perintah Tuan, Nona Almira meminta saya pergi, dan saya pergi tetapi tidak jauh dari kamar, dan Nona Almira pergi setelah keluar dari kamarnya". Fergio langsung tidak suka mendengarnya "BAGAS, KAU ITU BODOH BANGET YA" teriaknya. Bagas terkejut dan sangat takut "BAGAS KAU...."
...****************...
...To Be Continue-...
__ADS_1
...****************...