Bukan Pernikahan Impian

Bukan Pernikahan Impian
First Kiss


__ADS_3

Setelah sampai di kamar Bia segera mengambil handuk. Rencananya ia akan mandi lagi. Begitu juga Nathan. Tujuannya saat ini juga ingin mengguyur tubuhnya yang sudah lengket karena air laut.


Namun melihat Bia yang sudah masuk kedalam kamar mandi terlebih dahulu, Nathan hanya bisa pasrah menunggu Bia hingga selesai.


Nathan mengecek ponsel yang terlupakan sedari tadi. Ternyata banyak pesan masuk dari beberapa karyawan. 


Nathan mengernyitkan keningnya saat mendapatkan sebuah laporan dari seseorang. Sudah ia duga. Namun kali ini ternyata bukanlah target yang Nathan maksud.


Sambil menimang nimang ponselnya Nathan berpikir keras, siapakah orang tersebut.


Bia keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk yang membungkus rambutnya. Ia sudah terlihat lebih segar kembali. Natan yang sudah menunggu Bia pun ingin segera menggunakan kamar mandi.


"Nath, mandi sana!" ujar Bia.


Sebenarnya tanpa Bia suruh pun, Nathan jug akan mandi. Bia berjalan menuju kasur sedangkan Nathan berjalan menuju kamar mandi. Naas Bia berjalan tidak dengan hati hati sehingga membuat kakinya tersandung kaki depan ( keselimpet )


hingga menabrak tubuh Nathan yang berada di depannya. Karena tak bisa mengimbangi gerakan Bia yang mendadak, tubuh Nathan pun jatuh ke bawah bersamaan dengan tubuh Bia yang menindih tubuh Nathan.


Nathan mencoba menahan rasa sakit kepalanya karena harus membentur lantai yang keras namun, sepertinya rasa sakit itu tidak sebanding dengan sensasi saat ini.

__ADS_1


Mata Bia sangat terbelalak saat menyadari bahwa bibir sucinya telah menempel pada bibir Nathan. Begitu juga dengan Nathan. Sungguh ia sangat terkejut dengan kejadian saat ini dimana keduanya malah saling bersitatap tanpa ingin segera beranjak.


Sudah hampir 3 menit keduanya terpaku, membeku bagaikan bongkah es batu.


Saat ini Nathan merasakan sensasi kupu kupu di seluruh tubuhnya. Begitu juga dengan Bia yang seperti terkena sengatan arus listrik.


Setelah menyadari yang terjadi, Bia segera menarik tubuhnya untuk beranjak. Ia segera merapikan lagi lilitan handuk di kepalanya. Sementara Nathan masih terdiam di tempatnya sambil memegang kepalanya. Semoga saja ia tidak amnesia.


"Kamu gak papa?" tanya Bia.


Antara canggung dan malu, Nathan hanya menggeleng pelan.


"Sini aku bantu." Bia merasa tidak tega saat Nathan berusaha kesusahan untuk bangun. Percuma punya badan kekar jika bangkit saja tidak bisa, maki Bia dalam hati.


Nathan masih terdiam untuk beberapa saat. Meski kepalanya terasa sakit namun, saat ini yang Nathan pegang adalah bibirnya.


Bibit sucinya telah ternodai oleh sang batasan. First kiss nya di renggut oleh Bia tanpa sengaja. Nathan tak hentinya mengulum senyum. Membuat Bia merasa khawatir.


"Nath, kamu gak gegar otak terus amnesia kan?" Bia memastikan.

__ADS_1


Nathan pun menggeleng pelan. "Oh, saya tidak apa apa kok Bu dir, hanya pusing sedikit," ujar Nathan.


"Aneh, orang kalau pusing yang dipegang itu kepala bukan bibir," ketus Bia. Namun sesaat ia menutup bibirnya mengingat kejadian yang baru saja terjadi.


Bia hanya menggigit bibir bawahnya. Sungguh reputasinya sudah jatuh di depan Nathan. Kesucian bibirnya telah ternoda. 


Ingin rasanya memaki diri sendiri akibat kecerobohannya.


"Soalnya itu ada first kiss aya Bu," lirih Nathan.


Bia pun terbelalak. Yang benar saja itu adalah first kiss Nathan. Oh, Nathan mengapa masih ada orang sepolos kamu. Di usia hampir kepala tiga belum pernah melakukan ciuman. Ah, apa bedanya dengan Nathan? Aku yang sudah bersuami saja juga baru pertama kali melakukan first kiss dan itu dengan Nathan, bukan suamiku sendiri.


🍃🍃 Bersambung 🍃🍃


Selamat hari senin. Othor cuma mau bilang jangan lupa vote novel othor ya 😁😁 ( ngarep )


Hari ini othor datang membawa salah satu rekomen Novel karya IRMA KINARA yang berjudul TAHANAN CINTA CEO. Mampir ya!


__ADS_1


__ADS_2