Bukan Pernikahan Impian

Bukan Pernikahan Impian
Melamar


__ADS_3

"Bi, nikah yuk!"


Mata Bia terbelalak saat Nathan telah berlutut dengan memberikan sebuah kotak beludru berwarna merah berisi cincin Berlian impian Bia.


"Bi, untuk kesekian kali aku tak jera untuk melamarmu. Tetapi aku juga tidak akan memaksa keputusanmu. Maukah kamu menikah denganku?" 


Untuk kesekian kali Nathan melamar Bia yang berujung penolakan namun, sama sekali tidak membuat Nathan putus asa. Nathan akan terus melamar Bia sebelum Bia mau menerima Nathan.


"Nath, apa apaan Sih? Bangun! Malu tahu di liatin banyak orang," lirih Nathan.


Aksi Nathan tak lepas dari sorotan beberapa mata yang tak sengaja melihat mereka. Lama lama Bia dan Nathan telah dikerumuni banyak orang hingga membuat Bia semak malu.


"Terima… Terima… Terima." Teriak orang orang.


Bia menggigit bibir bawahnya. Bagaimana Nathan bisa berbuat senekat ini dengan mempermalukan dirinya sendiri.


"Maaf Nath…" lirih Bia 


Nathan sudah tahu jawaban Bia. Lagi dan lagi Nathan gagal untuk meyakinkan Bia. Ia hanya bisa memejamkan mata. Menahan rasa malu tidak seberapa tetapi menahan diri untuk memiliki Bia tidak bisa.


Nathan pun segera menutup kembali kotak kecil itu sambil membuang nafas beratnya. Nathan memaksakan senyuman lalu segera bangkit.


Sebagai yang menyaksikan mereka pun merasa sangat kecewa. "Ya udah Bang, lamar aku aja," celoteh salah seorang yang menyaksikan mereka.


Nathan menoleh ke arah asal suara. Nathan pun berniat untuk mencari sosok suara tersebut namun, Bia segera menghentikan langkah Nathan.


"Nath, aku belum siap bicara tetapi kamu sudah menyimpulkan lebih dahulu."


Seketika Nathan berbalik arah. "Maksud kamu?" tanya Nathan heran.


Bia menarik kedua garis simpul bibirnya. "Maafkan aku yang sudah meragukan kamu selama ini, tetapi kali ini aku sudah yakin dengan hatiku. Aku mau." Wajah Bia memerah menahan malu


Natan masih tidak percaya dengan apa yang baru saja Bia katakan. "Kamu mau… Mau apa?" 


"Aku mau menikah dengan kamu," lirih Bia. 


Sontak semua orang segera bertepuk tangan menyaksikan lamaran yang romantis meski Bia terlihat sedang menggendong bayi kecil. Hal itu juga tak lepas dari sorotan kamera ponsel. Hampir semua yang menyaksikan merekam aksi Nathan yang luar biasa. Setelah Bia menerima lamaran dari Nathan mereka pun membubarkan diri masing masing.

__ADS_1


"Aku tidak dengar, Bi," goda Nathan.


Bia mengerucutkan bibirnya. "Aku tidak akan mengulangi ucapanku. Karena tidak ada siaran ulang." Bia merasa kesal karena tahu Nathan ingin mengerjai dirinya.


Nathan terkekeh lalu mendekat ke arah Bia.


"Kamu serius? Kamu tidak bercanda atau hanya sebatas iba kepadaku kan?" Nathan ingin memastikan perasaan Bia yang sesungguhnya. Ia tidak ingin Bia hanya merasa terpaksa untuk menerima lamaran darinya.


Bia menggeleng. "Iya, aku serius, Nath." jujur Bia.


Hati Nathan tak hentinya mengucap kata syukur. Tak lupa  Nathan langsung mengecup pipi Aura yang terlihat ceria.


"Sayang, akhirnya mamamu mau menerima Papa."


"Bi, makasih ya." Nathan pun memeluk Bia dari samping karena ia sedang menggendong Aura. Tak lupa sebuah kecupan mesra mendarat di pipi Bia.


Wajah Bia pun makin merona kembali. Jantung berdetak lebih cepat dari biasanya.


.


.


.


Tak sedikit netizen memberikan doa selamat dan turut bahagia atas perjuangan Nathan, namun ada satu berita yang membuat Bia dan Nathan semakin geram yaitu tentang tuduhan Bia mempunyai anak di luar nikah bersama dengan Nathan. Karena saat Bia sedang menggendong Aura.


Bahkan Nathan sudah mengusut tentang siapa penyebar berita hoax tersebut dan akan menuntutnya.


Tak heran selama sepekan ini banyak wartawan yang mengikuti dirinya untuk mengorek informasi tentang kehidupannya.


"Bi, sebaiknya untuk beberapa hari ini kamu tidak usah pergi kemana mana. Aku tidak ingin para wartawan menginterogasi tentang kita. Kamu mengerti kan?" Nathan berkata sambil mengambil Aura dari gendongan Bia. Nathan dan Bia sangat menyayangi Aura melebihi anak mereka sendiri. Cinta kasihnya mereka limpah penuh kepada bayi malang tersebut yang sudah tidak memiliki ibu. Sedangkan ayahnya entah dimana rimbanya.


"Iya, aku tahu." 


"Baguslah. Aku hanya ingin kamu fokus dengan pernikahan kita bulan depan, jangan mikir yang aneh aneh aku tidak ingin kamu stres," ujar Nathan.


Bia mengangguk pelan. 

__ADS_1


Sebentar lagi dirinya akan menikah untuk yang kedua kalinya. Namun kali ini bukan pernikahan seperti sebelumnya. Pernikahan ini akan diadakan di hotel mewah dengan konsep Disney seperti impian Bia sedari kecil.


Di dalam pernikahannya, Bia akan menjadi seorang princess. Sungguh mimpi yang akan menjadi kenyataan.


"Nath," panggil Bia. 


Nathan yang sudah bersiap hendak pergi ke kantor pun menatap Bia yang menenteng sebuah rantang.


"Kerja keras boleh, tapi jangan lupa makan siang ya. Aku tahu hari ini jadwal kamu padat makanya aku bawakan makan siang untukmu." Dengan senyum lebar Bia menyodorkan sebuah rantang bersusun untuk Nathan.


"Makasih ya, Bi."


Mata Bia dan Nathan saling bertatap. Ada rasa bahagia menyelimuti hati Nathan saat Bia perlahan sudah menerima dirinya.


"Nath,"


"Iya."


Dengan ragu Bia maju dan berjinjit untuk memberikan sebuah kecupan kilat kepada Nathan. 


Nathan terkekeh pelan melihat Bia yang mendadak menunduk malu. Kedekatan Bia dan Nathan sudah seperti sepasang suami istri pada umumnya. Hanya saja saat ini mereka masih tidur di kamar yang terpisah.


"Kurang terasa," ledek Nathan.


Bia pun mendongak saat melihat Nathan sudah bergerak maju kepada dirinya.


"Jangan menyesal karena kamu yang memulainya," kekeh Nathan.


Bia mencoba menghindar dari Nathan dengan cara berlari menuju kamar.


Sedangkan Nathan hanya mengulum senyum di bibirnya.


Harapan saat ini hanya satu. Hidup bahagia bersama Bia dan juga Aura meskipun malaikat kecil itu bukan darah dagingnya sendiri tetapi dia menyayangi Aura sepenuh hatinya.



Baby Aura yang gumus ❤

__ADS_1


__ADS_2