Bukan Pernikahan Impian

Bukan Pernikahan Impian
Ajakan Nathan


__ADS_3

...Bukan seberapa besar kamu mencintai seseorang...


...Tetapi seberapa besar kamu bisa setia...


...Pada satu cinta....


...~Nathan~...


Minggu ini Bia sengaja  bangun lebih awal. Dan kalii ini rencananya untuk jalan pagi bersama Aura dan Nathan tidak boleh gagal lagi seperti yang sudah sudah akibat Bia tidak bisa bangun pagi.


Saat Bia keluar dari kamarnya ia hanya bisa menelan saliva melihat semua penghuni rumah sudah standby di ruang tamu termasuk Aura yang sudah di dandani cantik oleh Lia.


Nathan sudah siap dengan pakaian olagraga, begitu juga mbak Lia yang sama seperti Nathan memakai pakaian olahraga. Sementa Bia? Ia malah memakai kaos hitam serta celana pensil yang membentuk lekuk tubuhnya.


Nathan dan Lia menatap heran kearah Bia. Bagaimana bisa Bia salah kostum?


"Kalian mau jalan pagi atau olahraga sih?" tanya Bia yang tak kalah heran.


Nathan mengernyitkan dahinya. "Kamu itu yang mau jalan pagi atau ngemall?" sahut Nathan.


"Kita mau jalan pagi sambil olahraga biar lemak di perutmu sedikit berkurang. Gak malu pas pakai gaun nanti dikira sudah tekdung," kekeh Nathan.


Bia hanya mengerucut bibirnya sambil melihat Aura yang sudah cantik di dalam stroller berwarna merah muda.


"Gemes deh. Ayo berangkat." Bia telah mendorong stroller keluar sementara Nathan dan Lia mengikuti Bia dari belakang.


Setelah memastikan semua bawaan tidak ada yang tertinggal, Lia segera menghidupkan sepeda motor yang berada di garasi. Bia melotot saat Lia berangkat terlebih dahulu dengan membawa sepeda motornya.

__ADS_1


Sungguh ini tidak adil untuk Bia. Sedari awal rencana mereka jalan pagi bukan raun raun. Bia mendesa kesal.


"Loh, kok gitu sih mbak Lia? Kalau naik sepeda motor bukan jalan jalan dong. Ya udah pakai mobil kita ya, Nath." seru Bia pada Nathan.


"Gak bisa gitu dong, Bi. Kita mau menikmati udara segar pagi ini. Udah ah, Ayo!" Nathan mengambil alih stroller dari tangan Bia lalu mendorongnya pelan.


Sepanjang perjalanan Bia masih merasa kesal dengan melipat wajahnya. Ia hanya mengikuti langkah Nathan dari belakang. 


Aura terus saja berceloteh ria, entah apa yang sedang di ucapkan. Kadang kadang berteriak saking bahagianya. 


"Sudahlah gak usah kusut seperti itu, hilang cantiknya," goda Nathan.


"Mbak Lia duluan karena membawa perlengkapan Aura. Masa iya kita jalan jalan sambil gotong perlengkapan Aura, kan gak seru," lanjut Nathan.


Seketika garis lurus kedua sudut Bi ditarik. Ia tersenyum kecil. Ternyata pinter juga ide Nathan. Ah, rasanya Bia ingin menertawakan dirinya sendiri.


Beberapa kali Bia dan Nathan berpapasan dengan orang yang hendak melakukan jogging, terlihat dari pakaiannya. Tak jarang sebagian orang yang bertemu dengan mereka akan selalu menyala Aura yang terus berceloteh ria.


Nathan hanya tersenyum. 


"Pantes aja, bapaknya juga gemesin sih. Senyum bikin adem," lanjut wanita tersebut.


Mendengar gombal wanita yang di depan Aura. Dada panas tiba tiba muncul begitu saja. Bia segera mendekat lalu menarik lengan Nathan untuk melanjut perjalanan lagi.


"Kami permisi dulu ya, Mbak." Bia melotot ke arah wanita tersebut yang masih terpaku melihat kepergianmu Bi dan Nathan.


"Posesif amet tuh istrinya. Tapi emang benar sih, suaminya gemesin," kekeh wanita tersebut.

__ADS_1


Lia sudah menunggu kedatangan Bia dan Nathan di taman kota yang terlihat cukup lumayan ramai. Banyak orang berlalu lalang untuk melakukan kegiatan mereka masing masing karena memang hari libur.


Sesampainya di taman kota, Bia masih bergelayutan manja di lengan Nathan karena sepanjang perjalanan Nathan menjadi pusat perhatian dari wanita mata jelalatan.


"Waduh… Nempel kayak perangko," ujar Lia.


Nathan terkekeh, namun tidak dengan Bia yang segera menghempaskan pegangannya. Mengapa setiap perempuan yang melihat Nathan akan selalu terpana. Bahkan tadi tak segan segan ingin meminta nomor teleponnya. 


"Kamu pakai pelet apa sih, Nath?" gerutu Bia.


Nathan kembali menertawakan pertanyaan Bia yang tidak masuk akal. Jika memang Nathan memakai pelet untuk mendekati wanita, maka wanita pertama yang akan Nathan pelet adalah Bia. Karena sudah setahun lebih Nathan mengungkapkan perasaannya kepada Bia namun sampai detik ini belum ada jawaban yang pasti dari Bia. Hanya tunggu dan tunggu.


"Bi, kamu kenapa sih dari tadi sewot gitu? Nih Aura aja senang dari tadi." Nathan mulai mengambil Aura dari stroller.


"Sayang lihat mama mu dari tadi marah marah gak jelas seperti sedang PMS aja." ledek Nathan. Seketika Aura mengulurkan kedua tangannya untuk meminta diambil oleh Bia. "Mamamama," olehnya.


"Sini sayang, Aura mau mamam?" Aura sudah berpindah gendongan. Bia mana sanggup untuk mengabaikan Aura meskipun dalam keadaan badmood.


Nathan dan Bia berjalan mengelilingi seputaran taman. Sedangkan mbak Lia sendiri tengah sibuk menyiapkan sarapan untuk Aura. Karena Bia tidak memperbolehkan Aura makan bubur yang siap seduh, maka mbak Lia sudah membawakan bubur tim dengan racikan tangannya sendiri. 


"Bi," panggil Nathan di tengah tengah jalan mereka.


"Ya." 


Nathan menghentikan langkah Bia.Ia berdiri tepat di hadapan Bia. Sementara Aura yang tengah berada dalam gendongan kanguru berteriak saat menatap wajah Nathan di depannya.


"Bi, nikah yuk!"

__ADS_1


🍃🍃Bersambung🍃🍃


Jan lupa jejak kalian 😀


__ADS_2