Bukan Pernikahan Impian

Bukan Pernikahan Impian
Petuah kakak ipar


__ADS_3

Adila pov


Kakek sudah menyusun rencana mempertemukan aku dengan laki-laki yang katanya calon suamiku, aaaahhhh mengucapkan kata calon suami rasanya lidah ku menjadi gatal.


Rencananya pertemuan akan berlangsung di rumah kakek, rasanya aku ingin meminjam pintu Doraemon agar aku bisa pergi jauh kemana saja dengan mudah, aku malas melakukan pertemuan ini, kemungkinan2 buruk terus saja bercokol di fikiranku, bagaimana jika laki2 itu juga menolak di jodohkan denganku dan dia memiliki banyak kekasih di luar sana, setidak cinta2 nya aku kepada suamiku, tetap saja aku tidak mau di selingkuhi, bukan karena patah hati, hanya saja harga diriku akan tercoreng, orang akan menyangka aku tidak becus menjaga suami hingga suamiku berpaling pada perempuan lain, apalagi jika aku sampai di ceraikan di usiaku yang masih muda dan usia pernikahan kami yang baru seumur jagung hanya karena dia tidak bisa meninggalkan kekasih2 nya itu, bukan hanya mencoreng tapi mencoreng coreng harga diriku, Oh tuhaaannn aku semakin takut...


Tok..tokk...tokkk


Seseorang mengetuk pintu kamar adila.


"Masuuuukkk." adila mempersilahkan seseorang itu masuk ke kamarnya.


"mami, ada apa mi?" tanya adila.


"Malam ini kamu harus siap2, kita ke rumah kakek untuk makan malam." jawab mami.


Deg...

__ADS_1


Adila tau ini bukan hanya sekedar makan malam biasa, pasti akan ada pertemuan di sana.


"iya mi, aku gak akan kemana mana hari ini." jawab adila malas. "percuma juga aku terus menerus mengeluh sama mami." ucapku dalam hati. Oke hari ini aku harus tau siapa laki2 yang akan kakek jodohkan denganku, biar aku bisa memutuskan apakah hati aku bisa menerima laki laki itu meskipun belum mencintai nya, atau tidak sama sekali.


"Ya sudah, mami keluar dulu ya?!" mami melangkah meninggalkan kamarku.


Aku merebahkan tubuhku di atas kasur, mencoba memejamkan mata agar sejenak bisa melupakan kegundahan hatiku.


Memang dasarnya aku tukang tidur, fikiran sedang kacau pun masih bisa tidur nyenyak, tidak terasa waktu sudah sore, aku memutuskan untuk mandi badan ku terasa lebih lengket, aku berendam di air hangat untuk merelaksasi tubuhku, sudah satu jam aku di kamar mandi akhirnya aku menyudahi mandiku dan solat ashar.


"Hay mam." tiba2 adila duduk di samping mami.


"Hay sayang, are you okay?" mami melihat wajah adila yang sudah mandi tapi tetap terlihat kusut. "i'm fine mami." jawab adila datar.


"good aftelnoon anty, do you want biscuits?" queena menyodorkan toples berisi biskuit coklat pada adila. "No, thank you." adila mencubit pipi queena dengan gemas. "Mami, apa malam ini semuanya akan pergi kerumah kakek?" tanya adila. "Tentu saja sayang, semuanya akan pergi ke rumah kakek." jawab mami. "Oohhh oke." Adila hanya ber oh ria.


"Ya sudah sebentar lagi Maghrib, kamu solat dulu habis itu siap2, oke!" mami bangun dari duduknya dan melangkah pergi ke kamar.

__ADS_1


"Kak, apa menikah itu berat?" tiba2 adila bertanya pada kakak iparnya.


Tania mengerutkan kening Kemudian tersenyum dan menjawab.


"Berat dan ringannya pernikahan tergantung kita yang membawa, Kakak berpacaran dengan mas raka kurang lebih tiga tahun, kakak fikir dengan tiga tahun mengenalnya kakak sudah tau semua kekurangan dan kelebihan masing-masing, kakak fikir pernikahan kami akan lebih mudah, namun ternyata tidak semudah itu, di awal pernikahan semuanya mulai terlihat, kebiasaan buruk kakakmu, ke biasaan buruk aku semuanya terlihat, Mungkin semasa pacaran kita pasti ada jaim2 nya, tpi setelah menikah semuanya terlihat, tidak mungkin seumur hidup kita ja'im dengan pasangan kita sendiri, dan ketika pasangan kamu sedang emosi, kamu jangan ikut2an emosi, yg ada emosi kalian akan meledak, ketika dia sedang ''panas" maka kamu yg harus "mendinginkan" begitupun sebaliknya, cobalah lebih tenang dalam menghadapi masalah, kakak tau kamu wanita yg tenang dalam menghadapi masalah, kakak percaya kamu bisa menjalani rumah tangga kamu, oh iya satu lagi, jangan menyimpan uneg-uneg, jangan menyimpan masalah hingga berlarut-larut, kalau bisa selesai kan masalah hari itu juga, jika ada uneg-uneg tanyakan atau ceritakan pada pasangan mu, sudah Maghrib kita solat dan siap2." tania mengakhiri nasihat panjangnya, mengusap kepala adila dan menggendong queena menuju kamarnya.


.


.


.


.


.


Masih terus mengasah imajinasi dan kemampuan, mohon maaf jika ceritanya terlalu gaje. ☺️

__ADS_1


__ADS_2