
Berlari dari isak, Bia tak menghiraukan panggilan dari Nathan. Yang ada dalam pikiran Bia sekarang adalah ayahnya.
Berharap kabar yang baru saja ia terima itu tidak benar. Iya sangat yakin bahwa ayahnya masih baik baik saja.
"Dok, bagaimana keadaan Papa saya. Dia baik baik aja 'kan Dok. Kabar itu tidak benar 'kan?" Bia masih ingin memastikan dengan nafas naik turun.
Dokter menghela nafas. "Bu, anda harus tenang dulu." Tak kuasa, Dokter menjeda ucapannya.
"Mohon maaf kami tidak bisa berbuat apa apa lagi. Papa anda memang sudah tiada. Anda harus sabar ya, Bu." Lanjut sang dokter lagi.
Bia mengatup. Dadanya semakin sesak tubuhnya pun melemas. Untung ada Nathan yang segera menangkap tubuh Bia sehingga Bosnya itu tidak jatuh ke lantai.
"Astaga Bu Dir," Panik Nathan
"Dok, tolong Bos saya!" Teriak Nathan.
"Mari bawa ke ruangan!" titah Dokter.
"Pak, anda tidak usah khawatir, bos anda tidak apa apa hanya pingsan. Sebentar lagi beliau sadar."
Nathan mengangguk. Tak bisa di pungkiri raut wajah kesedihan menyelimuti hatinya.
Untuk kedua kalinya ia menitihkan air matanya. Masih tak percaya orang baik yang sudah dianggap sebagai orang tuanya harus pergi secepat ini. Belum sempat ia membalas semua kebaikan Wijaya kini sosok itu telah dipanggil oleh Tuhan.
"Bu Dir, anda sudah sadar?" Nathan membantu Bia untuk bangun.
Bia memegang kepalanya yang masih sedikit pusing.
"Nath… Papa Nath…." isaknya.
Bia yang mendapat kabar jika ayahnya meninggal, ia langsung segera ke rumah sakit untuk memastikan meski sebenarnya ia tak percaya dengan berita tersebut.
__ADS_1
"Anda yang kuat ya, Bu Dir. Anda harus tabah." Nathan merangkul tubuh lemah wanita yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri.
Keluarga Anyer yang juga mendapatkan kabar duka langsung segera pergi ke rumah Wijaya.
Suami Bia juga mendapat kabar dari Oma. Ia juga bergegas menuju rumah Bia.
Biar bagaimanapun ia tetap harus menjaga status pernikahannya dengan Bia meski tak ada yang tahu.
Ia sudah terlanjur berjanji kepada Wijaya bahwa ia akan menjaga Bia seperti.
Saat sampai di rumah duka, Anyer segera masuk ke dalam. Di rumah itu juga sudah banyak para pelayat.
Wijaya menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul dua siang tadi. Meski demikian, jenazah Wijaya tetap akan dimakamkan hari itu juga.
Anyer dipanggil Oma Risa untuk mendekat. Dengan patuh Anyer mendekati Bia yang tak hentinya terisak.
Dengan perasaan ragu, Anyer menyentuh pundak Bia. Seolah menyalurkan sebuah energi kekuatan untuk Bia.
"Kamu harus ikhlas," bisik Anyer.
Kesedihan juga Lia rasakan. Jika dulu Wijaya tak menolongnya, mungkin Lia tak akan hidup sampai detik ini juga. Air mata Lia mengalir, mengenang semua kebaikan almarhum.
🌺 🌺 🌺
Setelah acara pemakaman Wijaya selesai, satu persatu pelayat mulai meninggalkan tempat peristirahatan terakhirnya. Kini yang tersisa hanyalah Anyer berserta keluarganya.
Oma Risa memeluk Bia. Memberikan kekuatan, agar Bia harus tetap kuat.
"Sudah ya, ini juga sudah sore. Kita pulang." lirih Oma Risa.
"Aku masih gak percaya Oma." isak Bia
__ADS_1
Nathan dan Lia juga masih senantiasa menunggu anak mendiang majikannya itu.
"Kamu harus ikhlas, Bia! Semoga papa kamu tenang di alam sana. Kita doa kan yang terbaik untuk papa kamu. Ya sudah, ayo kita pulang." timpal Aryo.
Nathan sebenarnya merasa janggal dengan kedekatan keluarga Anyer yang begitu intim kepada Bia. Hal itu belum pernah Nathan lihat sebelumnya.
"Kita pulang ya, Nyonya." Kali ini giliran Lia yang membujuk Bia.
Bia menatap lurus tanah basah tempat peristirahatan terakhir sang papa. Jujur i sangat berat meninggalkan tempat itu namun, bagaimanpun ia harus pulang.
Ia harus kuat dan ikhlas.
"Ya sudah ayo, Anyer bawa istri kamu ke mobil!" titah Oma.
Lagi lagi Anyer patuh. Menuntun Bia ke mobil.
Apa istri?
Apakah Nathan tidak salah mendengar. Jelas tidak, sebab Anyer menuntun langkah Bia.
Nathan menyugarkan rambutnya kebelakang dengan gundah. Sebenarnya hal apa yang sudah terlewatkan oleh dirinya samapi sampai ia tidak mengetahui pernikahan itu.
"Mbak Lia tunggu! Ada yang ingin saya bahas."
Lia menatap Nathan, lalu mengangguk pelan.
Jangan lupa tinggalin like dan komen!!!
Oh iya, aku mau rekomendasi novel yang seru dari
Emak ku MAMA RENI yang judulnya
__ADS_1
KEKASIHKU KEKASIH IBU TIRIKU di jamin seru ceritanya!!