Bukan Pernikahan Impian

Bukan Pernikahan Impian
Hal tak terduga


__ADS_3

Bia yang baru saja memasuki kantornya masih merasakan hawa panas di wajahnya. Pasalnya sebelum turun dari mobil, Anyer melakukan hal yang tak pernah terduga olehnya.


Tiba tiba saja Anyer mengecup pipi Bia. Anyer berhasil mengambil ciuman pipi pertama bagi Bia. Terlalu kolot bukan?


Ya, begitu Bia. Pacaran hanya dua bulan lalu putus. Setelah itu Bia enggan membuka pintu hatinya lagi dan memilih fokus pada pekerjaan saja.


"Bu Dir, anda kenapa?" Nathan yang sudah menyambut Bia merasa heran karena tangan Bia memegangi kedua pipi yang masih merona.


"Panas. Ini Ac mati, ya?" kilah Bia.


Nathan menautkan alisnya. Padahal ruangan sejuk di bilang panas. 


"Aneh," gumam Nathan.


Bia segara menduduki kursi kebesaran. Nathan pun juga sudah siap menyodorkan berkas yang memang membutuhkan tanda tangan Bia.


Sebelum membubuhkan tanda tangan Bia mengeceknya terlebih dahulu. Tak dapat dipungkiri perasaan bahagia terpancar dari wajah ayunya. Senyum yang indah terukir di sudut bibirnya.


"Bu Dir, apa yang membuat anda sebahagia ini?" tanya Nathan.


"Sok tahu kamu? Memangnya siapa yang bahagia?" Bia berusaha berkilah lagi.


Nathan hanya mampu menggelengkan kepala. Sudah tahu tidak bisa berbohong masih juga berbohong, batin Nathan.


"Baiklah. Sepertinya saya telah ketinggalan update pagi ini." Nathan pun mengambil berkas yang sudah siap Bia tanda tangani.


"Ih, ngambek," ledek Bia.


Nathan menahan senyumnya saat Bia mencoba mendekat. Sepertinya atasannya sudah melupakan kejadian kemarin hingga moodnya bagus seperti ini.


"Nath, kita makn siang di caffe biasa ya. Kosongkan jadwal siang ini karena aku akan mentraktir kamu sepuasnya," ujar Bia.


"Ada berita bahagia apa Bu dir?" Nathan semakin penasaran. Sudah pasti ini adalah kabar bahagia luar biasa.


"Nanti aja ceritanya. Dah ah, lima menit lagi meeting akan dimulai."


Bia meninggalkan Nathan yang masih terpaku di dalam ruangannya.


.

__ADS_1


.


.


Sementara itu di sebuah apartemen, Lisa dan Rico yang baru siap meluncurkan pelepasan untuk yang kedua kalinya di pagi ini masih enggan untuk beranjak dari ranjang meskipun sebenarnya Lisa harus berangkat bekerja.


Entah mengapa tubuh Lisa menjadi candu Rico saat ini. Berkat ada Lisa di sampingnya Rico tak perlu repot repot mencari wanita untuk memuaskan hasratnya.


"Ric, aku harus kerja," lirih Lisa yang tubuhnya masih dikunci tangan kekar milik Rico.


"Mulai sekarang kamu berhenti kerja oke!"


Mata Lisa terbelalak. Ia meraih selimut untuk menutupi tubuh yang polos tanpa sehelai benang lalu menyandarkan pada dinding ranjang.


"Kamu jangan ngaco deh, Ric. Kalau aku berhenti bekerja bagaimana nasib selanjutnya. Aku akan jadi gelandang. Apalagi setelah kejadian kemarin. Pasti Anyer akan menyita semua aset yang udah diberikan kepadaku."


Rico menghembuskan nafasnya. Jujur lelaki itu masih lelah dan mengantuk akibat pergulatan panas pagi ini.


"Sudah gak usah kamu pikirkan. Aku akan memberikan semua yang kamu butuhkan asal kamu mau menjadi wanitaku dan hanya aku yang boleh menyentuhmu. Bagaimana?"


Lisa menggigit bibirnya. Jujur penawaran yang menggiurkan. Hanya menjadi wanitanya saja semua yang ia inginkan akan diberikan tanpa harus bersusah payah bekerja.


Rico menarik tubuh Lisa agar berbaring lagi. "Kamu meragukan aku? Baiklah kita ulang sekali lagi setelah itu akan aku buktikan janjiku padamu."


Lisa hanya pasrah dan menikmati sensasi luar biasa yang Rico ciptakan. Beberapa tanda kepemilikan Rico buat di leher Lisa.


Rico sangat puas saat menjelajahi tubuh Lisa. Selain sempit Lisa juga lihai bermacam macam gaya yang selama ini Rico tak pernah dapatkan dari wanita malamnya. ******* Lisa mampu membangunkan gairahnya.


Lisa menggigit bibirnya dan mengalungkan kedua tangannya pada leher Rico kala Rico terus memacu dirinya dengan sangat cepat membut Lisa terengah engah.


"Liss… Sebut namaku…" erang Rico.


Nafas Lisa naik turun. "Ri...co…. Ah…." erang Lisa.


Rico segera membalikan tubuh Lisa menjadi di atas. Kini Lisa yang memegang kendali. Rico hanya meracau sambil meremas benda yang menggantung di hadapannya. Begitu juga dengan Lisa, sambil menggigit bibirnya ia mendesah pelan menikmati sensasi luar biasa di bawah sana.


.


.

__ADS_1


.


Anyer yang sekilas kepikiran akan Lisa segera menelpon Rafa untuk menghandle kantor sebentar.


Ia ingin memastikan bahwa Lisa baik baik saja setelah kejadian kemarin.


Beberapa kali Anyer menelepon Lisa namun nomer Lisa tidak aktif. Anyer pun memilih untuk mengecek Lisa di apartemennya.


Anyer yang mempunyai look card segera membuka pintu apartemen. Saat pertama masuk, mata Anyer telah menangkap sepasang sepatu milik laki laki. Samar sama Anyer mendengar suara keramat baginya. Ia pun bergidik ngeri lalu menuju arah suara tersebut.


Anyer membuka pelan pintu kamar Lisa karna suara berasal dari sana.


Anyer sungguh sangat terkejut dengan apa yang telah ia saksikan dengan mata kepalanya sendiri. Di hadapannya, sang kekasih tengah di jelajahi oleh seorang teman baiknya sendiri.


Anyer ingin menyeret keduanya namun, erangan dan pacuan yang cepat membuat Anyer mengurungkan niatnya. Ia berdiri menyandar di tembok menonton langsung adegan dewasa tanpa sensor.


Setelah pelepasannya Rico menjatuhkan tubuhnya di samping Lisa. Belum sempat ia menetralkan nafasnya suara tepuk tangan nyaring menggema di kamar tersebut.


"Anyer," gumam Lisa yang segera menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


Bersambung dulu ya....


Mana nih Like dan komen kalian.


Othor sedih tahu kalian gak ada jejaknya 🙄🙄


Oh ya sambil menunggu Novel ini Up lagi othor kasih rekomen salah satu novel dari sahabat othor nih,


PAST FOR FUTURE Karya NoerHBJ mampir ya!



Oh iya pantengin terus novel aku ya. Insha Allah othor novel Bukan pernikahan biasa akan update seperti biasa lagi. Pukul 6 pagi dan 5 sore.


nih othor kasih cuplikan ep besok pagi 🤫🤫


Apa yang akan terjadi pada Anyer saat dia hilang kesadaran???


__ADS_1


__ADS_2