Bukan Pernikahan Impian

Bukan Pernikahan Impian
Uang pelangkah


__ADS_3

Nasya dan adila sudah berjanji untuk pergi setelah semua mata kuliahnya selesai.


"Kita mau kemana nih?" tanya adila sambil menghidupkan mobilnya.


"Terserah kamu, aku ngikut aja." jawab nasya santai.


"Mama kamu tau nggak kalau kamu mau pergi sama aku?" adila melajukan mobilnya.


"Tau laaaah, aku bilang sama mama kalau mau pergi sama calon kakak ipar." nasya menekankan kata calon kakak ipar.


"Hadeuuuhhh mulai deeeehhh." adila memijat pelipisnya.


Nasya tertawa melihat tingkah adila.


Sesampainya di cafe mereka memesan minuman dan snack.


"Dil aku gak percaya kamu akan jadi kakak ipar aku." nasya memulai percakapan.


"jangankan kamu dil, aku juga masih percaya gak percaya." adila menyeruput minumannya.


"Orang tua kita itu lucu ya, kayak zaman siti nurbaya masih jodoh2an." ucap nasya.


"Jangan2 kamu juga otewe di jodohin." adila.


"Jangan sampaaaaaaiiiiii,." nasya mengetuk ngetuk meja dan jidatnya.


"Ha..haa..haaa.. siapa tau." adila masih saja menakuti nasya.


"Kak bagas di jodohin itu karena dia gak nikah2, aku mah kan masih muda,jadi gak bakal ada acara di jodoh2in." nasya mengerucutkan bibirnya.


"Kakak kamu itu orangnya kayak gimana sih?" adila bertanya malu2.


"Cieeeee mukanya merah." nasya malah menertawakan adila.

__ADS_1


"Kamu mh suka gak asyik ahhh." adila pura2 merajuk.


"iya sorry sorry. Kak bagas itu orangnya emang gak banyak ngomong, sama aku aja suka seperlunya, tpi dia baik kok, sayang banget sama aku, kalau aku meminta sesuatu, meminta di temani, di antar, kalau dia bisa pasti dia temenin, hanya saja kak bagas agak mudah emosi, kalau kak bagas lagi marah aku lebih baik diam." nasya menceritakan beberapa hal tentang bagas.


Adila hanya mengangguk, fikirannya jauh melayang entah kemana.


***


"Dil, pulang kuliah besok ada jadwal fitting baju sama bagas, nanti bagas yang jemput kamu di kampus, Ohh iya mami juga udah ngasih no handphone kamu ke bagas, biar kalian mudah saling menghubungi." Mami berbicara sambil mengaduk teh nya.


"Tapi aku kan bawa mobil sendiri, bakalan repot mi." protes adila.


"Besok kamu ke kampus di anter kak raja aja, atau barengan sama kak raka sekalian ke kantor." usul mami.


"Aku kuliah siang mi." adila duduk di samping mami.


"Ya udah di anterin kak raja kalau gitu, Mau kan raj?" tiba2 mami mengalihkan pembicaraan nya pada raja.


"Besok aku gak ada kuliah mi." tolak raja.


"Bukan gitu, masalahnya kamu kan belum bahas Uang pelangkah sama kakak, Kakak sedih loh di langkahi nikah sama kamu."raja mendramatisir.


"Minta sama kakek, yang mau nikahin aku duluan kan kakek." adila menjulurkan lidahnya. "Gak bisa dong, kamu yg harus ngasih uang pelangkah nya sama kakak." protes raja. "Iya nanti aku kasih buat beli bakso." adila lari menuju kamarnya sebelum bantal yg akan di lemparkan raja melayang ke arahnya. mami hanya menggelengkan kepala melihat tingkah laku anak2 nya.


Adila dan nasya berjalan menuju parkiran, ternyata bagas sudah menunggu di sana.


"Perasaan aku gak minta di jemput kak bagas." ucap nasya.


"mana aku tahu." adila mendelikan bahu sambil tersenyum.


"Kakak ngapain di sini? aku kan bawa mobil sendiri, ngapain jemput." nasya mendekati kakaknya.


"Jemput dia." jawab bagas mengalihkan pandangannya pada adila.

__ADS_1


"Ooooohhhhh mau jalan berdua, cieeeee."nasya langsung heboh.


"kamu ikut kan sya?" adila berharap nasya ikut agar tak terlalu canggung nantinya.


"Ya kali aku ngekorin orang kencan, yang ada aku jadi nyamuk." canda nasya.


Adila hanya mendelikan matanya, yang hanya di tanggapi cengengesan oleh nasya.


"Ya udah cepat pergi."nasya membukakan pintu mobil kakaknya untuk adila.


"Makasiiiihhhh."kemudian adila masuk kedalam mobil.


Bagas hanya duduk menunggu adila mencoba pakaiannya, pakaian pertama menggunakan adat jawa dengan kebaya berwarna putih panjang, adila keluar meminta pendapat bagas tentang pakaiannya.


Bagas hanya mengangguk saja, kemudian adila mencoba gaun kedua dengan tema modern, gaun panjang berwarna nude full payet dan Swarovski, membuat adila terlihat lebih elegan, lagi2 adila menghampiri bagas yang tengah duduk memainkan ponselnya.


"Yang ini gimana mas?" adila berdiri di hadapan bagas.


Bagas yg tengah asyik dengan ponselnya mendongak kaget.


kemudian bagas berdiri dari duduknya


Mengamati gaun yang adila kenakan,


"Apa menurut kamu gaun ini tidak terlalu terbuka."Bagas mengarahkan pandangannya ke arah dada adila.


Reflek adila menutupi bagian dadanya yang terhalang kain tile polos namun tetap memperlihatkan belahan dadanya dengan tangan.


"Di lihat aku saja risih kan? apalagi sampai terlihat oleh seluruh tamu." untuk kedua kalinya bagas bicara dengan adila cukup panjang.


Tapi aku suka warnanya."Adila menundukan kepala dengan tetap menyimpan tangannya di dada.


"Diskusikan dengan designer nya, dia pasti tau bagaimana caranya baju ini jadi lebih tertutup." ucap bagas lagi kemudian kembali duduk tanpa melirik ke arah adila.

__ADS_1


ini sebenarnya siapa yang mau nikah sih, kok dia cuek2 aja, berasa bukan dia yang bakal jadi suamiku. gumam adila dalam hati.


__ADS_2