Bukan Pernikahan Impian

Bukan Pernikahan Impian
Hari Bahagia


__ADS_3

Sebelum baca tekan Like terlebih dahulu


agar tidak tupa ❤


Yook beri ucapan kepada Bia dan Nathan


semoga mereka menjadi keluarga yang


Sakinah Mawaddah wa Rohmah 🤵🏻👰🏻


Selamat Membaca...


Setelah melewati hari hari biasa kini tiba hari luar biasa. Dimana seorang Bianca sudah  dirias bak menyerupai putri Aurora, putri dongeng yang menjadi impiannya. 


Gedung yang disewa pun dirancang sedemikian rupa bak seperti negeri dongeng. Para tamu undangan pun juga menggunakan kostum ala ala negri Disney


Pagi tadi, Nathan sudah berhasil mengucapkan ikrar pernikahan di kediaman Bia yang dihadiri kerabat terdekat saja. Bia dan Nathan sudah resmi menikah dan menjadi suami istri yang sah di mata agama maupun di mata negara.


Dan malam ini adalah puncak dari acara resepsi pernikahan keduanya. Bia tak hentinya mengembangkan bibir meriahnya. Sungguh mimpi yang menjadi kenyataan. Sebuah pesta pernikahan yang sangat diimpikan sedari dulu, kini sudah menjadi kenyataan. Ada tangis bahagia saat Bia mengingat sosok ayahnya yang tidak sempat melihat pesta pernikahan impian Bia.


Pesta yang sangat meriah yang diadakan di salah satu  hotel ternama memicu datangnya beberapa bawak media. Bahkan pernikahan Bia ditayangkan secara live di salah satu stasiun televisi.


Bia menatap lelaki yang berdiri di sampingnya. Saat ini Bia bahkan tidak mengenali sosok Nathan yang ia kenal. Karena Nathan yang ada di sampingnya saat ini adalah pangeran Phillip.


"Ada yang salah?" tanya Nathan saat Bia ketahuan memandangnya tanpa berkedip.


Bia tersenyum sambil menggeleng. "Tidak ada. Aku hanya memastikan, kamu Nathan atau pangeran Pillip sih," lirih Bia.


Saat ini keduanya tengah duduk di singgasana Raja-Ratu. Sudah hampir setengah hari keduanya duduk disana. Kadang mereka harus berdiri untuk menyalami para tamu undangan.


"Capek?" tanya Nathan.


Bia mengangguk pelan. "Iya. Kaki rasanya sudah sakit. Sepatunya terlalu tinggi," ujar Bia.


"Sabar ya, sebentar lagi juga selesai. Kamu puas?" tanya Nathan lagi.


"Iya, Aku puas. Makasih ya, Nath."


Tak sia sia Nathan menabung selama satu tahun hanya untuk pesta satu hari. Bisa saja semua biaya Bia yang menanggung tetapi, itu hanya akan menjatuhkan harga diri Nathan sebagai seorang laki-laki.


Persiapan selama satu tahun ternyata tidak sia sia karena acara berjalan dengan lancar sesuai keinginan keduanya.


Di akhir acara, para tamu di minta untuk berdansa. Begitu juga dengan Bia dan Nathan. Keduanya turut menikmati alunan 

__ADS_1


musik rileks.


"Bi, kamu cantik sekali malam ini?" puji Nathan sambil menyelipkan anak rambut ke telinga Bia. Rambut Bia yang hitam pekat sengaja Bia rubah warnanya menjadi warna kuning bak menyerupai putri Aurora.


Bia tersipu malu. "Memang selama ini aku tidak cantik?" protes Bia.


Nathan bergerak mengikuti alunan musik dansa. "Selama ini kamu cantik. Tetapi malam ini kamu cantik 7 kali lipat," kekeh Nathan.


"Nath, aku lelah. Kita istirahat ya," pinta Bia. 


Bia benar benar merasakan kakinya yang sudah lemas dan sudah terasa gemetar.


"Ya sudah ayo kita mundur."


Nathan menuntun Bia untuk keluar dari tempat dansa. Bahkan saat mereka bisa duduk sebentar wartawan datang untuk meminta wawancara sebentar. Dengan senang hati Bia dan Nathan mengungkapkan isi hati mereka. 


Bia terlihat begitu sangat bahagia. Tidak ada salahnya untuk berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Bahkan Bia akan mengatakan keseluruhan dunia jika saat ini dia sangat bahagia. Pernikahan yang ia harapkan kini mampu Nathan berikan untuk dirinya.


Setelah selesai, Nathan memilih mengajak Bia untuk beristirahat lebih awal. Meski waktu masih menunjukkan pukul 21.30 Nathan memilih mundur dari acara tersebut. Karena hanya tinggal acara dansa saja.


Bia pun sangat menyetujui jika mereka beristirahat lebih awal. Bia tidak menyangka bahwa pesta pernikahan nakan se lelah ini.


Mata Bia melotot saat merasakan tubuhnya diangkat oleh Nathan. Kali ini Nathan menggendong Bia ala bridal style.


Bia lagi lagi tersipu malu. Ya ampun Nathan so sweet banget sih kamu. Kemana aja aku selama ini?


Jika Bia dan Nathan saat ini sedang bahagia di hari pernikahan mereka, maka satu orang merasa sangat membenci mereka. Apalagi melihat acara pesta pernikahan mereka di siarkan secara Live. 


Siapa lagi jika bukan sosok Anyer, mantan suami Bia.


Anyer baru saja kembali setelah melihat berita Hoax tentang Bia. Bahkan ia sempat menduga bahwa anak yang dibawa Bia adalah adalah anaknya, namun ia berpikir ulang. Menyadari bahwa Bia belum pernah tersentuh oleh dirinya.


Tangan Anyer mengepal. Mereka masih bisa tertawa dan hidup bahagia. Sementara dirinya sudah kehilangan Oma untuk selamanya dan juga kehilangan warisan dari sang Oma. Warisan yang seharusnya menjadi miliknya kini telah dihibahkan ke salah satu yayasan


"Kalian akan membayar semuanya. Semuanya." tekan Anyer.


Nathan sedikit kesulitan saat ingin membuka pintu kamar hotel. Ya, karena acara mereka diadakan di hotel, maka Nathan memilih menginap di hotel sebelum pulang ke rumah.


"Aku turan aja lah, Nath," pinta Bia.


Nathan tak menghiraukan. Ia tetap berusaha membuka pintu kamar hotel.


Setelah berhasil, Nathan memastikan bahwa pintu kamar telah terkunci kembali.

__ADS_1


Kamar yang memang sengaja disiapkan untuk keduanya dengan berbagai hiasan ranjang yang bertabur bunga membentuk hati dan juga lilin-lilin yang mengitari sekitar ranjang.


"Kamu yang menyiapkan semua ini, Nath?" Bia sungguh sangat terharu. Untuk kali pertamanya ia mendapatkan perlakuan yang sangat romantis.


"Iya. Kamu suka?" tanya Nathan.


Bia mengangguk pelan.


Nathan meletakkan pelan tubuh Bia diatas ranjang. Saat ini wajah Nathan dan Bia sangat dekat. Bahkan Bia bisa merasakan hembus nafas Nathan yang keluar dari hidung nya.


Jantung Bia seakan ingin lepas saat menatap bola mata. Getaran sensasi kupu kupu menjalar dalam tubuhnya bahkan dirinya terasa mual dan sesak.


"Nath, aku ingin membersihkan badan dulu." Bia segera mendorong tubuh Nathan agar menjauh. Sepertinya Menghindari Nathan adalah cara yang terbaik. Jujur saat ini Bia belum siap. Apalagi Bia sama sekali tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh  Nathan. 


Apakah akan ada pembatas tempat tidur seperti saat bersama dengan Anyer, atau Nathan akan meminta hak nya sebagai seorang suami. 


Nathan tersadar. "Baiklah. Sini aku bantu buka gaunmu!"


Bia segera melotot. "What?! Jangan macam macam ya!"


Nathan terkekeh melihat ekspresi wajah Bia yang terlihat lebih menggemaskan.


"Aku hanya ingin membantu melepaskan resleting gaunmu aja. Kalau tidak mau ya sudah."


Bia menggigit bibir bawahnya saat menyadari gaunnya. Bagaimana bisa ia melepaskan resleting yang ada da bagian belakang. Sementara tadi yang membantu memasang adalah mbak Lia. Tidak mungkin ia memanggil Mbak Lia yang sedang mengurus Aura di rumah untuk membantu membukakan resleting gaunnya.


"Ya sudah. Tapi jangan macam macam ya!" Bia menyerah namun ia juga mengancam.


"Satu macam aja belum aku rasakan, apalgi mau macam macam," seloroh Nathan.


"Ih, nyebelin banget sih kamu Nath," pekik Bia. 


Setelah Bia selesai membersihkan diri, kini giliran Nathan yang mulai masuk ke kamar mandi untuk menghilang rasa panas dalam tubuhnya. Entah mengapa tidak seperti biasanya. Padahal selama ini dia dan Bia sering berdua namun rasanya saat ini sangat berbeda.


Tak butuh waktu lama, Nathan sudah keluar dari kamar mandi dengan mengusap rambutnya yang basah. Karena keduanya tidak membawa pakaian ganti maka keduanya terpaksa memakai kimono yang disediakan oleh pihak hotel.


Bia menelan ludahnya saat melihat Nathan yang baru saja keluar dari kamar mandi.


.


.


.

__ADS_1


Berhubungan Bia dan Nathan sudah menikah dan keduanya sudah hidup bahagia, maka cerit ini berakhir sampao disini dan akan di lanjutkan dengan cerita selanjutnya. See you kalian luar biasa ❤


__ADS_2