Bukan Pernikahan Impian

Bukan Pernikahan Impian
Histeris


__ADS_3

Melihat adila yang tengah melotot padanya, bagas hanya tersenyum geli.


"Hai gas, ini beneran kamu?" tiba2 seorang wanita cantik dan juga seksi menghampiri mereka semua.


"Selena" Semua orang serentak menyebut nama itu kecuali para istri yang bukan alumni SMA tersebut termasuk adila.


Adila hanya melihat dari ujung kaki hingga ujung rambut wanita yang bernama Selena itu.


Benar2 cantik dan juga seksi, persis body2 seorang model.


"Kapan kamu pulang ke Indonesia sel?" steve mulai menebar pesona.


"Dua hari yang lalu, aku rindu tanah airku, selama 4 tahun aku tidak pernah pulang, eh ternyata kebetulan acara reuni ini di gelar saat aku sudah di indo." jawab selena.


"Kamu semakin cantik sel, tidak salah kamu menjadi model terkenal di new York." Steve mulai memuji kecantikan selena.


"Hati hati sel, steve sedang mencari mangsa." niko mengingatkan selena.


"Serius kamu beneran makin cantik, aku gak gombal." steve mengacungkan jari tengah dan jari telunjuk nya.


"Tentu saja, perawatanku menghabiskan puluhan juta perbulan, sudah pasti aku akan semakin cantik." Selena memuji dirinya sendiri.


"Amazing." Steve semakin terpesona meskipun dia mendengar sendiri berapa biaya perawatan yang selena keluarkan.

__ADS_1


"Bagas, who did you come with?" tanya selena.


"I came with my wife." bagas merangkul bahu adila. "Kamu sudah menikah?" tanya selena kaget. "Ya, dan ini istriku."


"Hai, saya adila istrinya mas bagas." adila mengenalkan dirinya kemudian berjabat tangan dengan selena.


"Bagas sorry waktu nao...." belum selesai selena berbicara, bagas sudah memotong pembicaraan nya.


"No problem selena, aku tau kamu kan baru pindah ke new York." sela bagas.


"Sepertinya tadi selena ingin membahas naomi, sebenarnya ada apa dengan naomi?" batin adila.


Beberapa teman bagas mencuri curi pandang terhadap adila, apalagi punggung mulus adila begitu terekspose, bagas yang melihat semua itu entah kenapa membuatnya tak suka.


Bagas membuka jasnya, Menyampirkanya ke pundak adila.


Melihat adila keheranan dan takut adila berfikir macam2, akhirnya bagas bersuara.


"Ini sudah larut, nanti kamu masuk angin." ucapnya datar.


"Siapa suruh beliin baju kayak gini." batin adila.


Adila terus saja menerka nerka, sepertinya naomi memang teman sekolah bagas dan selena, sepertinya Selena tau tentang hubungan bagas dan naomi.

__ADS_1


"Dihhh ngapain juga aku ngurusin urusan mereka." bathin adila.


Selama di perjalanan adila dan bagas hanya saling diam, sesekali bagas melirik adila yang tampak membetulkan jas yang tersampir di pundaknya.


Tepat di depan rel kereta mobil mereka berhenti, menunggu kereta yang akan lewat.


Tiba2 ada seorang wanita yang berlari menuju rel kereta, Wajah bagas seketika panik, Semua orang berteriak pada wanita itu untuk keluar dari jalur kereta, Namun wanita itu tidak menghiraukan teriakan orang di sekitarnya, sementara kereta sudah mulai terdengar semakin dekat.


"Naomi jangaaaannn, naomiiiii." Bagas berteriak histeris di balik kemudi.


Adila panik melihat wajah bagas yang terus berteriak histeris, Sementara bagas terus saja berteriak.


"Mas kamu kenapa mas?" Adila mengusap tangan bagas sementara adila tidak tau apa yang terjadi dengan bagas.


"Naomiiiiiiiiii." Bagas meneriakkan nama naomi saat kereta menyambar gadis yang berdiri di rel.


Wajah bagas semakin merah padam, Tangannya menjambak rambut nya sambil terus meneriakan nama naomi.


Adila pun menelpon ibu mertuanya dan mengatakan apa yang terjadi dengan bagas.


Ibu mertuanya menyuruh adila membawa pulang bagas kerumah mertuanya.


"Mas ayo kita pulang." adila memegang bahu bagas, sementara kepala bagas masih tertunduk.

__ADS_1


"Mas, Biar aku yang bawa mobilnya." Adila keluar dari mobil, Memindahkan bagas ke kursi samping pengemudi.


Bagas sangat lemas, dia terus saja memanggil nama naomi.


__ADS_2