Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter 10. Tong Sampah


__ADS_3

*Tap, tap, tap!!!


Wiway berjalan pelan memasuki bangsal perawatan pasien VIP.


Matanya tak berkedip ketika melihat sesosok lelaki tua yang terbaring di sendirian dengan banyak selang yang terpasang di tubuhnya.


"Mas Galih??" ucapnya menatap lelaki renta di hadapannya.


"Siapa kau??" jawabnya ketakutan


"Mas pasti tidak akan lupa dengan wanita yang mencintai selama hampir enam tahun,"


"Fatimah, benarkah kau Fatimah??" tanya lelaki itu ketakutan


"Apa kau datang untuk membunuhku??" imbuhnya berusaha menekan tombol panggilan darurat.


"Aku bukanlah hantu pendendam yang haus darah Mas. Jika aku berniat balas dendam maka sudah ku habisi kau dan istrimu dari dulu,"


"Aku hanya ingin memastikan apa kau hidup bahagia setelah menyingkirkan aku dari hidupmu dan berpaling dengan wanita itu. Tapi aku senang melihat keadaan mu seperti ini. Kau terlihat menderita dengan penyakit mu, kau juga sangat kesepian karena wanita itu tak menemanimu di sini saat kau membutuhkannya,"


"Akhirnya kau tahu wanita seperti apa dia, sekarang kau baru menyadari bukan jika tidak ada satupun wanita yang lebih mengerti dan menyayangimu selain diriku," Imbuhnya kemudian berjalan meninggalkannya


*Flashback off


Dewi, benarkah dia Dewi!!!


Wiway benar-benar terkejut saat melihat wanita yang berdiri di depannya.


"Karena ada Ezza ada di sini, momy akan pergi ke rumah sakit untuk menjenguk papih kamu,"


"Ok Mom, Titi DJ ya?"


Wanita itu kemudian pergi bersama sopir pribadinya menuju rumah sakit.


"Kita kemana Bu?"


"Rumah Mas Aby,"


"Bukan ke rumah sakit Bu,"


"Untuk apa kita ke rumah sakit , yang terpenting sekarang aku harus memastikan apa dukun itu berhasil menangkap hantu itu atau belum,"


"Baik Bu,"


"Ternyata benar dugaan ku, wanita ini sengaja meminta bantuan dukun untuk menyakiti aku. Dasar ular, bahkan setelah aku matipun kau masih ingin menyingkirkan aku," Wiway menatap nyalang wanita di sampingnya dan bersiap mencekiknya.


"Kenapa tiba-tiba bulu kudukku berdiri ya," ucap Dewi mengusap tengkuknya dan menoleh ke kanan dan ke kiri.


"Hiiii, sepertinya aku harus minum air dari Mas Aby, aku takut hantu Fatimah akan mengikuti ku," wanita itu kemudian mengambil air mineral dari tasnya dan langsung meneguknya hingga habis.


*Braakkk!!!


"Arrgghhh!!" Wiway mengerang kesakitan saat tubuhnya terlempar keluar menghantam aspal.

__ADS_1


"Suara apa itu," ucap Dewi ketakutan,


Wanita itu menoleh ke sekelilingnya.


"Bisa lebih cepat sedikit Mang, aku takut ada yang mengikuti kita,"


"Baik Bu!" sahut sang sopir menambah laju kendaraannya.


"Sial, sepertinya wanita itu benar-benar memakai jasa dukun agar aku tidak bisa menyentuhnya." ucap Wiway geram


"Aku harus terus mengikutinya dan mencari tahu siapa dukun yang membantunya," ucap wanita itu kemudian terbang mengikuti mobil itu.


*Ciiit!!!


Mobil sedan itu berhenti di depan rumah sederhana dengan rerimbunan pohon di halaman depannya.


Dewi segera turun dan mengetuk pintu rumah itu.


"Ternyata ini rumah dukun itu," Wiway bersandar di dahan pohon besar mengamati sekitar rumah itu.


Setelah melihat Dewi keluar dari rumah itu Wiway segera turun dari pohon tersebut dan berjalan mendekati pintu masuk.


Ia berusaha menerobos masuk kedalam, namun seperti di rumah Dewi, Wiway kembali terpelanting ketika mencoba menembus pintu rumah itu.


"Arrgghhh!!" ucap wanita itu kesakitan


"Sepertinya aku kedatangan tamu tak diundang," ucap Aby mengulurkan tangannya.


"Cih, tamu tak diundang, kaya judul lagu," sahut Wiway membuat Aby tertawa mendengarnya


"Baru pertama kali aku lihat ada hantu lucu seperti dirimu," sahut Aby menatapnya


"Hmmm, sayang sekali aku bukan tipe hantu yang mudah tersanjung dengan pujian dukun seperti dirimu, sorry," jawab Wiway mencebikkan bibirnya.


"Kamu benar-benar menggemaskan,"


"Apa kau dukun yang dibayar oleh Dewi untuk mengusirku?" tanya Wiway menatapnya tajam


"Benar sekali," jawabnya singkat


"Cih, pantas saja kau tak terkejut melihatku. Melihat pagar gaib yang kau buat untuk menangkal kehadiranku di rumah Dewi, sepertinya kau bukan dukun kaleng-kaleng." tukas Wiway


"Karena kau sudah datang ke rumahku sebaiknya aku tidak menyia-nyiakan kesempatan ini," Lelaki itu berusaha menangkap wanita itu namun Wiway dengan sigap segera menghindar saat Aby hendak menarik bahunya.


"Jangan pikir kau bisa lari dariku," lelaki itu menyerang Wiway dengan cepat membuat wanita itu kewalahan menghadapinya.


Lelaki itu tersenyum sinis saat melihat Wiway yang terdesak dan terluka terkena pukulannya.


Mahluk itu berusaha menghindar saat Aby mendekat kearahnya.


"Sekarang aku akan mengembalikan kamu ke bukit Gombel tempat mu berasal,"


Aby menggerakkan tangannya, untuk memulai ritual pengusiran roh halus.

__ADS_1


Wiway berusaha meninggalkan tempat itu, tapi ia sama sekali tidak bisa bergerak seperti ada kekuatan gaib yang menahannya.


"Sial, kalau seperti ini aku benar-benar akan kembali ke Bukit Gombel. Tidak, aku tidak boleh kembali ke tempat itu aku tidak mau lagi terkurung lagi di tempat itu," Wiway berusaha mengerahkan semua kekuatannya untuk bangkit dan berdiri.


Sang ireng jeneng muksa pangreksan, sang ening menenng jati rasane, lakune ora katon, pangrasane manusia. "Bismillahir rahmanir rahim. Car mancur cahyaning Allah sungsum balung rasaning Pangeran, getih daging rasaning Pangeran, otot lamat-lamat rasaning Pangeran, kulit wulu rasaning Pangeran, iya ingsun mancuring Allah, jatining manusa, ules putih lungguhku, Allah, nek putih rasaning nyawa, badan Allah, sang kalebut putih iya ingsun nagara sampurna.


Tiba-tiba angin berhembus kencang, membuat Wiway ketakutan. Wanita itu berusaha bertahan agar tak tersapu angin dengan mencengkeram akar pohon yang menjulang ke luar.


"Kalau begini terus aku bisa terbawa angin, aku harus berbuat sesuatu agar bisa lari dari tempat ini," Wiway kemudian mengambil segenggam debu dan melemparnya ke wajah Aby saat pemuda itu handak menikamnya.


"Arrgghhh!!" melihat sang dukun lengah Wiway segera bergegas meninggalkan tempat itu.


"Hosh, hosh, hosh!!" wanita itu mengatur nafasnya dan bersembunyi di sebuah gudang kosong.


Suara kicauan burung membuat Wiway terbangun dan mengerjapkan kedua matanya.


"Sudah pagi rupanya, ah ... rasanya badanku sakit semua!" serunya meregangkan kedua tangannya.


*Kruyuukk...


"Lapar sekali, mungkin karena semalam aku habis bertempur melawan dukun sialan itu, jadi cacing-cacing diperut ku mulai kehabisan energi. Sabar sebentar ya, aku akan mencari makanan untuk membuat kalian kenyang." Wiway membuka pintu gudang dan menatap pohon mangga di depannya.


"Bersiaplah, aku akan segera memetik mu buah mangga," wanita itu memasang kuda-kuda dan bersiap untuk melompat ke arah pohon itu.


*Bruuugghh!!


"Awww, kenapa aku sangat lemah hari ini. sampai-sampai melompat pun tak bisa. Mungkin karena semalam aku banyak memakai kekuatanku jadi pagi ini energi ku benar-benar habis."


Gadis itu terpaksa pergi meninggalkan tempat itu untuk mencari makanan.


"Oh, andai saja kekuatan ku kembali mungkin aku bisa mendapatkan makanan dengan mudah." ucapnya gusar


Gadis itu melihat seorang pengemis mengorek-ngorek tempat sampah dan tersenyum ketika mendapatkan makanan.


"Hmmm, sepertinya aku juga harus melakukannya," Wiway segera menuju ke tempat sampah dan mengorek-ngorek tempat sampah itu berharap menemukan makanan yang masih bisa di makan.


"Wiway," Ezza merasa iba ketika melihat Wiway sedang mengacak-ngacak tong sampah.


"Stop Ezza, berhentilah untuk mengkhawatirkannya. Lagipula dia itu bukan manusia, jadi tidak masalah jika dia makan makanan basi atau kotoran," ia berusaha melawan nuraninya yang masih peduli dengan gadis itu.


"Persetan dengan Wiway,"


"Wah aku dapat !!" seru Wiway berjingkrak-jingkrak bahagia saat mendapatkan sisa nasi kotak


*Buuggghhh!!


Seketika gadis itu jatuh terjerembab ke aspal saat seorang lelaki mendorongnya dan mengambil kotak makanan dari tangannya.


"Jangan pernah mencari makanan di wilayah ku atau kau akan aku habisi!" ancam lelaki itu membuat Wiway geram


"Dasar manusia brengsek, beraninya kau menghardik ku, apa kau sudah bosan hidup!" seru gadis itu mengepalkan tangannya.


Wanita itu segera bangun dan berjalan menghampirinya, saat ia akan mencekik pria itu tiba-tiba Ezza langsung menariknya.

__ADS_1


"Jangan lakukan itu Wi,"


__ADS_2