Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter 40. Galau 2


__ADS_3

*Deg


Rasanya dunia benar-benar berhenti berputar saat aku melihat Ezza bersama dengan Berlin. Entah kenapa tiba-tiba hatiku terasa sakit melihat kebersamaan mereka meskipun aku tahu Ezza tak meresponnya tapi tetap saja melihatnya bersama wanita lain sudah mampu merontokkan jantungku.


Ternyata bukan manusia saja yang bisa patah hati, hantu juga bisa merasakan yang sama.


Wiway segera memukul-mukul dadanya dan berjalan gontai meninggalkan tempat itu.


Saat tubuhnya mulai goyah, tiba-tiba seorang menangkapnya.


"Terimakasih," ucap Wiway kemudian kembali melangkah pergi meninggalkannya.


Lelaki itu kemudian berlari menyusulnya, "Kalau tidak keberatan aku bisa mengantarmu pulang," ucap Roy tulus


"Tidak usah aku masih kuat kok," sahut Wiway mencoba tegar


"Aku minta maaf karena sudah membuat mu seperti ini," ucap Roy membuat Wiway menghentikan langkahnya dan menatapnya.


"Kenapa harus minta maaf, memangnya kamu salah apa?" tanya Wiway penasaran


"Wajar saja jika kau berkata seperti itu karena kamu tidak mengenalku. Aku Roy lelaki yang pernah kau kalahkan saat mencoba merisak Ezza, apa kau ingat?"


"Sebentar, aku coba ingat-ingat dulu ya, soalnya aku jarang mengingat seseorang kecuali dia benar-benar membuat aku terpukau," jawabnya sembari berpikir keras mengingat wajah lelaki di depannya.


"Aku juga yang menjatuhkan Ezza dari bukit Gombel," imbuhnya seketika membuat Wiway langsung melotot mendengar kata Bukit Gombel membuat Roy sedikit ketakutan dan mundur alon-alon bersiap kabur saat wanita itu akan menyerangnya.


"Oh iya sekarang aku ingat siapa kamu. Meskipun kau adalah lelaki yang jahat tapi tidak di pungkiri jika kamulah yang sudah membuat aku dan Ezza bertemu."


jawab Wiway berseri-seri


"Syukurlah, aku kira kau marah padaku dan ingin membunuhku," jawab Roy mengusap dadanya.


"Wkwkwkwk, benarkah kau begitu takut padaku?" tanya Wiway membuat Roy langsung menganggukkan kepalanya.


"Gak usah takut, meskipun aku ini bukan seorang manusia seperti dirimu tapi aku ini hantu baik dan tidak sombong." bisik Wiway


"Baik tapi kok menghajar ku habis-habisan waktu itu," cetuk Roy


"Oh itu karena kau jahat, tentu saja sebaik-baiknya aku tetap saja aku tidak suka melihat orang yang ku sayang di sakiti didepan ku, aku harus melawan kalian untuk melindunginya. Jadi jangan salahkan aku jika berbuat kasar padamu. Ingat pepatah mengatakan Lo asik gue santai, Lo usik gue bantai," Jawa. Wiway membuat Roy terkekeh mendengarnya.


"Ternyata Lo itu tidak sejahat yang gue bayangkan. Sebagai hantu Lo bahkan lebih asyik daripada manusia,"


"Jelas dong, Wiway gitu lho!" sahutnya sembari mengangkat alisnya.


"Wkwkwkwk, bener-bener kocak Lo Wi," sahut Roy tak berhenti tertawa

__ADS_1


"Mau kemana Wi!" seru Roy mengejarnya


"Pulang, gue mau nenangin diri dulu. Gak kuat lihat Ezza sama yang lain," jawabnya lirih


"Bagaimana kalau aku traktir kamu sebelum pulang?" tanya Roy


"Oklah, lagipula aku juga laper, aku harus tetap makan teratur agar kuat menghadapi kenyataan. Karena sedih juga butuh tenaga,"


"Sirip," jawab Roy kemudian membonceng Wiway menuju ke sebuah warung tenda.


"Pesan aja sesuka kamu, maaf gue gak bisa traktir Lo di tempat mahal maklum mahasiswa," jawab lelaki itu.


"Sans aja kales," jawab Wiway kemudian segera memesan sepiring nasi putih dengan ayam goreng


Gadis itu segera melahap hidangannya dengan cepat, "Boleh nambah?" tanya Wiway dengan wajah imutnya


"Silakan,"


"Thank you," Wiway segera memesan lagi menu yang sama dan menghabiskannya.


Roy benar-benar tercengang melihat ***** makan gadis itu yang bisa menghabiskan nasi hingga lima porsi.


"Kamu laper apa doyan?" tanya Roy


"Dua-duanya," jawab Wiway tersenyum menatapku.


"Perasaan familiar sama kata-kata itu,"


"Iyeh, itu boot MT wkwkwkwk," jawab Wiway membuat keduanya tertawa


"Astoge pantesan kaya gak asing, kocak lo Wi,"


"Hooh, yaudah kalau gitu aku pamit ya, papay!" ucap Wiway kemudian meninggalkannya.


Gadis itu sengaja memilih jalan sepi agar ia tidak melihat pasangan muda-mudi yang asyik berpacaran di taman kota.


Akhirnya aku bisa menangkap mu juga Wewe Gombel.


Seorang lelaki paruh baya diam-diam mengikuti Wiway. Merasa ada yang mengikutinya Wiwaypun menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang.


"Gak usah ngumpet, tunjukkan siapa dirimu!" serunya sembari menatap sekelilingnya.


"Rupanya kau punya nyali juga Wewe Gombel," ucap seorang lelaki mirip dukun keluar dari semak-semak.


"Oh rupanya lo dukun jahat yang sedang mengincar ku?" ucap Wiway sinis

__ADS_1


"Benar sekali, jadi bersiaplah untuk aku kirim ke alam Baka!" seru lelaki itu kemudian menyerangnya


Wiway segera terbang menghindar serangan dukun itu.


"Rupanya aku tidak bisa meremehkan mu Wewe Gombel," ucap Dukun itu mengeluarkan senjata pusakanya.


"Cih, kau pikir bisa membunuhku dengan mudah dukun laknat!" ucap Wiway menyeringai.


Ia segera melesat menghantam tubuh lelaki itu dengan pukulan mautnya.


*Buuugggghhh!!


Seketika lelaki itu jatuh terkapar hingga benda pusakanya lepas dari genggamannya.


Saat ia hendak meraih keris saktinya, Wiway segera menggilas telapak tangannya hingga lelaki itu menjerit kesakitan.


"Dukun jahat seperti mu harus aku musnahkan, agar tidak ada lagi mahluk gaib yang tersiksa karena harus menjadi budak mu,"


"Kaulah yang jahat Wewe Gombel, kau bahkan lebih jahat daripada aku. Kau masih saja berharap tetap bersama pemuda itu meskipun kau tahu dia bisa mati jika terus bersamamu. Jika kau benar-benar mencintainya kenapa kau tidak meninggalkannya, kenapa kau tidak kembali ke asal mu dan membiarkan dia hidup normal seperti manusia lainnya," ucap Dukun itu membuat Wiway langsung melepaskannya.


Gadis itu terlihat gusar setelah mendengar ucapan sang dukun, "Kau benar juga, aku memang jahat, tapi apa aku salah jika aku ingin selalu bersama dengan lelaki yang aku cintai, toh aku juga tidak tahu kalau kebersamaan kami akan membuatnya bengek di kemudian hari. Jika aku tahu semua ini dari awal aku juga tidak akan pernah mengikutinya seperti sekarang ini, jadi tolong jangan salahkan aku," ucap Wiway sendu


Melihat Wajah yang mulai lemah membuat dukun itu menyeringai, ia segera mengambil kerisnya. Ia kemudian berdiri dan menatap lekat gadis itu.


"Kau memang bodoh Wewe Gombel, sekarang bersiaplah untuk mati dan kembali ke alam Baka!" lelaki itu kemudian menghampiri Wiway dan menusuknya.


Beruntung Wiway segera menghindar sehingga keris pusaka itu hanya menggores tubuhnya.


Ia berusaha kabur dan menyelamatkan diri dari dukun itu.


Ia terus mempercepat langkahnya sembari memegangi perutnya yang terluka karena tergores keris sakti itu.


"Kenapa di saat terluka seperti ini aku tidak bisa mengeluarkan kekuatanku," ucapnya parau


"Aarrgghhh!!" Wiway jatuh tersungkur saat kakinya menyandung sebuah batu.


"Aku senang sekali karena hari ini aku akan mendapatkan benda pusaka sakti yang ada dalam dirimu Wewe Gombel. Sebenarnya aku tidak mau membunuhmu tapi meskipun aku tidak membunuhmu, akan ada orang lain yang akan melakukan hal yang sama padamu demi mendapatkan benda pusaka yang ada padamu. Jadi bersyukurlah karena aku akan menyempurnakan kematian mu agar sukma mu bisa kembali ke alam baka dengan tenang,"


*Buuggghhh!!


Saat sang dukun menghujamkan keris itu ke arah Wiway tiba-tiba seorang pemuda datang dan melepaskan tendangan kearahnya hingga dukun itu terjungkal ke tanah. Ia segera menarik lengan Wiway dan membawanya pergi meninggalkan dukun itu.


Bersambung......


Penasaran kan siapa cogan yang menyelamatkan Wiway, kuy kasih gift Othor dulu biar bisa crazy up hari ini. Aku janji up lima chpater kalau kalian kasih gift banyak apalagi lempar koin.

__ADS_1


Beneran deh aku gak bohong, jadi gift sebanyak-banyaknya ya...aku tunggu 😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2