
"Astoge!!" seru Neneng terkejut.
Wanita itu seketika limbung dan hampir saja pingsan saat melihat Derry tengah bercengkrama dengan Ezza dan Wiway seperti orang normal.
Beruntung Wiway dengan sigap langsung menangkap tubuhnya.
"Thanks dear," ucapnya kemudian menghela nafas
"Kenapa Tan, kenapa Tante pucat sekali, apa yang dikatakan dokter pada Tante sehingga Tante terlihat shock berat?" tanya Wiway
"Yang membuatku shock bukan dokternya Wi, tapi biaya rumah sakitnya," jawab Neneng membuat semuanya tertawa mendengarnya
"Sue Tante, kirain apaan ternyata cuma itu doank. Sans aja nanti biar Wiway yang bayar Tan," sahut Wiway
"Hilih Bibi apaan sih gitu doang lebay," sahut Ezza
"Yaelah pada serius amat nih ya, orang aku cuma bercanda aja kok pada serius. Giliran kalian becanda aja aku ikut ketawa masa pas aku bercanda kalian malah menganga kan sue," ucap Neneng membuat semuanya diam menganga.
"Btw kamu beneran dah sehat Der?" tanya Neneng menghampirinya
"Alhamdulillah Tan, aku baik-baik saja." ucap Derry kemudian berdiri
"Masa sih, tadi dokter bilang karena lukamu parah bisa jadi kemungkinan kamu bisa jalan lagi itu sangat lama atau bisa jadi malah kau akan mengalami kelumpuhan," ujar Neneng
"Apa itu yang membuat Bibi oleng?" tanya Ezza
"That's right baby," jawab Neneng
"Tapi beneran kok Tante aku gak papa, nih jalan aja lancar bebas hambatan kaya di tol," sahut Derry kemudian berjalan mengelilinginya.
"Hooh, kok bisa yah. Apa ini yang namanya ke ajiban,"
"Keajaiban Tante!!" seru ketiganya bersamaan
"Hooh, itu maksudnya,"
"Btw berarti aku harus menemui dokter ganteng dulu, biar dia tahu kondisi terbaru Derry," Neneng kemudian bergegas meninggalkan ruangan itu.
Selepas kepergian Neneng Derry kemudian mengeluarkan sebuah kado kecil dari saku celananya dan memberikannya kepada Ezza
"Gue belum berhasil memberikan kado ini pada Wiway karena pas aku datang ke tempat resepsi pernikahan sudah sepi," ucap Derry
Ezza kemudian memberikan kado itu pada Wiway.
"Bukalah," ucap Ezza
Wiway segera membuka kotak itu dan melihat isinya.
__ADS_1
"Kenapa kau memberikan benda ini padaku, bukankah ini sudah aku berikan pada Tante Neneng?" tanya Wiway
"BI Neneng memintaku mengembalikannya padamu karena ia bilang selalu melihat kejadian aneh setelah ia menerima benda itu darimu," jawab Ezza
"Lalu cincin ini kenapa kau memberikan semuanya padaku?" tanya Wiway lagi
"Jika kau benar-benar meninggalkan aku maka seperti cincin itu, aku akan mengikuti mu kemanapun kau pergi aku tak peduli meskipun aku harus meninggalkan dunia ini. Karena kita sudah ditakdirkan untuk bersama, jadi aku juga tidak mau memisahkan cincin itu," jawab Ezza
"Uunncchh so sweat," sahut Wiway langsung memeluk Ezza
"Ish, mulai lagi deh," cibir Derry menyungutkan wajahnya
"Maaf Der, derita Lo jadi jones," sahut Ezza sambil tertawa
"Dih sue," sahut Derry kemudian beranjak meninggalkan ranjangnya.
"Stop mau kemana," ucap seorang dokter menahan Derry saat akan keluar dari ruangan itu.
"Mau cari pacar dok, sebel dikatain jones mulu sama mereka berdua, kan mengsedih," ucap Derry menunjuk kearah Ezza.
Tentu saja sang dokter dan semua yang ada di sana tertawa melihat ekspresi sedihnya.
"Uluh-uluh, cup.. cup, tayang...tayang, sini ponakan Tante sayang," ucap Neneng membuat Derry langsung menghampirinya.
"Lebih baik sekarang kita cek dulu kondisi Mas Derry, karena aku ingin memastikan sendiri kalau kondisi anda baik-baik saja," ucap sang dokter
Derry mengangguk pelan dan mengikuti saran sang dokter berbaring ke brankarnya.
"Sebaiknya kita harus melakukan Rontgen untuk memastikan apa ia benar-benar sudah sembuh total," ucap sang dokter
"Baik dok, lakukan saja yang terbaik untuk teman saya ini,"
"Baiklah, silakan tanda tangani surat persetujuan ini agar kami bisa langsung mengambil tindakan," ujar sang dokter kemudian memberikan selembar kertas kepada Neneng
"Ok, dok." Neneng segera menandatangani surat itu dan menyerahkannya kepada sang dokter.
"Terimakasih atas kepercayaan Anda. Baiklah kalau begitu kami akan segera membawa Mas Derry ke ruang Rontgen,"
"Silakan dok,"
"Hati-hati Der, jaga dirimu baik-baik. Kalau perlu katakan saja apa pesan-pesan terakhirmu," goda Ezza
"Sue Lo," sahut Derry dengan nada tinggi membuat Ezza terkekeh mendengarnya.
"Gak boleh gitu Lo Za, pamali. Meskipun sudah tertera dalam surat pernyataan, tetap saja kita juga harus mendoakan dia agar ia masih bisa kembali dengan selamat." imbuh Neneng
"Astagfirullah Tante," ucap Derry membuat Ezza semakin terkekeh kecil
__ADS_1
"Sabar Der, tenang saja aku akan selalu mendoakan mu. Aku akan berdoa kepada Allah agar semuanya berjalan lancar dan kau bisa kembali sehat seperti sedia kala," ucap Wiway membuat Derry menyunggingkan senyumnya.
"Alhamdulillah, makasih Wi. Ternyata hanya kamu satu-satunya manusia normal di sini," jawabnya bangga
"Kebalik kali!" seru Neneng dan Ezza berbarengan
"Biasa aja keles ngomongnya, gak usah ngegas juga." jawab Wiway
Satu jam kemudian dokter segera menemui Neneng dan memberitahukan kondisi Derry.
"Seumur hidup saya menjadi seorang dokter batu kali ini saya mengalami hal ganjil seperti ini," ucap dokter itu bingung.
Ia kemudian mengeluarkan hasil X-ray Pertama tulang kaki Derry dan hasil Rontgen X-ray kedua Derry.
"Coba lihat baik-baik hasil Rontgen X-ray yang pertama," ucapnya sembari menunjukkan hasil Rontgen kepada Neneng.
"Pada hasil Rontgen pertama menunjukkan adanya keretakan tulang kaki Mas Derry yang membuat saya mendiagnosis jika dia akan mengalami kesulitan berjalan atau bisa saja lumpuh. Itulah kenapa dari semalam ia tetap tak sadarkan diri hingga kami berhasil melakukan operasi kecil padanya. Namun di hasil Rontgen yang kedua tampak tidak ada keretakan pada tulang kaki itu, bahkan hasil sambungan tulang operasi semalam pun menghilang. Bukankah ini ajaib?" tutur sang dokter kebingungan.
Bukan hanya sang dokter yang terkejut dengan kesembuhan Derry bahkan semua perawat dan juga tim medis yang menolong Derry juga dibuat heboh dengan kasus itu.
Wiway kemudian melihat paku bumi di kotak kado pemberian Ezza.
"Aku yakin Semuanya karena paku ini, sebaiknya aku segera menyembunyikan paku ini di tempat aman. Karena aku yakin jika berita ini beredar maka akan banyak orang yang mencari tahu tentang penyebab Derry bisa selamat dari kecelakaan maut.
Mendengar kabar kecelakaan yang dialami oleh Derry membuat Berlin segera mengunjungi pemuda itu di rumah sakit.
"Selamat siang Der, gimana keadaan Lo?" sapa gadis itu sembari memberikan buah tangan yang dibawanya.
"Alhamdulillah Be, aku baik-baik saja," jawab Derry membuat Berlin mengerutkan keningnya.
"What, baik-baik saja. Bukankah kemarin Tante bilang kamu sempat dioperasi dan tidak sadarkan diri sampai siang tadi?" sahut Berlin.
Ezza segera menginjak kaki Derry dan mengedipkan matanya memberikan kode pada sahabatnya itu.
"Awww, sakit tahu Za!" celetuk Derry menahan sakit.
"Tentu saja sekarang Derry baik-baik saja Be, karena sudah dioperasi. Tapi tetap saja dia masih sakit dan perlu di rawat lebih lama di sini sampai dia bisa berjalan lagi," ucap Ezza mencoba mengalihkan perhatian Berlin yang mulai curiga padanya
"Jangan bohong Za, bukannya dok...." belum selesai Derry melanjutkan ucapannya, Ezza segera membungkam mulutnya.
"Biasa dia suka begitu Be, maklum dia sudah gak betah di sini dan selalu saja minta pulang ke kosannya." sahut Ezza lagi
"Oh begitu, semoga lekas sembuh ya Der. Aku pamit pulang dulu papay!" ucap Berlin berpamitan.
Berlin yang penasaran melihat kondisi Derry baik-baik saja segera mencari informasi melalui perawat yang merawat Derry.
Gadis itu menyunggingkan senyumnya ketika mendengar informasi tentang lelaki itu.
__ADS_1
"Sepertinya ini berita bagus, aku harus apa yang menyebabkan Derry mengalami kecelakaan. Aku yakin bisa memecahkan masalah ini dengan cepat. Dan aku rasa kasus ini ada hubungannya dengan hantu Wewe Gombel itu," ia kemudian pergi meninggalkan pos jaga perawat dan meningkatkan rumah sakit.
Ia menghentikan langkahnya saat melihat Wiway tengah mengehentikan sebuah Taksi. tanpa pikir panjang Berlin langsung mengikuti k mana Wiway pergi.