
Wiway terlihat begitu cantik memakai kebaya khas orang Jawa. Gadis itu tersenyum menatap dirinya di depan cermin.
"Semoga hari ini berjalan lancar,"
"Aamiin," ucap Derry memasuki kamarnya.
"Masya Allah cantiknya sahabat ku ini," puji Derry
"Thanks Der, btw aku gak terlalu menor kan dandannya?" tanya Wiway
"Gak kok, kamu cantik apa adanya, natural?"
"Syukurlah, btw apa rombongan Ezza sudah datang?" tanya Wiway
"Sudah tuh, makanya keluar yuk?" ajak Derry
Wiway mengangguk dan segera mengikuti Derry menuju ruang tamu.
Semua mata tak berkedip menatap keelokan paras Wiway yang cantik alami meski hanya memakai make up seadanya.
"Masya Allah cantik banget kamu Wi?" ucap BI Neneng menghampirinya
"Btw kamu pakai MUA siapa?" bisik wanita itu
"Gak pakai MUA kok Tante, Wiway make up sendiri." jawab gadis itu lirih
"Boong aja, masa bisa glowing gitu?" tanyanya lagi
"Pakai popok Wewe Gombel Tante," bisik Wiway membuat Neneng membelalakkan matanya
"Astagfirullah, aku mau lah kalau gitu," jawab Neneng membuat Wiway tertawa kecil
"Tar kalau di kasih Tante, Wiway gak pakai CD dong Tante," jawab Wiway
"Emang kamu gak punya gantinya??"
"Gak ada Tante, this only one. Cuma ini satu-satunya," jawab Wiway
"Astaga, gak pernah di cuci dong??"
"Justru itulah, emang under ware ini gak boleh di cuci. Kalau di cuci nanti ilang dong khasiatnya."
"Oh my God, pasti bau banget dong," ujar Neneng
Wiway terkekeh melihat ekspresi wajah Neneng.
"Ngomongin apa sih kalian sampai serius banget?" tanya Wisnu
"Biasa bang urusan wanita," sahut Neneng
"Syukurlah kalau kalian akur, setidak aku merasa senang karena memiliki menantu yang ceria dan juga baik hati," tutur Wisnu
"Makasih Om," jawab Wiway
"Mulai sekarang jangan panggil om lagi, panggil aku ayah. Karena sekarang kamu juga sudah menjadi putriku," sahut Wisnu
"Baik ayah,"
"Alhamdulillah, saya suka melihat pemandangan seperti ini." tukas Kyai Umar memasuki ruangan itu
"Bagaimana Kyai, apa kita mulai acaranya Sekarang?" tanya Lingga
"Kuy," jawab Kyai Hasan enteng
Mereka kemudian segera duduk lesehan di ruangan yang sudah dipersiapkan oleh Lingga.
__ADS_1
Ezza kemudian memasuki ruangan itu di dampingi oleh Derry. Ia segera duduk di samping Kyai Umar, sedangkan Wiway duduk di depannya di dampingi oleh Lingga dan istrinya Tari.
"Alhamdulillah semuanya sudah berkumpul, dan sekarang saya serahkan semuanya kepada nak Ezza yang akan menyampaikan maksud hatinya kepada sang pujaan hati," ucap Kyai Hasan kemudian mempersilakan pemuda itu untuk menyampaikan maksud kedatangannya.
Entah kenapa Ezza yang biasanya selengean hari itu terlihat gugup. Pemuda itu bahkan tak berani menatap wajah cantik Wiway.
"Gue gemetaran bro," bisik Ezza
"Santai aja, sebut namaku tiga kali biar gak grogi," sahut Derry
Ezza menarik nafas panjang mencoba menenangkan gemuruh dalam kalbunya.
"Ikan Hiu keselek Kurma Monggo silakan sampaikan maksud hati anda Mas Ezza," ucap Derry memancingnya
"Bismillahirrahmanirrahim, ikan hiu pakai skincare,"
"Cakep,"
"Ya ampun Wiway kecantikan mu bikin aku dah dig dug der," ucap Ezza membuat semuanya tertawa
"Eeaaaa, kuy di lanjut gombalannya," sahut Derry
"Ikan hiu makan Indomie,"
"Cakep,"
"Wiway Will you marry me?" tanya Ezza lagi
"Ikan hiu makan soto babat, kuy Wiway jawab," sahut Derry
"Jawab Wi," ucap Lingga
"Ikan hiu makan martabak, jawab pakai pantun bapak," ucap Derry lagi
"Ikan teri makan sekoteng, baiklah Derry ganteng," jawab Lingga
"Ikan hiu beli santan, aku mana bisa menolak permintaan bang Ezza tampan," jawab Wiway tersipu-sipu
"Aseeekkk,"
"Yes diterima!" seru Ezza
"Alhamdulillah, akhirnya diterima juga lamaran Mas Ezza,"
"Btw Ini kenapa pantunnya ikan hiu semua sih, gak ada yang lain apa?" tukas Kyai Umar
"Ada Kyai," jawab Ezza
"Bunga melati wangi di pagi hari, Monggo silakan dilanjut lagi," ujar Kyai Umar
"Buah duku buah semangka, kalau kamu mau nikahi anak saya, apa maharnya?" ucap Lingga
"Ikan Cue naik sepeda, kuy jawab Za," balas Derry
"Makan roti pakai mentega, kalau neng Wiway sudah saling suka biarlah hatiku sebagai maharnya," ucap Ezza
"Dih bucin, mulai deh lebaynya." celetuk Derry
"Ikan teri makan nasi, gimana Wiway?" tanya Lingga
"Kamu mau minta mahar apa?" tanya Kyai Umar
"Kalau aku sih terserah Ezza aja, dia mau ngasih mahar apapun aku terima. Bukankah wanita yang baik tidak akan meminta mahar yang memberatkan calon suaminya," jawab Wiway membuat semuanya tertegun mendengarnya
"Subhanallah, benar-benar wanita Soleha. Semoga dengan keikhlasan dan kebaikan mu akan membuat hidupmu bahagia Wi," jawab Kyai Umar
__ADS_1
"Aamiin,"
"Emang gak salah gue milih Wiway jadi istri ku," tukas Ezza bangga
"Karena keduanya sudah saling menyukai dan sepakat untuk masalah mahar juga. Baiklah sekarang kita doakan semoga pernikahan mereka berjalan lancar, dan juga kita doakan semoga Wiway mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat,"
"Aamiin"
Kyai Umar kemudian memimpin doa dan semua yang hadir mengamini setiap doanya.
***********
"Hahahaha!!"
Berlin tertawa terbahak-bahak ketika menerima surat undangan pernikahan Wiway dan Ezza dari seorang kurir.
"Yang benar saja kau Ezza, apa kau benar-benar sudah tidak waras sehingga memilih menikahi seorang Wewe Gombel," ucapnya kesal
"Apa kau tidak tahu akibatnya jika menikahi mahluk itu. Dasar bodoh, kenapa kau tidak berpikir dua kali untuk melakukan hal konyol ini." Berlin segera merobek-robek surat undangan itu dan kemudian membakarnya.
"Kau tidak perlu emosi cah ayu, kita lihat saja apa yang akan terjadi setelah pernikahan mereka," tutur Nyai Sumi
"Apa kau punya rencana untuk mereka, atau kau ingin mengacaukan pernikahan mereka?" tanya Berlin
"Aku tidak perlu turun tangan ataupun mengotori tanganku untuk mengacaukan pernikahan mereka. Karena sesuatu yang mengerikan akan terjadi setelah mereka menikah. Kita tidak perlu panik apalagi memikirkan cara memisahkan keduanya, karena mereka sendiri yang sudah menggali kuburnya. Tidak peduli ada tiga dukun sakti yang membantu mereka. Bahkan Pangeran Gondoruwo pun tidak akan pernah bisa menyelamatkan Wiway ataupun Ezza," ucap Sumi menyeringai
"Benarkah, aku sudah tidak sabar menunggu momen itu. Aku benar-benar sudah tidak sabar ingin melihat mahluk terkutuk itu menderita," sahut Berlin.
**********
*Tok, tok, tok!!!
Seorang pelayan klinik segera bergegas keluar dan membukakan pintu saat melihat seorang wanita berdiri di depan kliniknya.
"Ada yang bisa di bantu??" tanya wanita itu
"Iya,"
"Astaga Wiway!!" seru wanita itu saat Wiway menoleh kearahnya
Ia segera memeluknya erat, "Aku pikir kau pasien Wi, ya ampun sudah lama banget Lo menghilang. Btw apa kabar kamu?" tanya Marimar mengajak wanita itu masuk ke dalam klinik.
"Alhamdulillah baik," jawab Wiway
"Syukurlah, btw kamu kesini mau ketemu sama Mas Aby pasti??"
"Iya, tapi aku juga mau ketemu sama kalian kok," jawab Wiway
"Unncch kangen," ucap Marimar dan Susan langsung memeluknya.
"Aku juga kangen kalian,"
"Apa ini!" seru Susan saat Wiway memberikan kartu undangan pernikahan padanya.
"Aku mau menikah sama Ezza, kalian datang ya," ucap Wiway
"Alhamdulillah, Akhirnya jadi juga kalian nikah, selamat ya Wi," ucap Marimar menyalaminya
"Thanks kak Mar,"
"Unncch seneng banget deh denger berita ini. Yang Pasti gue seneng mendengar Lo Akhirnya menikah dengan pria yang kau sukai. Semoga pernikahan kalian lancar dan bahagia selalu sampai maut memisahkan kalian,"
"Aamiin,"
Aby memperhatikan ketiganya dari ruang kerjanya.
__ADS_1
Akhirnya kau menikah juga dengan Ezza, semoga kau bahagia Wi.