Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter 88. Pengabdi Setan


__ADS_3

*Tok, tok, tok!!


Berlin segera beranjak dari ranjangnya ketika mendengar suara pintu rumahnya di ketok oleh seseorang.


"Ternyata kau sudah besar cah ayu," ucap seorang wanita segera masuk kedalam rumah membuat Berlin langsung menyusulnya.


"Maaf anda siapa, dan tolong jangan masuk tanpa izin apalagi menyentuh semua barang-barang ku tanpa seizin ku," ucap gadis itu merebut sebuah foto yang di pegang oleh wanita itu.


"Ternyata kau begitu mirip dengan Dewi, arogan dan sangat menyebalkan!" imbuhnya


Wanita itu kemudian duduk di sofa sembari mengedarkan pandangannya menatap setiap sudut ruangan itu.


"Kalau bukan ibumu yang memintamu sebenarnya aku juga enggan datang ke tempat ini." ucap wanita itu menatap foto Dewi yang terpajang di ruang Tamu


"Siapa kau sebenarnya, bagaimana kau mengenal ibuku?" tanya Berlin penasaran


Wanita itu tersenyum sinis menatap gadis itu.


"Sebaiknya kau cepat berkemas dan tidak usah banyak tanya. Kelak kau juga akan tahu siapa aku," ucap wanita itu beranjak dari duduknya.


"Memangnya kenapa kau menyuruhku agar cepat berkemas?" tanya Berlin semakin penasaran


Wanita itu mengeluarkan sebuah amplop putih dan memberikan kepada gadis itu.


Jika kau menerima surat ini, berarti mamah sudah tidak ada lagi di dunia ini. Sebaiknya kau segera mengikuti wanita yang memberikan surat ini padamu. Turuti semua ucapannya karena dia adalah sahabat ibu. Ikutlah dengannya karena hanya dia yang bisa membantu mu mendapatkan apa yang kau inginkan. Merebut Ezza dari wanita itu bahkan membalas dendam kematian ayah dan ibumu.


Setelah membaca surat itu Berlin langsung lemas, air matanya mengalir membasahi pipinya.


"Mamah, aku janji aku akan membalas apa yang Wiway lakukan pada mamah dan juga papah. Aku berjanji akan membuatnya menyesal telah berurusan dengan keluarga kita,"


"Apa kau sekarang sudah tahu siapa aku?" tanya wanita itu


"Tunggu sebentar Nyai, aku akan segera berkemas," Berlin segera masuk ke kamarnya untuk mengambil beberapa pakaian dan juga keperluan pribadinya.


Beberapa menit kemudian gadis itu sudah kembali ke ruang tamu dengan membawa koper di tangannya.


Ia kemudian meninggalkan rumahnya dan mengikuti Sumi.


"Kau tidak perlu khawatir, nanti orang ku akan mengurus ijin kuliah mu dan membereskan semuanya. Semua orang akan mengira kau pergi ke luar negeri untuk menenangkan diri jadi tidak akan pernah ada yang tahu jika kau pergi bersama ku,"


Sumi kemudian melajukan mobilnya meningkatkan kediaman almarhum Dewi.


Satu jam kemudian Sumi menghentikan mobilnya di depan rumahnya yang terlihat menyeramkan karena di tutupi padam ilalang di depannya. Wanita itu sengaja membuat kesan angker rumahnya agar tidak seorangpun memasuki kediamannya.


Berlin begitu ketakutan ketika memasuki rumah angker itu. Ia bahkan tak pernah melepaskan genggaman tangan Sumi hingga masuk kedalam rumah tua itu.


"Beristirahatlah, di kamarmu. Pastika. kau beristirahat dengan cukup malam ini karena besok kau akan melakukan banyak ritual." ucap wanita itu mengantar Berlin ke kamarnya.


Pukul tiga dini hari Sumi membangunkan Berlin, dan membawa gadis itu ke sebuah pemandian umum.


"Sekarang mandilah ke kolam itu dan taburkan bunga-bunga ini ke tempat kau mandi. Jangan bersuara atau melakukan apapun ketika muncul kura-kura dari kolam itu. Semakin banyak kura-kura yang muncul maka ritual mu baru dikatakan berhasil. Semakin banyak kura-kura yang tertarik padamu dan mendekat padamu maka kau akan semakin cantik. Diam dan turuti saja apa yang mereka inginkan darimu dan jangan pernah menolaknya," tutur Nyai Sumi kemudian meninggalkannya.


Dengan perasaan takut yang bercampur aduk, Berlin memberanikan diri masuk kedalam pemandian yang sudah lama tak di gunakan itu. Ia menanggalkan pakaiannya dan mencelupkan kakinya ke dalam kolam.


Dinginnya air kolam membuat gadis itu segera menarik kembali kakinya serta terbersit untuk mengurungkan niatnya melakukan ritual seperti yang diperintahkan oleh Nyai Sumi.


Namun karena tekat yang besar untuk membalas dendam kepada Wiway membuat gadis itu memantapkan hatinya dan kembali masuk ke dalam telaga itu.


Ia kemudian menaburkan sedikit demi bunga kedalam kolam itu sembari membersihkan tubuhnya. Tidak lama kemudian muncul seekor kura-kura mendatanginya. Binatang itu memakan bunga-bunga yang di taburnya kemudian menghampiri dirinya.


Nyalinya tiba-tiba menciut ketika kura-kura itu menatapnya tajam. Tatap mata itu begitu tajam seolah hendak memakan hidup gadis itu. Ia begitu takut menatap tatapan menyeramkan sang Reptil yang kemudian berubah menjadi sosok Lelaki tinggi besar yang menyeramkan.


Lelaki itu menghampirinya dan kemudian menggerayangi setiap lekuk tubuhnya membuat gadis itu merasa semakin risih dan cemas.


Diam dan turuti saja apa yang mereka inginkan darimu dan jangan pernah menolaknya.


Kata-kata NYI Sumi kembali terngiang dalam benaknya, membuat gadis itu tak berkutik saat lelaki itu terus menyentuhnya dan menikmati tubuhnya.


Ia hanya bisa pasrah tanpa melakukan apapun. Bukan hanya satu kini semakin banyak kura-kura bermunculan dari kolam itu dan menghampirinya. Mereka juga kemudian berubah menjadi sosok lelaki tinggi besar dan yang kemudian bergilir menjimak sang perawan. Berlin tak bisa menolak ataupun melarikan diri saat para lelembut itu secara bergantian menjamah tubuhnya.

__ADS_1


Gadis itu kini bak sebuah piala bergilir yang harus melayani dan memuaskan hasrat para penghuni pemandian itu.


Saat Fajar mulai menyingsing, satu persatu mahluk itu mulai pergi dan menghilang meninggalkan gadis itu.


Berlin perlahan bangun dan duduk di tepi kolam. Ia menatap pantulan wajahnya di atas air.


Sekarang aku benar-benar sudah menjadi pendosa, aku bahkan sudah menyerahkan milikku yang berharga kepada Iblis.


Gadis itu tertawa kecil kemudian menangis menyesali apa yang sudah ia lakukan.


Nasi sudah menjadi bubur, tidak ada lagi kata mundur atau menyesali yang sudah terjadi. Sekarang saatnya aku harus membalas dendam. Membalas setiap sakit dan derita yang harus aku tanggung karena ulah mu Wewe Gombel. Tunggu saja aku akan segera kembali dan membuatmu merasakan apa yang aku rasakan. Aku akan mengambil orang yang paling kau sayangi di dunia ini kemudian menguliti tubuhmu agar kau mengingat kembali bagaimana rasanya mati.


Berlin segera turun ke kolam dan membenamkan tubuhnya kedalam air. Setelah selesai membersihkan tubuhnya ia kemudian memakai kembali jaritnya dan menemui NYI Sumi yang sudah menunggunya di depan pintu pemandian.


"Kerja bagus cah ayu, aku yakin dengan kecantikan mu yang sekarang kau bisa menggaet lelaki manapun di dunia ini tanpa harus bersusah payah mengambil hatinya." ucap NYI Sumi begitu bangga padanya.


"Satu lagi cah ayu, karena kau sudah menjadi milik penghuni pemandian maka kau tidak boleh jatuh cinta dengan lawan jenismu. Intinya kau tidak boleh benar-benar menyukai seorang pria apapun alasannya. Karena jika itu terjadi maka sang penjaga pemandian akan membunuhmu dan juga membunuh lelaki yang kau sukai itu," ujar NYI Sumi


"Apa kau tidak memiliki kekuatan lain selain paras ku yang rupawan ini?" tanya Berlin sedikit kecewa


"Dasar bodoh, karena kau sudah menjadi wanita penjaga pemandian maka dia akan mengabulkan setiap permintaan mu," sahut wanita itu


"Termasuk membunuh Wiway??" tanya Berlin menyeringai


"Tentu saja, tapi tidak semudah itu membunuh Wewe Gombel itu, karena ia hanya orang terpilih saja yang bisa mengakhiri hidupnya. Bukankah lebih menyenangkan melihat musuh kita tersiksa dan mati pelan-pelan. Bahkan lebih menyenangkan lagi jika ia sampai memohon untuk mati daripada hidup tersiksa. Bukan begitu cah ayu?" tanya Sumi menyeberangi


"Kau benar Nyai, Ternyata kita satu pemikiran. Tidak salah aku memilihmu untuk membantu ku balas dendam,"


*Flashback off


"Maaf Be kalau kami sedikit alay. Btw apa ada yang mau disampaikan lagi?. Karena kalau sudah tidak ada lagi aku pamit dulu, aku ada janji dengan seseorang," ucap Derry tersenyum padanya


"Emangnya kenapa, sepertinya kamu buru-buru banget. Bukankah kau ingin berduaan denganku, tapi kenapa tiba-tiba ingin pergi meninggalkan aku?" tanya Berlin mendekatkan wajahnya kepada Derry membuat lelaki itu mundur menjauhinya.


Semakin Derry mundur semakin Berlin mendekatkan dirinya kepada lelaki itu.


" Maaf aku buru-buru, Aku lupa kalau aku ada janji dengan teman untuk mengerjakan tugas bareng," jawab Derry gugup


"Sejak aku kenal kamu kan??" jawab Derry mencoba mengendalikan dirinya.


"Jangan bilang kau melakukan semua ini untuk membuat Ezza jauh dari ku Der, aku tahu siapa dirimu dan kenapa kau seperti ini padaku," bisik Berlin.


Ia kemudian mendekatkan wajahnya dan menatap lekat lelaki itu.


"Dari semua lelaki di kampus hanya engkau yang tak terjerat oleh pesonaku, apa itu suatu kebetulan???" tanya Berlin menatapnya sinis


"Tentu saja tidak Be, kamu salah sangka. Siapa juga yang tidak terpesona dengan kecantikan mu, apalagi penampilan mu yang kini berubah menjadi wanita muslimah seperti saat ini. Aku ini lelaki normal Be, tentu saja aku menyukaimu. Bahkan aku sudah menyukai mu dari dulu sebelum kau berubah seperti ini. Jadi apa lagi yang kau ragukan." ucap Derry membuat Berlin langsung membuang muka dan menghela nafas panjang.


"Sebaiknya kau segera akhiri semuanya sebelum kau menyesal Be, aku janji akan membantumu melepaskan diri dari jerat Iblis." Ucap Derry menarik gadis itu kedalam pelukannya.


" Cih, Apa yang harus aku Akhiri, memangnya aku terlihat seperti seorang pengabdi setan apa, kau ini ada-ada saja." jawab Berlin melepaskan tangannya


"Terserah kau mau berkata apa, yang jelas aku hanya mengingatkan dirimu karena aku peduli denganmu Be. Jika kau perlu sesuatu atau ada seseorang yang mengancam dirimu katakan saja padaku, aku akan selalu ada saat kau membutuhkan bantuan ku. Seperti sebuah kalimat dalam iklan, I always listening and understanding." ucap pemuda itu menepuk-nepuk pundak Berlin dan meninggalkannya.


Dasar sotomi, apa kau masih akan berkata seperti itu saat tahu aku ini seorang perempuan kotor yang sudah mengabdikan dirinya pada Iblis hanya untuk membalas dendam atas kematian orang tuanya.


"Ikan hiu makan kuaci, apapun yang terjadi kamu tetap my destiny?" ujar Derry membalikkan badannya dan kembali menghampiri gadis itu.


"Dasar gombal, lama-lama Lo gak ada bedanya sama Ezza jadi tukang gombal," sahut Berlin tersenyum kecut menatapnya


"Ikan hiu makan makan semangka, trust me aku gak ngegombal apalagi bercanda," sahut Derry mendongakkan wajah gadis itu


"Terus??" tanya Berlin


"Ikan hiu pakai peci, percayalah aku menyayangimu sampai mati," sahut Derry


"Yang benar saja, dasar buaya darat!" cibir Berlin kemudian melepaskan diri dari Derry


"Percayalah Be, aku gak bohong. Kau tahu aku sudah menyukaimu dari dulu kan, kenapa masih meragukan cintaku,"

__ADS_1


"Huft, dasar lelaki selalu saja berkata seperti itu bila didekat perempuan cantik. Tapi tidak lama lagi ia akan berkata sebaliknya saat menemui wanita lain yang lebih cantik dan menarik," ucap Berlin.


Gadis itu kemudian mengeluarkan sebuah lip tint dari tas kecilnya dan memoleskannya ke bibir mungilnya yang tipis.


Astagfirullah, kenapa aku jadi traveling melihat bibir kenyal itu.


Derry hanya menganga melihat gadis itu menggerak-gerakkan bibir mungilnya untuk meratakan lipstiknya. Derry menutup matanya membayangkan jika dirinya mencium bibir tipis Berlin yang begitu menggodanya.


"Astagfirullah, nyebut Der, nyebut. Ingat jaga mata jaga hati dan kendalikan dirimu jangan sampai kau terbuai oleh pesona iblis yang bersemayam dalam diri Berlin," ucap Derry menepuk-nepuk pipinya.


"Kalau kau menginginkannya aku bisa memberikan ciuman pertamaku padamu Der," bisik Berlin membuat Derry langsung melotot.


"Astaga!!" serunya kemudian lari meninggalkan gadis itu.


Berlin hanya terkekeh melihat kelakuan konyol Derry.


*********


*Tak, tak, tak!


Wiway menghentikan langkahnya ketika ia menyadari ada seseorang yang mengikutinya.


Ia segera membalikan badannya untuk melihat siapa yang membuntutinya.


"Keluarlah, aku tahu kau mengikuti ku. Jika kau ingin tahu siapa aku keluarlah dan jangan bersembunyi lagi!" seru Wiway


Wiway kemudian kembali melangkah pergi ketika tak mendapati seseorang di sana.


Ia kembali menghentikan langkahnya saat merasakan ada aura negatif yang mulai mendekatinya.


*Greppp!!


Sesosok bayangan hitam segera melesat pergi saat seseorang berlari kearah Wiway.


Wiway segera mencekik seseorang yang berdiri di belakangnya.


*Wuusshh!!


Sesosok bayangan hitam segera melesat pergi saat seseorang berlari kearah Wiway.


"Aarrgghhh!!"


"Ini aku Tante Neneng," ucap wanita itu meringis kesakitan


Wiway langsung melepaskan cekikannya ketika mendapati Neneng yang di cekikannya.


"Maafkan aku Tante, aku kira orang jahat. Soalnya tadi ada yang membuntuti Wiway," ucap Wiway merasa bersalah.


"Iya gak masalah, Tante juga yang salah karena membuntuti mu diam-diam. Tadinya Tante ingin mengagetkan kamu eh malah Tante yang terkejut karena kamu cekik." tutur Neneng membuat Wiway tertawa


"Maaf ya Tante, makanya lain kali jangan usil jadi kena kurma kan," jawab gadis itu menahan senyumnya


"Hooh, Btw siapa yang membuntuti mu, siapa yang berusaha menganggu calon menantuku, katakan padaku biar aku bejek-bejek tuh orang!" sahut Neneng dengan emosi


"Aku tidak tahu pasti Tante. Yang jelas tadi dia langsung menghilang ketika Tante datang," jawab Wiway.


"Syukurlah kalau begitu," ucap Neneng menarik nafas panjang.


"Tante ke kampus ada urusan apa?" tanya Wiway


"Aku ingin menemui ayank Saragih, hari ini kami akan melakukan fitting baju pengantin, jadi aku harus datang kesini untuk mengingatkannya agar ia tidak lupa."


"Oh begitu rupanya, kalau begitu silakan Tante." jawab Wiway


"Ok dear, aku tinggal dulu ya, sampai ketemu di rumah," ucap Neneng melambaikan tangannya meninggalkan Wiway


"Papay Tante, hati-hati." Wiway kemudian menatap kearah Langit-langit kampus.


Sepasang mata hitam nan menyeramkan menatapnya dari langit-langit membuat Wiway mengeratkan tangannya.

__ADS_1


Wiway menyeringai menatap lekat mahluk gaib itu.


"Siapapun dirimu, aku tidak akan membiarkan dirimu menyentuh dirimu apalagi melukaiku. Asal kau tahu aku bukan Wiway yang lemah lagi, jadi majulah agar aku bisa mengirim mu ke Neraka!"


__ADS_2