Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter 49. Kembali bersama


__ADS_3

Setibanya di lokasi pendakian, Ezza dan kawan-kawan segera mendirikan tenda untuk beristirahat. Mereka langsung membuat api unggun untuk memasak makanan dan menghangatkan tubuh mereka. Karena waktu juga sudah sore, mereka memilih menghabiskan waktu di tenda sembari menikmati pemandangan alam sebelum memulai pendakian esok hari.


"Dingin banget cuy malam ini,"


"Hooh, gak kaya biasanya, padahal tadi pagi cerah banget,"


"Tumben Lo udah molor Za, biasanya paling betah melek Lo!" ucap seorang pemuda menepuk Ezza yang sudah meringkuk di dalam sleeping bagnya.


"Jangan ganggu dia Bro, lagi broken heart dia!" celetuk yang lainnya sambil terkekeh


"Makan dulu Za sebelum tidur, ingat kita harus persiapkan stamina buat besok," imbuhnya


"Males makan gue," sahut Ezza kemudian melepaskan sleeping bagnya.


"Makan dulu lah, setidaknya isi perut kamu dulu baru tidur. Lagipula malam ini cerah banget rugi kalau buru-buru tidur,"


"Hooh, mending kita main gitar, nyanyi sambil menikmati bulan purnama," sahut yang lainnya.


Ezza kemudian mengambil sebuah mie instan dan memasaknya dalam perapian.


"Jangan makan mie terus dong sayang, nanti sakit loh. Mending kamu makan makanan yang aku bawa saja, kebetulan tadi aku beli steak Chef Juned sebelum kemari," ucap seorang wanita membuat Ezza terkejut melihatnya.


"Wiway, bagaimana kau bisa ada di sini, bukannya harusnya hari ini kau menikah dengan Aby?" tanya Ezza


"Harusnya kau lebih tahu aku daripada yang lain sayang, tapi ternyata aku salah." jawabnya sinis


"Jangan bilang kau lari dari Pernikahan mu, karena aku?" jawab Ezza balik bertanya


"Benar sayang, kau tahu kan hanya kamu satu-satunya lelaki yang aku cintai, dan aku tidak akan pernah menikah dengan laki-laki lain selain dirimu," ucap wanita itu kemudian memeluk erat Ezza.


"Kau tahu sayang, aku sangat merindukanmu. Aku kangen sekali sampai memutuskan untuk datang ke tempat ini menyusul mu," ucapnya kemudian mendaratkan ciumannya membuat Ezza terengah-engah mengimbangi ciuman liarnya.


Tidak puas hanya dengan menciumnya saja, wanita itu menarik Ezza masuk kedalam tendanya. Ia mendorong tubuh lelaki itu dan segera mencumbunya.


Kenapa Wiway jadi liar seperti ini, dan dia juga tidak ceria seperti biasanya. Tatapannya liar dan penuh ***** tidak seperti Wiway yang aku kenal yang selalu menatapku penuh cinta.


Ezza hanya diam membiarkan wanita itu terus menjelajahi setiap jengkal tubuhnya, namun ia terpaksa mendorong tubuh wanita itu saat ia mulai menyentuh bagian intimnya.


"Kenapa sayang, apa kau takut atau belum siap melakukannya," tanyanya kemudian menanggalkan pakaiannya satu persatu.


Ia tersenyum dan bergegas menghampirinya.

__ADS_1


Saat ia akan mendaratkan ciumannya Ezza ia kembali mendorongnya hingga wanita itu terjungkal keluar tenda.


"Kau bukan Wiway, jadi pergilah dari sini dan jangan ganggu aku!" hardik Ezza


Kini wanita itu terkekeh membuat Ezza benar-benar ketakutan saat melihat wujud asli mahluk itu. Ia segera lari meninggalkannya dan menghampiri teman-temannya. Namun ajaibnya ia tak menjumpai satupun teman-temannya. Tenda mereka kosong dan hanya api unggun yang masih menyala.


"Kemana mereka, kenapa tidak ada seorangpun yang menolong ku disaat seperti ini!" serunya


Ia semakin ketakutan manakala mahluk itu menyeringai dan berjalan mendekatinya.


Ia segera berlari menyelamatkan diri, namun belum jauh langkahnya meninggalkan tempat itu, mahluk itu berhasil menangkapnya.


"Kau tidak akan pernah bisa lari dariku anak muda, kau harus menjadi milikku malam ini," ucapnya menyeringai.


*Buuggghhh!!


Tiba-tiba sebuah tendangan keras menghantam tubuh mahluk itu hingga ia terjungkal dan melepaskan Ezza dari cengkramannya.


"Tidak akan pernah kubiarkan mahluk jelek seperti mu merebut kekasihku," ucap Wiway mengeringkan matanya.


"Astoge masih sempat-sempatnya begituan Wi, dasar genit," ucap Ezza


"Rupanya aku kedatangan tamu jauh dari bukit Gombel, baiklah tidak elok rasanya jika aku tidak menyambut tamuku," mahluk itu menyeringai dan kemudian menyerang Wiway.


"Semangat Wi, kamu pasti bisa mengalahkannya sayang!" seru Ezza menyemangatinya.


"Thanks sayang, semangat darimu mengalihkan perhatianku," sahut Wiway membuat Ezza terkekeh mendengarnya


"Eaaaaa, Dasar ratu Gombel," ucap Ezza tak berhenti tertawa.


*Bruugghh!


"Awww!" seru Wiway saat mahluk itu berhasil menghempaskannya ke tanah.


"Kamu gak papa sayang?" tanya Ezza menghampirinya


"Gak papa kok sayang, paling kasih kiss juga langsung baikan," jawab Wiway


Mendengar permintaan Wiway, seketika Ezza langsung mencium pipi wanita itu.


*Cup!

__ADS_1


Wiway langsung merona, ia kemudian langsung berdiri dan menghampiri mahluk di depannya.


"Sekarang rasakan serangan balasanku, jurus Pukulan Tanpa Perasaan!" seru Wiway melepaskan pukulan kearah mahluk itu.


*Buuggghhh!!


Seketika mahluk itu segera hancur menjadi kepulan asap setelah terkena pukulan maut darinya.


"Yes, akhirnya aku bisa mengalahkannya!" seru Wiway bahagia saat bisa mengalahkan mahluk itu.


Ezza hanya terdiam melihat Wiway yang begitu bahagia di depannya.


Seandainya saja aku bisa melihat senyummu seumur hidupku, mungkin aku akan menjadi orang paling bahagia di dunia ini.


Ezza kemudian menghampiri Wiway dan memeluknya erat.


"Aku sangat merindukan mu Wi, aku sangat sangat rindu," ucap Ezza dengan suara parau


"Aku juga rindu padamu sangat rindu, bahkan karena begitu merindukanmu aku tak pernah sedetikpun berhenti memikirkan kamu," jawab Wiway


"Jangan pergi lagi Wi, tetaplah di sini bersamaku. Tetaplah di sisiku apapun yang terjadi," pintanya penuh penekanan


Wiway hanya mengangguk dan tak bisa menolak permintaan Ezza..


"Kalaupun aku harus mati karena aku lebih memilih bersamamu aku rela. Aku tidak takut asalkan aku tetap bersama mu. Lagipula aku senang kita akhirnya bisa bersama selamanya setelah aku mati. Tak ada lagi jurang pemisah dan perbedaan diantara kita. Jadi kembalilah padaku dan kita nikmati hari-hari terakhir kita," ucap Ezza menatapku sendu


"Tapi aku tidak mau melihatmu mati Za," jawab Wiway


"Percuma juga aku hidup jika aku tidak bersama mu apalagi kehilangan cintamu. Itu sama saja aku hidup bagaikan mayat hidup. Tak ada lagi kebahagiaan, semuanya terasa menyiksaku sama seperti aku hidup di dalam Neraka. Apa kau ingin aku hidup seperti itu?" ucap Ezza membuat Wiway terdiam


"Aku saja enggan hidup seperti itu dan lebih baik mati, lebih baik menjalani hidup yang singkat namun bahagia daripada aku harus hidup lama tapi menderita," imbuhnya


"Baiklah kalau itu keputusanmu, aku akan menghormatinya. Dan aku juga berjanji padamu jika kau benar-benar mati karena aku maka aku akan menyusul mu ke alam keabadian," jawab Wiway membuat Ezza begitu bahagia.


Lelaki itu segera menciuminya meluapkan kegembiraannya, keduanya kemudian terhanyut dalam cumbuan penuh kerinduan di bawah cahaya rembulan. Wiway yang hanyut dalam gelayut cumbuan mesra Ezza sampai melupakan janjinya kepada Aby.


Sementara itu di tempat berbeda, Aby tampak gusar ketika Wiway tak kunjung kembali untuk menepati janjinya.


"Aku sudah menduga hal ini akan terjadi, dia pasti akan berubah pikiran jika bertemu dengan kekasihnya itu. Kau tidak tahu Wi apa yang akan terjadi padamu jika kau tidak menuruti ucapan ku. Aku harap kau tidak akan menyesali keputusan mu, karena mulai sekarang aku juga tidak akan ikut campur lagi dalam urusanmu." ucapnya geram.


Ia kemudian pergi meninggalkan tempat itu tanpa menghiraukan teriakan tamu undangan yang terus menanyakan kapan acaranya dimulai.

__ADS_1


To be continued.....


__ADS_2