Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter 58. Jangan pernah Lupakan Dia


__ADS_3

Dalam sebuah kamar kecil, gelap dan pengap Wiway terlihat gelisah, gadis itu begitu gusar memikirkan nasib Ezza kekasihnya.


Berkali-kali ia menatap layar gawainya memastikan ada pesan masuk dari Aby yang memberitahukan keadaan Ezza.


Ia kemudian beranjak dari duduknya dan menatap kearah langit yang bersinar terang malam itu.


"Sekarang adalah hari ke tiga puluh sembilan, andai saja kau tidak sakit mungkin kita sedang merayakan hari-hari terakhir kita," ucapnya sedih


"Kenapa dunia ini selalu saja tidak adil padaku, dulu ketika aku masih hidup suamiku di rebut orang. Kini ketika aku sudah menjadi hantu pun masih ada saja yang ingin merebut kekasihku. Apa aku ini ditakdirkan untuk selalu hidup sendiri. Apa aku tidak pantas dicintai," tiba-tiba air matanya menetes membasahi pipinya.


Untuk kali pertamanya Wiway benar-benar merasakan sesuatu yang begitu sedih hingga membuat dadanya begitu sakit.


"Arrgghhh, sakit sekali," ucapnya sembari menepuk-nepuk dadanya.


Sementara itu Aby masih tampak bimbang untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh Ki Kusumo.


Meskipun ia sudah memegang penawar racun untuk Ezza, namun lelaki itu masih mempertimbangkan segala sesuatunya termasuk akibatnya jika ia menyembuhkan Ezza.


"Sekarang adalah hari ke 39 sekaligus hari kedua Ezza di rawat, jika benar yang dikatakan oleh Ki Kusumo maka hari ini adalah hari kematian Ezza, tapi jika perkiraan ku benar maka hari ini adalah hari kesembuhan Ezza. Kita tunggu sampai pukul 9 malam," tukas Aby


Waktu berjalan begitu cepat, jarum jam kini menunjukkan pukul sembilan malam. Aby segera menuju bangsal perawatan Ezza.


Saat memasuki ruangan itu ia melihat seorang perawat sedang mengganti infusan Ezza.


"Maaf mba boleh minta tolong," ucapnya lirih


"Katakan saja, apa yang bisa saya bantu," jawab perawat itu.


"Ini adalah obat penawar racun untuk Ezza, bisakah anda bantu masukan kedalam infusan Ezza?" jawab Aby


"Tapi aku harus minta izin dokter dulu Mas, karena pasien dalam keadaan kritis kami tidak boleh memberikannya sembarangan obat. Apalagi obat dari luar," tolak perawat itu


"Maaf ya Mas," imbuhnya kemudian pergi.


Tanpa berpikir panjang lagi Aby segera membuka Infus itu dan memasukkan serbuk herbal itu ke dalamnya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Wisnu segera menarik lengan Aby


"Saya hanya ingin memberikan obat penawar padanya Om," jawab Aby


"Jangan bohong, aku tahu kau tidak suka dengan anakku karena ia adalah kekasihku dari Wiway mahluk astral yang kau suka. Tapi sebagai pria sejati kau tidak boleh melakukan hal kotor seperti itu hanya demi mendapatkan cinta seorang gadis," ucap Wisnu


"Percayalah Om, ini adalah obat penawar racun untuk Ezza, aku mendapatkannya dengan penuh pengorbanan. Lihatlah luka di tubuhku," sahut Wisnu memperlihatkan semua luka-lukanya untuk membuat Wisnu percaya padanya.


"Asal Om tahu, aku membawa obat ini atas perintah Wiway. Dia sudah mengorbankan dirinya hanya demi mendapatkan obat penawar ini agar putra anda bisa sembuh. Tapi kalau anda melarang saya, aku tidak memaksa karena aku juga tidak munafik aku senang jika Ezza mati. Karena dengan begitu dukun itu tidak akan membunuh Wiway." jawab Aby kemudian menghentikan aktivitasnya dan beringsut menjauhinya.


"Apa yang kau katakan itu benar?" tanya Wisnu membuat Aby menghentikan langkahnya.


"Apa anda akan berbohong saat nasib orang yang anda cintai diujung tanduk?" jawabnya gusar


"Meskipun aku sangat ingin melihat Wiway kembali ke alamnya namun tidak bisa dipungkiri jika aku juga sebenarnya tak ingin berpisah dengannya. Tapi aku harus melepasnya agar ia bisa tenang di alamnya dan bahagia di sisi Tuhannya. Aku tidak mau lagi melihatnya menderita di dunia ini. Ia sudah cukup menderita saat ia masih hidup dan aku tidak akan membiarkan dia lebih menderita lagi saat menjadi hantu penasaran," imbuhnya membuat Wisnu terhenyak mendengar kisah Wiway yang diceritakan oleh Aby.


Selesai bercerita panjang lebar Aby kemudian pergi meninggalkan tempat itu.


"Kalau begitu berikan penawaran itu padaku, biar aku yang akan memasukkannya kedalam infus Ezza," ujar Wisnu.

__ADS_1


Aby membalikkan badannya dan kemudian memberikan obat herbal itu padanya.


Wisnu meraih bungkusan kecil dari tangan Aby dan segera memasukkannya kedalam cairan infus Ezza.


Setelah memasukkan obat penawar itu kedua laki-laki tersebut menunggu reaksi obat itu dengan penuh ketegangan. Aby terlihat *******-***** jarinya untuk menghilangkan ketegangannya, sedangkan Wisnu terus berjalan bolak-balik dihadapannya.


Satu jam kemudian Ezza mulai beraksi, lelaki itu mulai menggerakkan tangannya membuat Wisnu langsung menghampirinya.


"Apa kamu sudah sadar nak?" tanyanya sembari mengusap lembut Wajahnya


Ezza terus menggerak-gerakkan tangannya, meskipun belum membuka matanya.


Aby yang khawatir segera memanggil dokter untuk memeriksa kondisi Ezza.


Tidak lama seorang dokter datang beserta dua orang perawat. Mereka kemudian menyuruh kedua lelaki itu menunggu di luar dan segera mengecek kondisi Ezza.


Tidak lama kemudian mereka keluar dan membawa Ezza dari bangsal perawatannya.


"Apa yang terjadi dok, bagaimana keadaan putra saya?" tanya Wisnu


"Sepertinya kami harus melakukan Rontgen terhadap pasien, untuk memastikan kenapa ia terus mengalami kejang-kejang." jawab Dokter itu


Aby yang curiga dengan keadaan Ezza segera menghentikan mereka dan memeriksa kondisi Ezza.


Lelaki itu menggunakan kemampuan Supranaturalnya untuk mengecek kondisi pemuda itu.


"Maaf Mas, anda dilarang mengganggu kami dalam mengobati pasien karena itu bisa membahayakan keselamatannya," ucap sang dokter mencoba mencegah Aby


Lelaki itu tidak tinggal diam, ia segera mendorong sang dokter hingga ia terjungkal ke lantai.


"Lelaki itu sudah gila, jadi cepat panggil security untuk mengusir dia!" serunya dengan nada tinggi.


"Maaf Om, sepertinya aku harus membawa Ezza pergi dari sini." ucap Aby kemudian membopong Ezza dan membawanya pergi dari tempat itu.


Namun sang dokter dan seorang perawatnya langsung bergegas menghalanginya.


"Minggir, atau aku akan berbuat kasar pada kalian!" hardik Aby


Namun keduanya tak mengindahkan peringatan lelaki itu dan justru meminta bantuan tenaga medis lain untuk menghentikan Aby.


Aby segera mengeluarkan tenaga dalamnya hingga membuat para tenaga kesehatan yang akan mendekatinya terpental seketika.


*Bruugghh!!


"Asal kalian tahu pasien ini tidak mengalami sakit secara medis, tapi ia sedang di santet oleh seseorang. Maaf aku harus mengobatinya sendiri karena aku tahu belum ada obat medis yang bisa menyembuhkan santet," ujar Aby kemudian bergegas meninggalkan tempat itu.


Lelaki itu terus mempercepat langkahnya meninggalkan tempat itu, namun saat ia akan keluar dari pintu gerbang, beberapa orang satpam menghadangnya.


"Itu dia orangnya Yang akan membawa lari pasien!" seru seorang perawat


"Sial," Aby segera menurunkan Ezza dan bersiap melawan para tenaga keamanan itu.


"Bawa Pergi Ezza dari sini, biar aku yang akan mengurus mereka," ucap Wisnu


Lelaki itu kemudian mendekati para sekuriti itu dan menjelaskan sesuatu pada Mereka. Melihat Wisnu berhasil bernegosiasi dengan para Sekuriti itu membuat Aby langsung menggendong Ezza kembali dan pergi dari meninggalkan rumah sakit.

__ADS_1


Ia segera melesatkan mobilnya menuju ke klinik nya di taman Kota. Tidak butuh waktu lama untuk tiba di klinik itu, Aby kemudian segera memindahkan Ezza ke ruang perawatan setibanya di sana.


Seperti seorang dokter pemuda itu juga segera mengecek kondisi Ezza dan langsung mengambil tindakan untuk mengobatinya.


"Kau memang licik Paman, entah apa maksud mu sehingga kau berusaha mengirim santet padanya saat ia akan bangun dari komanya."


Aby segera mempersiapkan sebuah sesaji untuk melakukan ritual pengusiran santet dari tubuh Ezza.


Tidak lama kemudian Aby sudah berada di dunia ghaib menyusul Sukma Ezza yang sedang di tahan di sana.


Para lelembut langsung menyambut kedatangannya, mereka langsung berlari mengepung dukun muda itu.


"Apa kalian masih punya nyali untuk menghadapi ku," ucap Aby tersenyum sinis menatap musuh-musuhnya.


Amarah lelaki itu terhadap Ki Kusumo membuat matanya memerah, kini wajah tampannya berubah menakutkan membuat para demit itu seketika mundur dan menjauhinya.


Aby segera melompat dan melepaskan pukulan mautnya kerah para demit itu hingga mereka berjatuhan satu persatu.


Dalam sekejap pemuda itu mampu melenyapkan ratusan demit yang dikirim oleh Ki Kusumo untuk menghadangnya.


Aby segera mendekati Ezza dan melepaskan ikatan tangannya.


Ezza menatapnya dengan tatapan penuh ketakutan.


"Jangan pernah takut padaku, tapi takutlah jika kau sampai melupakan wanita yang sudah menyelamatkan dirimu. Jangan pernah melupakan Wiway sedikitpun jika kau sudah kembali ke duniamu. Karena ia sudah berkorban banyak untukmu. Sampai ia mengorbankan nyawa dan perasaannya hanya untuk menyelamatkan dirimu,"


Tidak lama lelaki itu menghilang dari pandangannya. Seberkas cahaya putih membuat Ezza langsung menutup matanya, namun tiba-tiba seorang gadis cantik datang dan perlahan membuka telapak tangannya yang menutupi wajahnya. Wanita itu tersenyum padanya dan menggandeng lengannya. Ia membawa Ezza pergi meninggalkan tempat itu.


Gadis itu menghentikan langkahnya di depan sebuah pintu gerbang.


"Pergilah," ucapnya kemudian melambaikan tangannya.


Perlahan Ezza membuka matanya dan menatap seorang lelaki yang berada di sampingnya.


"Kau sudah sadar nak?" tanya Wisnu sumringah


Ezza mencoba untuk bangun namun Wisnu langsung mencegahnya.


"Tetaplah berbaring dan jangan bergerak dulu sampai kau benar-benar baikan nak," imbuhnya


"Dimana dia?" tanyanya sembari mencari seseorang


"Siapa?" tanya Wisnu penasaran


Tiba-tiba Ezza merasakan kepalanya terasa begitu sakit dan pingsan.


"Apa yang terjadi dengannya Mas, kenapa Ezza pingsan lagi?" tanya Wisnu


"Itu karena pengaruh Pelet popok Wewe Gombel yang diberikan oleh Wiway padanya," jawab Aby


"Apa wanita itu mencoba menyakitinya?" tanya Wisnu ketakutan


"Dia adalah hantu baik hati yang tidak akan pernah menyakiti orang lain apalagi itu adalah kekasihnya sendiri. Jadi jangan suudzon padanya. Kau harusnya bersyukur karena dia memberikan pelet itu padanya agar putra anda melupakan dia untuk selamanya," jawab Aby sinis


"Benarkah dia benar-benar melakukan semua yang aku perintahkan," uacpa Wisnu tak percaya.

__ADS_1


"Dia akan melakukan apapun demi lelaki yang ia cintai, termasuk memberikan nyawanya,"


__ADS_2