Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter 82. Apapun akan aku lakukan asal kau bahagia


__ADS_3

"Lepaskan dia!" seru Aby langsung menarik lengan Wiway


"Kenapa Lo, gak suka gitu lihat gue sama Wiway!" sahut Ezza menarik lengan Wiway hingga keduanya saling tarik menarik Wiway.


"Astoge kasian banget Lo Wi, berada diantara dua hati," ucap Derry menggelengkan kepalanya.


🎶Semula ku tak tahu


Engkau juga kan ingin memilikinya


Bukankah ku lebih dulu


Bila engkau temanku


Sebaiknya tak mengganggu


Dia untukku


Bukan untukmu


Dia milikku


Bukan milikmu


Pergilah kamu


Jangan kau ganggu


Biarkan aku


Mendekatinya


Kamu


Tak akan mungkin


Mendapatkannya


Karena dia


Berikan aku


Pertanda cinta


Janganlah kamu banyak bermimpi, oh


Dia Untuk aku


Bukankah belum pasti


Kamu juga kan jadi


Dengan dirinya


Dia yang menentukan


Apa yang kan terjadi


Tak usah mengaturku🎶


"Berisik!!" seru Aby dan Ezza bersamaan saat mendengar Derry menyayikan lagu Yovie and Nuno.


"Biasa aja keles, lagipula gue cuma mewakili isi hati kalian," sahut Derry


"Bang boleh request gak?" ucap Marimar


"Request apa Neng?" tanya Derry


"Jagung rebus bang," jawab Marimar malu-malu


"J*r jagung rebus, Btw jagung lokal apa impor?" tanya Derry


"Lokal aja bang, aku gak suka impor karena terlalu gede," sahut Marimar


"Astoge apanya yang gede bikin traveling kan," ucap Derry menepuk keningnya


"Btw kek mana lagunya?" imbuhnya


"Yang gini bang, ketika di buka bajunya kelihatan panunya idih, idih," sahut Marimar menirukan gaya penyanyi dangdut idolanya.


"Kalau gitu gak usah buka baju, obati dulu tuh panu." sahut Derry membuat semuanya tertawa mendengarnya.


"Btw Abang gak gitukan?" tanya Marimar manja


"Gaklah Dek, Abang mah mulus seratus persen. Kalau gak percaya silakan cek saja," sahut Derry


"Takut ah,"


"Takut kenapa, Sans aja dah jinak kok," sahut Derry


"Takut gak kuat lihat anu,"


"Anu apaan nih, jangan bikin traveling," ujar Derry


"Takut lihat roti sobek bang," sahut Marimar

__ADS_1


"Selow, gue gak punya roti sobek tapi punyanya kue balok," jawab Derry


"Uunncchh lebih hot dong daripada roti sobek," sahut Marimar


"Hooh, lebih padat dan berisi," sambung Susan


"Dasar cewek suka banget yang padat berisi,"


"Btw salah tuh liriknya Marimar, " celetuk Susan keluar dari klinik


"Emang yang bener gimana?" tanya Derry


"Ketika di buka bajunya kelihatan bulunya idiih, idiih," sahut Susan bersenandung merdu


"Bulu atas apa bawah nih?" tanya Derry lagi


"Terserah Abang maunya yang mana?" sahut Susan


"Kalau aku maunya kamu eeaaa," sahut Derry membuat mereka kembali tertawa


Saat semuanya sedang terkekeh menertawakan kekonyolan Derry Wiway diam-diam pergi meninggalkan mereka.


Jika jingga adalah cinta


maka biru itu warna rindu


sajak terindah adalah dirimu


di awan biru ku pahat nama mu


Wahai bayu sampaikan padanya


rindu yang ku simpul indah untuknya


ku selipkan namanya


dalam sebaris doa


Dia yang menggenggam hati ku


bernaung direlung kalbu


dia yang terpahat indah


merajut asa bernama rindu


Kembalilah kasihku


Mari merajut asa bersamaku


Jangan biarkan kuncup rinduku menjadi layu


Wiway menghentikan langkahnya mendengar untaian puisi yang dibacakan oleh Ezza. Matanya berkaca-kaca dan kristal bening mulai mengumpul di sudut netranya.


"Ikan hiu naik kereta, kalau masih cinta yuk kita balikan saja!" seru Derry


"Ikan hiu naik perahu, Wiway I Love you!" ucap Ezza


"Coba ganti pantunnya jangan ikan hiu, bosen kali Wiway sama ikan hiu," ujar Susan


"Makan jagung enaknya sama Cogan, kalau kamu masih bingung kuy kita balikan," ujar Ezza


Melihat Wiway tak bergeming membuat Aby langsung bergegas menyusul gadis itu.


"Kalau kau tak mau kembali lagi dengannya tidak usah memaksakan dirimu," ujar pemuda itu menggandeng lengan Wiway.


"Sial, tikungan tajam oi," tukas Derry


"Biarkan saja bro, asal Wiway bahagia aku ikhlas melepaskan dia untuk Aby," ucap Ezza kemudian beranjak pergi.


"Tunggu Bro!" seru Derry menyusulnya


"Jangan patah semangat gitu dong my honey bunny sweaty," ucap Derry menghiburnya.


"Sans aja bro, mungkin dia lelah terus bersamaku. Dia lelah karena dia tidak pernah bahagia bersamaku," sahut Ezza


"Kan jadi galau teman gue," ucap Derry memeluknya


"Apaan sih," Ezza langsung melepaskan pelukannya dan menuju ke sepeda motornya.


"Jangan tinggalkan aku Ferguso, tunggu!" seru Derry langsung menyusulnya.


**********


"Maafkan aku Wi, bukan maksudku untuk memisahkan kamu dari Ezza, tapi...." belum selesai Aby berkata Wiway langsung membungkam mulutnya.


"Gak papa By, aku tahu kok kamu pasti tidak ingin melihat ku semakin terluka," sela Wiway


"Kenapa kau berkata seperti itu??"


"Seperti yang kau katakan sebelumnya, aku dan Ezza tidak akan pernah bersatu jadi untuk apa lagi aku berada di sisinya. Karena semakin aku terus bersamanya maka semakin aku tak bisa melupakannya begitupun sebaliknya. Aku ingin dia hidup bahagia, aku tidak mau dia terus berharap padaku dan tidak bisa membuka hatinya untuk wanita lain. Aku tak mau dia stuck hanya pada satu hati, jadi aku tidak boleh egois By. Aku harus membuatnya move on dan membuka hatinya untuk wanita lain. Aku ingin melihatnya hidup bahagia, aku tidak mau dia terus-menerus sedih karena mengkhawatirkan aku." sahut Wiway berkaca-kaca


"Kenapa kau memilih jalan yang rumit jika ada yang lebih mudah. Kenapa kau memilih menghindarinya sedangkan kalian bisa hidup bersama dan bahagia meskipun hanya sebentar saja. Berikanlah ia kenangan yang indah sebelum kau pergi meninggalkannya. Setidaknya itu yang bisa aku sarankan padamu. Walaupun aku sebenarnya benci melihat kalian bersama tapi aku juga tidak mau melihatmu gusar seperti ini. Aku juga ingin melihat kau hidup bahagia bersama lelaki yang kau cinta," sahut Aby menggenggam tangannya.


"Terimakasih By, tapi bagaimana dengan tubuhku yang terus melepuh seperti ini?"

__ADS_1


"Jangan khawatir aku akan membantu mengobatinya, itulah kenapa aku membawa mu pergi dari Ezza tadi. Aku tidak mau dia melihat luka di kakimu itu." sahut Aby


Lelaki itu kemudian membawa Wiway ke ruang kerjanya.


"Sekarang duduklah, aku akan mengobatinya agar lukanya cepat mengering dan segera sembuh," Aby segera membuka perban kaki Wiway dan mengobati lukanya.


"Kenapa tidak minta obat sama NYI Sumi saja, dia punya obat yang bisa langsung menutup lukanya," ujar Wiway.


"Apa kau mau menjadi zombie setelah memakai obat itu terus-menerus?" jawab Aby balik bertanya


"Apa maksudnya??" tanya Wiway sedikit bingung


"Kamu pasti tahu ada seorang lelaki yang terbaring seperti mayat hidup di sana?" ucap Aby


"Ki Parto??"


"Iya, dia adalah ayahku. Lelaki yang sudah membuat mu menjadi seperti ini. Untuk itulah aku ingin membantumu agar bisa kembali ke alam keabadian, agar ayahku juga bisa mati dengan tenang. Agar dia bisa terlepas dari penderitaannya selama ini. Kau boleh saja membenciku setelah tahu semuanya," ucap Aby menerawang


"Tentu saja aku tidak akan pernah membencimu Aby. Karena bagaimanapun juga kau tidak ada sangkut pautnya dengan kesalahan ayahmu itu. Kau adalah sahabat terbaik yang Tuhan kirimkan untukku, dan aku sangat bahagia bisa bertemu denganmu di kehidupan ini," sahut Wiway tersenyum menatapnya


" Terimakasih Wi, btw aku tidak mau kau seperti ayahku Wi, itulah kenapa aku membawamu keluar dari Neraka itu. Dan jangan pernah sekali-kali memakai darah ayam cemani lagi untuk mengobati lukamu karena itu justru akan semakin membuatmu semakin menderita seperti ayahku," imbuhnya.


"Terimakasih Aby karena sudah begitu peduli padaku, terimakasih juga untuk semua kebaikanmu padaku. Sampai kapanpun juga aku tidak akan pernah melupakan kebaikan mu dan akan selalu mengenang mu dalam sanubari ku yang terdalam," ucap Wiway kemudian memeluknya.


"Sekarang sudah selesai istirahatlah, aku akan membuatkan makan malam untuk mu," Aby segera meninggalkan Wiway dan menuju ke dapur.


Aby segera mengambil semua bahan makanan di kulkas dan dengan cekatan memotong-motong sayurannya.


Sesekali lelaki itu menengok jam dinding, " Semoga tidak terjadi apa-apa dengan Wiway," ucapnya lirih.


Wiway yang mencium wangi aroma masakan Aby segera bergegas menuju ke dapur.


"Wah harum banget, masak apa By?" tanyanya sembari mengendus-endus aroma masakan Aby.


"Masak cap cay sama ayam teriyaki," jawab Aby menyunggingkan senyumnya


"Wah pasti enak, dah gak sabar mau cobain masakan mu By," ucap Wiway dengan mimik manjanya


"Tunggu bentar lagi ya. Mending kamu bantu bawain semua masakan yang sudah matang ke meja makan,"


"Ok siap chef," sahut Wiway memberikan hormat padanya


"Dasar Wiway, selalu saja kocak,"


"Selamat makan!!" seru Wiway segera duduk di meja makan dan mengangkat kedua sendoknya


Aby tersenyum melihat gadis itu menikmati makanannya dengan lahap.


"Yummy, rasanya enak banget By, endol takendol kendol!" imbuhnya dengan mulutnya yang penuh dengan makanan.


"Kalau makan jangan sambil bicara, nanti keselek," sahut Aby menyendokkan ayam teriyaki ke piring Wiway.


"Makasih By, kamu tahu aja aku pecinta ayam," ucap Wiway tersenyum simpul padanya.


"Apa sih yang gak aku tahu tentang dirimu," sahut pemuda itu membuat Wiway tersipu


"Andai saja aku bertemu denganmu lebih dulu, pasti kita sudah menjadi sepasang kekasih ya By,"


"Belum tentu juga Wi, memangnya kau akan langsung jatuh cinta padaku saat pertama kali bertemu?. Tentu saja tidak karena Allah sudah menentukan siapa jodoh kita masing-masing. Jadi jangan membuatku kembali berharap padamu," sahut Aby


"Iya maaf ya By," jawab Wiway


"Cepat habiskan makananmu setelah itu istirahat,"


"Ok," jawab Wiway segera menghabiskan makanannya.


*Prang!!!


"Kenapa Wi," ujar lelaki itu terkejut ketika melihat Wiway menjatuhkan gelasnya.


"Tiba-tiba tubuhku lemas, dan rasanya panas," jawab Wiway


Aby segera menghampirinya dan memeriksa tubuh Wiway.


"Sial!" seru Aby ketika melihat tangan Wiway mulai melepuh.


Ia segera berlari meninggalkan Wiway dan kembali membawa paku bumi di tangannya.


"Sial, andai saja aku bisa mengakhiri penderitaan mu, aarrgghhh!!" ia mengurungkan niatnya untuk menusukkan paku bumi ke kepala Wiway saat melihat wanita itu kesakitan dan berguling-guling di lantai.


"Dasar brengsek, kenapa kau membawanya pergi jika hanya terus menerus menyakitinya!" seru Aby geram


"Tolong aku By, tolong...." ucap Wiway dengan suara parau


"Apa yang harus aku lakukan sekarang, jika aku memberikan darah ayam cemani seperti yang mereka lakukan sama saja aku membunuhmu perlahan-lahan dan menjadikan dirimu sebagai Iblis," Aby segera bergegaslah pergi meninggalkan Wiway.


"Arrgghhh!!!" seru Wiway menjambaki rambutnya


"Aku tidak menyangka kau menjauhiku karena ini Wi," ucap Ezza menghampiri gadis itu.


"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah meninggalkan dirimu apapun yang terjadi," ucap Ezza kemudian memeluknya erat.


Saat lelaki itu memeluknya tiba-tiba saja rasa sakit Wiway menghilang dan luka di tubuhnya menghilang. Ia kembali menjadi Wiway yang cantik dan ceria.


"Sudah ku bilang akulah pawang mu, jadi jangan coba-coba meningalkan aku," ujar Ezza tersenyum menatapnya.

__ADS_1


__ADS_2