Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter 109. Finally


__ADS_3

Kematian Ki Parto membuat Wiway ikut merasakan apa yang dirasakan lelaki itu.


Wiway menjerit histeris dan merasakan tubuhnya remuk setelah terkena ajian pelebur Sukma.


Wanita itu seakan kehilangan sukmanya setelah kematian Ki Parto.


"Tooolooooong!!"


Ia menjerit meminta tolong, namun tak ada seorangpun yang menolongnya.


Sementara itu Ezza yang tidak mendapati Wiway dirumahnya segera mencari wanita itu. Ia menghubungi semua teman-temannya untuk menanyakan keberadaan Wiway. Namun tak seorangpun mengetahui keberadaan Wiway.


"Dimana kamu Wi, jangan bilang kamu pergi meninggalkan aku lagi seperti dulu," ia mencoba menghubungi Aby namun lelaki itu tak menjawabnya.


Sial, aku yakin dia bersamanya.


Ezza segera menyalakan sepeda motornya dan meluncur meninggalkan rumahnya.


"Hanya satu orang yang belum menjawab pesanku dan satu tempat yang belum aku kunjungi," Ezza mempercepat laju sepeda motornya menuju klinik Aby.


Lelaki itu menghentikan motornya tepat di depan klinik itu. Ia mencoba mengetuk pintu klinik itu namun tak seorangpun membukakan pintu untuknya.


"Tolooong!!!"


Saat ia hendak meninggalkan klinik itu ia mendengar suara jerit kesakitan dari dalam klinik membuatnya mengurungkan niatnya untuk meninggalkan tempat itu.


"Tooolooooong!!"


Semakin lama jeritan itu semakin memilukan membuat lelaki itu penasaran siapa yang ada di dalam klinik.


Ia segera segera membalikkan badannya dan kembali mengetuk pintu klinik tersebut.


*Dor, dor, dor!!!


"Siapapun yang di dalam bukalah pintunya, aku pasti akan menolong mu!" seru Ezza

__ADS_1


"Tolooooong!!!!"


"Apa dia Wiway??" ucap Ezza melirik jam tangannya.


"Apa dia mengalami kesakitan seperti kemarin, apa dia sengaja bersembunyi di sini agar aku tak melihatnya seperti kemarin. Sial, Kenapa aku begitu bodoh!" Ezza segera mendobrak pintu klinik itu untuk memastikan siapa yang ada


*Braakkkk!!!


"Tolong....toloooong!" seru Wiway menggerak-gerakkan tangannya


"Wiway!!" seru Ezza segera meraih tubuh wanita itu dan memeluknya erat.


"Apa yang terjadi padamu sayang, siapa yang yang membuat mu seperti ini?"


"Jangan khawatir sayang, aku sudah datang. Setelah aku memelukmu, rasa sakit mu pasti akan hilang dan kau akan kembali menjadi Wiway yang cantik lagi," imbuhnya mencoba menguatkan Wiway


"Tolooong aku Za, aku sudah tidak kuat lagi," ucap Wiway parau


Ia kemudian melepaskannya pelukannya dan menatap lekat wajah istrinya.


Wiway kembali terkulai lemas ke lantai setelah Ezza melepaskan tangannya.


"Wiway!!" seru Ezza Langsung memapah tubuh wanita itu.


"Jangan bersedih sayang, aku akan selalu ada di samping mu dan menjagamu," ia mengusap air mata Wiway yang membasahi wajahnya.


"Apa kau akan terus membiarkan dia menderita seperti itu seumur hidupnya?" tanya Aby tiba-tiba menghampiri keduanya.


"Sekarang dia sudah kehilangan separuh sukmanya sehingga ia tidak bisa menjadi Wiway yang dulu lagi. Ia akan menjadi lemah dan terus kesakitan saat malam menjelang, karena sebagian tubuhnya sudah ia persembahkan untuk seseorang demi menyelamatkan nyawamu," terang Aby


"Hanya kau yang bisa mengakhiri penderitaannya," imbuh Aby membuat Ezza tersedu-sedu mendengarnya.


"Bagaimana caranya aku bisa membunuh orang yang aku cintai dengan tanganku sendiri, apa kau sanggup melakukannya?" tanya Ezza berkaca-kaca


"Kalau kamu menyayangi Wiway kau harus bisa melakukannya," sahut Aby

__ADS_1


Ezza menatap Wiway yang tersenyum menatapnya.


"Lakukanlah demi diriku Za," ucap wanita itu lirih


Lingga kemudian memberikan sebuah kotak kecil kepada Ezza.


"Pakai paku itu dan tusukkan di kepalanya," ucap Aby


Ezza segera membuka kotak itu dan mengambil paku emas dari dalamnya.


"Maafkan aku sayang," ucap Ezza kemudian menusukkan paku bumi itu ke kepala Wiway sembari memejamkan matanya.


"Arrrrrghhh!!" Darah segar menyembur keluar dari mulut Wiway.


Ezza langsung membuka matanya dan membersihkan darah di mulut Wiway.


"Aku akan tetap bersamamu sayang, aku akan menemanimu sampai akhir. Jadi jangan takut ada aku disini," tukas Ezza memeluknya erat


"Terimakasih Sayang, terima kasih atas semua kebahagiaan yang kau berikan padaku selama ini, I Love you, " ucap Wiway kemudian menghembuskan nafas terakhirnya.


"I Love you too, I Love you Wiwayku, !" saut Ezza kembali memeluk erat tubuh Wiway.


"Aaaaaaa!!" seru pemuda itu meluapkan kesedihannya.


Ia semakin gusar saat tubuh Wiway perlahan menghilang menjadi kepulan asap putih.


"Selamat jalan sayang, semoga kau bahagia di sana," ucap Ezza


Ia kemudian mengambil cincin Wiway yang tergeletak di lantai.


"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah melupakan dirimu, aku akan selalu mengenang mu dalam lubuk hati sanubari ku yang terdalam Wiwayku," ucapnya Kemudian memakai cincin itu di jari manisnya.


*The End.....


Terimakasih banyak buat para readers setia Call me wiway, yang sudah membaca cerita ini sampai akhir. Terimakasih juga yang sudah kasih like komen vote serta giftnya.

__ADS_1


Nantikan novel terbaruku yang lainnya ya. Love you all 😘😘😘.


__ADS_2