
"Aku masih tidak percaya jika Roy takut dengan Ezza karena Tante Neng, aku yakin ada hal lain yang membuatnya begitu takut hingga tak mau membully Ezza," Berlin menatap tajam kearah Wiway yang berjalan mesra bersama Ezza
"Apa mungkin Roy takut dengan Wiway, meskipun Wiway itu terlihat lemah tapi tatapannya sangat menakutkan. Aku harus mencari tahu sendiri tentang Wiway," Berlin segera berlari mengejar Wiway
"Apaan sih?" ucap Wiway ketika Berlin menarik lengannya.
"Aku tidak tahu siapa dirimu dan darimana asal mu, yang jelas setelah kedatangan mu dalam hidup Ezza kau sudah menjauhkan dia dariku dan aku tidak suka itu, karena Ezza itu milikku." jawab Berlin
"Sepertinya mulai sekarang kau harus mulai mengikhlaskan Ezza, karena sejak detik ini Ezza tidak akan pernah menyukaimu lagi untuk selamanya," ucap Wiway melepaskan tangannya
Karena geram dengan ancaman Wiway Berlin segera menjambak rambut gadis itu, "Dasar jal*ng beraninya kau merebut kekasihku," ujar gadis itu menamparnya.
*Plaaakkkk!!!
"Awwww!!" Berlin berteriak keras ketika merasakan tangannya kesakitan setelah menampar Wiway.
"Kau ini manusia atau monster sih!" serunya sembari memegangi telapak tangannya yang memerah.
Seketika wajah Wiway berubah menjadi menakutkan ditambah tatapan mata elangnya membuat Berlin ketakutan dan beringsut menjauhinya.
Wiway segera menarik kerah baju gadis itu, "Kali ini aku masih bisa memaafkan mu karena Ezza, tapi jangan harap aku akan mengampuni mu jika kau melakukan hal serupa terhadap ku. Jadi mulai sekarang jangan pernah ganggu aku dan Ezza lagi jika kau tidak ingin mati," ancam Wiway kemudian mengguncang dunia gadis itu.
"Oh, dia menakutkan sekali, " tukas Berlin berusaha menenangkan dirinya.
"Apa benar Roy takut dengan Wiway??" beribu pertanyaan mulai membuat Berlin pusing.
Gadis itu kemudian berlari mengejar Wiway.
"Halo By, ada apa?" tanya Wiway
"Cepat datang ke klinik aku butuh bantuan mu," jawab Aby
"Ok, tunggu bentar aku otw kesana," Wiway segera mempercepat langkahnya meninggalkan kampus. Karena terburu-buru membuat Wiway menyebrang jalan tanpa melihat kanan kiri.
Dari arah Kanan sebuah mobil terpaksa mengerem mendadak saat melihat Wiway tiba-tiba melintas di depannya.
"Awas Wi!" seru Berlin memperingatkannya.
*Ciiitt!!!
Seorang wanita seketika turun dari mobilnya untuk memastikan kondisi seseorang yang di tabrakannya.
Begitupun dengan Berlin yang langsung berlari menghampiri Wiway yang tersungkur di jalanan.
"Apa kau baik-baik saja nak?" tanya wanita itu membantu Wiway berdiri.
"Tidak apa-apa Tante, aku baik-baik saja kok." sahut Wiway
__ADS_1
"Syukurlah, aku kira kau kenapa-kenapa. Lain kali kau harus hati-hati saat menyeberang jalan."
"Baik Tante, maafkan saya karena terburu-buru,"
"Jika kau mengalami luka atau cidera patah tulang segera hubungi aku," ucap wanita itu memberikan kartu nama padanya.
"Makasih Tante, maaf saya permisi dulu," ucap Berlin berpamitan.
Sementara itu Berlin hanya menganga melihat kejadian itu.
"Mobilnya penyok parah Bu," ucap seorang lelaki menghampiri wanita itu.
"Benar, tapi bagaimana bisa gadis itu baik-baik saja sementara mobilku seperti ini. Jika ia benar-benar manusia normal pasti ia akan mengalami patah tulang karena benturan yang sangat keras atau setidaknya cedera,"
Berlin hampir saja pingsan mendengar keterangan wanita itu, beruntung Roy segera menangkapnya.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Roy
"Iya, aku baik-baik saja," sahut Berlin berjalan meninggalkannya.
Baru beberapa langkah ia berjalan tiba-tiba tubuhnya kembali oleng.
"Aku akan mengantarmu pulang," ucap Roy menggandeng lengan gadis itu.
"Tapi aku belum mau pulang," jawab Berlin
Lelaki itu segera membukakan pintu mobilnya, dan Berlinpun segera naik keatas mobilnya.
Roy segera melesatkan mobilnya meninggalkan halaman kampus.
"Bisa berhenti sebentar kak," ucap Berlin saat melihat Wiway di klinik Aby.
Roy segera menghentikan mobilnya dan Berlin kemudian turun dan mengamati gerak-gerik Wiway.
"Sebaiknya kau tidak perlu berurusan dengannya, walaupun aku tahu kau sakit hati karena Ezza berpaling darimu dan memilih wanita itu, lebih baik pulang dan istirahat saja," ujar Roy
"Tidak bisa kak, aku harus menjawab teka-teki tentang Wiway, aku penasaran siapa dia sebenarnya. Aku tidak bisa lagi membendung rasa penasaran ini setelah dua kali melihat kejadian aneh di depan mataku sendiri kak," sahut Berlin melepaskan lengan Roy yang menahannya.
"Jadi ini alasanmu menemui ku tempo hari?"
"Benar, dan jika Kaka memang peduli dengan keadaan ku maka beritahukan kebenarannya padaku sekarang!" desak Berlin
"Kalau begitu naiklah, aku akan menjelaskannya sembari mengantar mu pulang,"
Berlin segera menuruti perintah Roy dan keduanya segera meluncur meninggalkan taman kota.
"Aku harap kau tidak memberitahukan rahasia ini kepada siapapun, karena jika berita ini tersebar maka kita berdua dalam bahaya," ucap Roy memulai pembicaraannya.
__ADS_1
************
"Ibu dimana jimat yang diberikan oleh Mas Aby?" tanya gadis itu menghampiri Dewi yang masih mempersiapkan makan malam di dapur.
"Memangnya kenapa, bukankah kau tidak ingin memakainya jadi untuk apa menanyakannya?" tanya Dewi
"Aku mau pergi ke sebuah tempat yang angker jadi sepertinya aku perlu benda itu untuk berjaga-jaga," sahut Berlin
"Memangnya ada urusan apa sampai kau harus mendatangi tempat angker segala Be?"
"Ada penelitian mah, tapi mamah gak usah khawatir Be gak sendirian kok," jawab gadis itu membuat ibunya sedikit tenang.
Dewi segera mengambil jimat itu dan mengalungkannya di leher putrinya.
"Tetap saja kau harus hati-hati meskipun ada jimat ini yang akan melindungi mu," Dewi kemudian mengantar Berlin hingga halaman rumahnya.
"Hati-hati sayang, jangan ngebut!"
"Iya mah, aku pergi dulu dadah!!" Berlin Segera melesatkan mobilnya menuju rumah Ezza.
Setibanya di tempat itu, ia segera turun., dan menaburkan kembang telon dan beras kuning di depan pelataran rumah Ezza.
"Wiway adalah seorang Mahluk gaib, aku melihatnya sendiri saat ia berubah menyeramkan pada saat adzan Maghrib berkumandang,"
Kata-kata Roy tiba-tiba membuat Berlin merinding dan hampir pergi meninggalkan rumah Ezza karena takut.
Jika kau ingin mengundang mahluk gaib keluar dari tempat persembunyiannya, maka kau harus mebarkan beras kuning dan kembang telon di tempat yang dihuni mahluk itu. Pasti dia akan muncul dan memakan kembang telon itu. Kau tidak usah takut karena jimat dariku akan melindungi mu dari ancaman mahluk gaib itu.
Ucapan Aby tiba-tiba menjadi penyemangat bagi gadis itu untuk melanjutkan ritualnya.
Tidak lama berselang Wiway keluar dari rumah itu dan mengendus-endus mencari sesuatu.
Melihat Wiway keluar Berlin segera menyalakan ponselnya dan merekam apa yang dilakukan oleh Wiway.
Gadis itu hampir saja membuang ponselnya saat melihat Wiway berubah menjadi sosok menyeramkan seperti yang di cerita oleh Roy.
Wiway dengan lahap memakan semua kembang telon yang di sebar di halaman rumah itu.
"Ngapain kamu di sini Wi?" tanya Ezza menghampirinya
"Astage, kenapa kau berubah wujud seperti ini padahal sudah lewat waktu magrib," ujar Ezza penasaran
Wiway hanya tersenyum sembari menunjukkan kembang telon yang ada di tangannya.
"Bagaimana bisa ada banyak kembang dan beras Kuning di rumahku. Aku yakin ada seseorang yang sengaja ingin menjebak mu," ucap Ezza segera menarik Wiway dan memeluknya.
"Siapapun orangnya yang ingin mencelakai mu aku tak akan membiarkan dia menyakitimu,"
__ADS_1