
"Wah kenapa sepi sekali, apa pestanya sudah bubar?" tanya Derry ketika memasuki tempat resepsi pernikahan Wiway dan Aby.
"Maafkan aku Za, sepertinya aku terlambat," ucapnya sebelum pergi meninggalkannya tempat itu. Derry kemudian memasukkan kado dari Ezza kedalam tasnya dan melesatkan motornya meninggalkan tempat itu.
*Ciiit!!!
*Braakkkk!!!
Saat lelaki itu melalui persimpangan tiba-tiba ada sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabrak motornya hingga terhempas dari motornya dan tergeletak di jalanan.
Motor Derry begitupun dengan mobil yang menabraknya. Tidak lama kemudian polisi datang ke TKP dan membawa Derry ke rumah sakit.
Pagi itu, Ezza membuka matanya dengan senyum manis di wajahnya saat melihat Wiway masih terlelap dalam pelukannya.
Lelaki itu mengusap lembut wajah gadis itu dan menatapnya penuh cinta.
"Semoga kita akan terus seperti ini, agar aku tidak menyesal meskipun harus mati di usia muda," ucap Ezza kemudian mencium kening Wiway.
Merasa ada sesuatu yang menyentuhnya membuat Wiway terjaga dan mengerjapkan matanya. Ia tersenyum melihat Ezza ada di sampingnya dan langsung menyapanya.
"Pagi kesayangan," ucapnya lirih
"Pagi juga sayang," jawab Ezza sumringah.
"Bahagia sekali bisa melihat senyummu pagi ini," ucapnya tersipu-sipu.
*Dreet, dreet, dreeet!!
Ezza segera mengambil ponselnya yang terus bergetar, " Halo,"
"Halo Za, apa kamu sudah mulai mendaki?"
"Belum Bi, memangnya ada apa?" jawab Ezza
"Syukurlah, sepertinya kau harus hati-hati nak, aku takut sesuatu yang buruk menimpamu seperti yang menimpa Derry semalam," jawab Neneng membuat Ezza kaget.
"Apa yang terjadi dengan Derry Bi?" tanyanya penasaran
"Dia mengalami kecelakaan setelah pulang dari pesta pernikahan Aby dan Wiway. Motornya ditabrak mobil hingga hancur, aku belum tahu keadaannya bagaimana, makanya Bibib akan segera pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaannya," sahut Neneng.
Mendengar berita Derry mengalami kecelakaan membuat Rzza langsung bergegas mengemasi barang-barangnya dan berniat kembali ke Jakarta.
"Cepatlah berkrmas dan rapikan barang-barang mu. Aku tidak jadi mendali dan kita akan segera kembali ke Jakarta," ucap Ezza
"Memangnya ada apa Za?" tanya Wiway penasaran
"Apa ini karena aku yang meninggalkan Aby di hari pernikahannya, sehingga dia marah dan menyuruh mu segera kembali ke Jakarta?" tanyanya lagi
"Derry mengalami kecelakaan, dan aku harus segera datang menjenguknya agar tahu keadaannya. Karena ia mengalami kecelakaan saat ia menyampaikan amanah dariku untukmu. Jadi aku harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi dengannya," Ia segera keluar dari tenda dan melipat tendanya Membuat teman-temannya terkejut melihatnya.
__ADS_1
"Kamu mau kemana Za?" tanya salah seorang temannya.
"Maaf kawan sepertinya aku tidak bisa ikut mendaki bersama kalian karena Derry kecelakaan. Aku harus menjenguknya untuk memastikan kondisinya. Aku juga harus tetap ada di sampingnya untuk membantunya pulih. Jadi sekali lagi maaf, karena tidak bisa menemani kalian," jawabnya mantap
"Sans aja bro, semoga Derry baik-baik saja dan segera pulih seperti semula,"
"Thank guys, kalau gitu gue pamit ya. Sampai jumpa lagi di pendakian berikutnya," jawab Ezza kemudian meninggalkan mereka.
"Dadah," ucap Wiway melambaikan tangannya kearah mereka membuat para pemuda itu terkejut melihatnya.
"Bukankah kemarin tidak ada seorangpun wanita yang ikut dalam rombongan kita?"
"Benar, kenapa tiba-tiba ada wanita bersama Ezza, apa dia itu mahluk halus yang mengikuti Ezza?" tanya yang lainnya
"Entahlah,"
"Bisa jadi sih, apalagi Ezza kan sedang patah hati,"
"Ih ngeri!!"
Setibanya di Jakarta Ezza segera menuju rumah sakit tempat Derry di rawat.
"Pelan-pelan aja Za, jangan lari!" seru Wiway mengejar lelaki itu yang terus berlari meninggalkannya.
"Aku tidak bisa pelan-pelan Wi, aku benar-benar takut jika terjadi sesuatu yang buruk pada Derry," sahut Ezza
"Terserah kamu sajalah, aku akan mengikuti mu dari belakang," jawab Wiway.
Neneng segera menghampiri Ezza, " Syukurlah kau tidak apa-apa, Bibi takut sekali saat menerima kabar Derry kecelakaan sampai-sampai berpikir buruk juga tentang dirimu,"
" Alhamdulillah aku baik-baik saja karena Wiway datang menolong ku Bi, aku juga tidak tahu bagaimana nasibku jika ia tidak datang menolongku malam itu," sahut Ezza bersyukur.
"Oh benarkah, kalau begitu terimakasih Wi sudah menolong Ezza," ucap wanita itu menggenggam tangan Wiway
"Sama-sama Tan," jawab Wiway sumringah.
"Kalau boleh tahu siapa keluarga Mas Derry?" tanya seorang dokter keluar dari ruang perawatan.
"Saya dok!" seru Ezza dan Neneng bersamaan
"Baik, saya minta salah satu dari kalian ikut dengan saya untuk membicarakan tentang kondisi pasien," jawabnya kemudian berlalu pergi
"Biar saya saja yang menemuinya, kamu tungguin saja Derry. Ajak dia berbicara meskipun ia belum sadar, agar kondisinya cepat pulih," ucap Neneng
"Baik Bi," jawab Ezza kemudian segera masuk ke dalam ruang perawatan.
Ia segera menghampiri Derry Yang terbaring di brankarnya.
"Maafkan aku Der, gara-gara aku memintamu mengantar kado untuk Wiway kau jadi seperti ini. Aku janji akan selalu ada di sisimu sampai sembuh. Aku akan bertanggung jawab atas apa yang menimpamu. Jadi cepatlah sembuh," ujar Ezza
__ADS_1
"Emangnya kado apa yang akan kau berikan padaku?" tanya Wiway penasaran
"Sesuatu milikmu yang kau tinggalkan di rumahku. Karena waktu itu aku ingin melupakan semua kenangan maka aku berniat mengembalikan benda itu padamu." sahut Ezza
"Memangnya aku pernah meninggalkan apa di rumahmu?" tanya Wiway lagi
"Cinta dan hatimu eaaaa," jawab Ezza sambil tertawa
"Dih gombal, diajak serius malah bercanda," cibir Wiway
"Siapa yang gombal, emang kenyataan kamu meninggalkan cinta dan hatimu padaku hingga aku susah move on dari kamu, apa aku salah?" tanya Ezza membuat Wiway tersipu
"Uunncchh kamu bisa aja, jadi makin lope-lope," sahut Wiway memukulnya manja
"Ininih yang selalu membuat aku galon saat di tinggal kamu, sikap manja dan juga gombalan kamu yang selalu membuat aku merindukanmu," imbuhnya kemudian menarik Wiway hingga gadis itu jatuh keatas pangkuannya.
"Ehemmm!!"
Keduanya langsung terkejut ketika mendengar suara orang berdehem.
"Kaya ada suara tapi gak ada wujudnya?" tanya Ezza
"Hooh, bikin Suasana horor aja ya sayang," ucap Wiway pura-pura ketakutan dan membenamkan wajahnya di dada Ezza
"Ehem!!"
"Eh ada lagi, sepertinya ada yang gak suka lihat kita bermesraan di sini deh Wi," ucap Ezza melepaskan Wiway
"Tapi aku tidak melihat adanya mahluk astral di ruangan ini Za, justru yang aku lihat adalah seorang lelaki jones yang iri melihat kedekatan kita," sahut Wiway melirik kearah Derry
"Sue Lo Wi," umpat Derry membuat Wiway langsung tertawa mendengarnya.
Berbeda dengan Wiway yang sudah menyadari jika Derry sudah siuman, Ezza justru terkejut melihat Temannya tiba-tiba bangun dan mengumpatnya.
"Lo udah sadar Der?" tanyanya dengan wajah penuh pertanyaan
"Iyeh, gara-gara lo pada berisik, segala mesra-mesraan di depan gue kan sue," jawab Derry kesal
"Maaf ya Bro, aku gak sengaja. Kirain Lo masih belum sadar makannya aku seperti itu."
"Btw coba tebak ini berapa?" tanya Ezza menunjukkan jarinya
"Dua," jawab Derry
"Good,"
"Kalau ini berapa?" tangannya lagi
"Satu," jawab Derry lagi
__ADS_1
"Benar Der, dua dan satu artinya semoga kami berdua akan menjadi satu selamanya, eeaaa!" seru Ezza membuat Derry langsung menyungutkan wajahnya.
"Sue!"