Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter 100. Asal Mula 3


__ADS_3

#Cerita ini hanya fiktif belaka, nama tokoh, nama tempat, dan semua yang adegan serta ritual di dalam novel ini adalah murni hasil khayalan author semata. Jika ada kesamaan maka itu hanya kebetulan dan tidak di sengaja.#


Setelah pergumulan Sumi dengan Sang Iblis hidup wanita itu berubah deratstis. Kecantikan, kekayaan, kekuatan dah kehormatan berhasil ia dapatkan hingga wanita itu lama-lama menjadi angkuh dan sombong.


Hingga hari itu tiba, dimana Sumi akhirnya mengandung anak Sang Iblis. Wanita itu berusaha keras untuk menggugurkannya karena ia tahu betul jika ia hamil maka ia akan menyudahi kehidupan glamornya. Ia juga begitu takut ketika menyadari setiap wanita yang hamil dalam sekte Bumi Loh Jinawi akan menjadi Pengantin Iblis.


Ia terpaksa menyembunyikan kehamilannya dari ketua sekte, wanita itu sengaja meninggalkan desa itu untuk sementara waktu sampai ia melahirkan bayi yang di kandungnya.


Namun sepandai-pandainya menyimpan bangkai Akhirnya tercium juga.


Salah seorang anggota Sekte Bumi Loh Jinawi memergoki Sumi melahirkan bayi di luar kota. Ia kemudian melaporkan peristiwa itu kepada Guntur sang ketua sekte.


"Jadi selama ini ia pergi keluar kota untuk bersembunyi, dasar wanita licik dia tidak tahu tengah berurusan dengan siapa sekarang," ucap Guntur menyeringai


Ia kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi Sumi.


"Halo," ucap Sumi dengan suara bergetar


"Dimana kau sekarang sayang?" tanya lelaki itu lirih


"Aku masih di luar kota Guru," jawab Sumi dengan raut wajah ketakutan.


"Cepatlah kembali, aku harap kau bisa mengikuti ritual malam ini jika masih ingin hidup bahagia di dunia ini," pungkas Guntur kemudian menutup telponnya.


Seketika raut wajah Sumi langsung memucat mendengar titah sang ketua sekte.


Ia segera menggendong bayi mungil yang tertidur pulas di sampingnya.


"Aku harus bagaimana ini, aku tidak mau mati sekarang, aku masih mau hidup," ucapnya gusar.


Ia kemudian segera membereskan semua barang-barang pribadinya dan meninggalkan rumah sakit.


Sumi melesatkan mobilnya meninggalkan parkiran rumah sakit.


Wanita itu terus mempercepat laju kendaraannya sembari terus memperhatikan sebuah mobil yang selalu membuntutinya dari kaca spionnya.


"Sial, itu pasti orang-orang Bumi Loh Jinawi," wanita itu menginjak gas mobilnya melesat menembus keramaian lalu lintas siang itu.


"Halo Aki, apa kau bisa menolong ku sekarang!" ucap Sumi menghubungi Ki Parto


"Memangnya ada apa?" tanya Ki Parto


"Aku sedang dalam bahaya, aku hanya ingin menitipkan putraku padamu, jadi tolong temui aku di tempat biasa," ucap wanita itu mematikan ponselnya.


Ki Parto menghela nafas panjang.


Ia pasti sedang terjerat masalah dengan Sekte Bumi Loh Jinawi.


Lelaki itu segera memakai jaket kulitnya dan melajukan sepeda motornya meninggalkan pelataran rumahnya.


Sumi begitu ketakutan, wajahnya terlihat pucat dan keringat dingin membasahi keningnya.


Sesekali ia masih memegangi perutnya yang masih terasa sakit.


Suara dering gawai di dalam tasnya membuat Sumi langsung terhenyak dan segera mengangkat panggilan masuk itu.


"Halo Aki??" ucapnya sembari menyunggingkan senyumnya.


Ada gurat kebahagiaan saat ia tahu jika Ki Parto yang menghubungkannya.


"Kamu dimana?" tanya lelaki itu


"Aku bersembunyi di belakang pos jaga," jawab Sumi


"Ok, tunggu disana aku akan segera menemui mu." Parto segera berjalan menuju pos satpam yang tak jauh dari tempatnya berdiri.


Sumi segera memeluk erat lelaki itu saat ia menghampirinya.


"Kamu kenapa?" tanya Ki Parto begitu bingung saat Sumi tiba-tiba menangis tersedu-sedu di pelukannya.


"Tolong Aku Aki, aku menyesal tidak mendengarkan ucapan mu waktu itu. Sekarang aku tahu kenapa kau melarangku untuk ikut bergabung dalam sekte aliran sesat itu. Aku baru menyadari jika mereka sengaja menumbalkan setiap anggota mereka terutama para wanita yang mengandung anak Raja Iblis untuk dipersembahkan kepada Yang Mulia Agung. Dan yang paling aku benci adalah Kenapa mereka hanya mengorbankan para wanita untuk keabadian sang Ketua sekte dan para petinggi Aliran Sesat Bumi loh jinawi. Mereka begitu keji membunuh semua anggota wanita terutama mereka yang ketahuan mengandung anak Raja Iblis. Mereka bahkan membunuh bayi yang tak berdosa yang masih dalam kandungan ibunya. Bahkan setelah para wanita itu mati mereka tetap menyiksanya dengan menjadikannya sebagai Wewe Gombel dan menjadikannya sebagai persembahan untuk membuat anggota baru mendapatkan kecantikan. Sekarang aku akan menjadi pengantin Iblis selanjutnya, mereka akan membunuh aku dan juga bayiku. Aku tidak keberatan jika harus menjadi Pengantin Iblis dan memberikan nyawaku untuk Yang Mulia Agung. Tapi aku tidak bisa membiarkan putraku yang baru lahir ikut di jadikan sebagai tumbal. Bagaimanapun juga dia itu tidak ada sangkut pautnya dengan semua yang aku lakukan di Sekte Bumi Loh Jinawi. Dia masih suci dan aku ingin melihatnya tetap hidup itulah alasanku bersembunyi dari Sekte Bumi Loh Jinawi saat aku menyadari aku mengandung anak Iblis. Selama ini aku sudah berusaha menyembunyikannya namun mereka berhasil menemukan aku dan juga putraku. Dia dalam bahaya karena salah satu anggota Sekte berhasil mengetahui jika aku telah melahirkan putra dari Sang Iblis. Aku mohon pada-mu selamatkan bayiku, karena aku tidak mau dia ikut menanggung dosa yang telah aku perbuat bagaimanapun juga dia ada dia itu masih suci dan aku ingin dia tetap hidup. Hanya kamu orang yang bisa aku percaya dan bisa merawatnya dengan baik, jadi tolong jaga dia dan anggap dia sebagai putra kandungmu sendiri. Aku harus kembali ke desa itu untuk menjadi pengantin Iblis agar bayiku bisa selamat," terang Sumi

__ADS_1


Wanita itu kemudian memberikan bayi yang di gendongnya kepada Ki Parto.


Ia mencium kening bayi mungil itu sebelum pergi meninggalkannya.


"Selamat tinggal sayang, aku doakan semoga kau bisa hidup bahagia dan mendapatkan apapun yang kau inginkan. Doa ibu akan selalu menyertai mu, meskipun aku tidak akan pernah berada di sisimu,"


Suara tangisan bayi itu membuat Sumi segera berlari meninggalkan bayi mungil itu.


Ia segera melajukan mobilnya menuju desa terpencil dimana tempat Sekte Bumi Loh Jinawi bermukim.


Guntur sudah berdiri di depan rumahnya menyambut kedatangan Sumi.


Lelaki itu menyunggingkan senyumnya, membuat Sumi begitu ketakutan melihatnya.


"Kenapa tanganmu dingin sekali sayang," ucap lelaki itu menggenggam erat jemarinya.


"Apa kamu sakit?" imbuhnya


"Tidak, hanya saja aku kurang enak badan karena semalam begadang," jawab Sumi. kemudian merebahkan tubuhnya keatas sofa.


Guntur segera mengikutinya dan duduk di sampingnya.


Lelaki itu kemudian memijat lembut pundak wanita itu membuat Sumi merasa risih karena keduanya begitu dekat hingga ia bisa merasakan desah nafas lelaki itu.


"Kamu pasti capek kan setelah melakukan perjalanan jauh, sebagai calon pengantin Yang Mulia Agung kau sudah sepantasnya mendapatkan pelayanan spesial dari Ketua Sekte Bumi Loh Jinawi," bisik lelaki itu sengaja menyentuh daun telinga wanita itu dengan bibirnya.


Sontak saja Sumi merasa geli seolah ada aliran listrik yang menyengatnya.


Senyum Guntur seketika mengembang melihat reaksi wanita itu. Ia kemudian melanjutkan aksinya dengan menggerayangi tubuh wanita itu.


"Aku tahu kau sudah lama merindukan sentuhan ini, jadi hari ini aku akan memberikan kepuasan yang selama ini kau rindukan," ucap Guntur kemudian mencium bibir tipis Sumi.


Sumi tak bisa menolak permintaan sang Ketua Sekte, karena memang tidak dipungkiri jika dia juga merindukan sentuhan itu.


Keduanya kemudian memadu kasih dan saling melepaskan hasrat mereka diatas sofa ruang tamu.


Namun di tengah-tengah pergumulan mereka, Sumi begitu terkejut dengan permainan Guntur yang begitu mirip dengan permainan ranjang Sang Iblis.


Ia menatap lekat lelaki yang terbaring di pelukannya.


Apakah yang selama ini meniduri ku bukan Yang Mulia Agung, apakah selama ini yang menggauli aku dan wanita lainnya adalah Guntur sang ketua sekte.


Beribu pertanyaan mulai menganggu pikiran wanita itu


Saat suara adzan ashar bergema Guntur mulai membuka matanya. Ia segera mengenakan pakaiannya dan menghampiri Sumi.


"Jangan pernah memberitahukan siapapun tentang kejadian siang ini. Asal kau tahu aku melakukan semua ini karena aku benar-benar jatuh cinta padamu," ucap lelaki itu mengusap lembut wajah Sumi


"Hanya kau satu-satunya wanita yang selalu membuat ku mabuk kepayang dan ingin selalu menikmati tubuh indah mu. Jadi jaga rahasia ini sayang, jangan sampai ada satu orangpun pengikut sekte Bumi Loh Jinawi mengetahui hubungan terlarang kita, ok?" ucap Guntur


"Baik Guru, tentu saja menjaga nama baik Guru adalah tanggung jawabku. Asal kau tahu aku juga sudah menyukai mu dari awal kita bertemu," jawab Sumi sengaja menyandarkan tubuhnya ke dada bidang Guntur


Seolah tahu apa yang diinginkan lelaki itu Sumi langsung menggeliat manja dalam dekapannya.


"Anda tidak perlu khawatir, aku akan merahasiakan hubungan kita dan memastikan tidak ada seorangpun yang tahu. Biarlah aku akan mengubur rasa cintaku untukmu hingga aku mati," imbuhnya


"Kau benar-benar wanita yang menggemaskan Sumi, tidak salah aku memilihmu," ucap Guntur kembali mencumbui wanita itu.


Setalah selesai melampiaskan hasratnya, Guntur kemudian meninggalkan kediaman Sumi. Kesempatan itu segera di gunakan Sumi untuk menghubungi Ki Parto.


Wanita itu kemudian memberitahukan semuanya tentang Guntur dan apa yang ia sudah lakukan padanya.


"Jika kau memang seorang duku. sakti kau pasti tahu apa bedanya bayi Iblis dan bayi manusia biasa bukan, jadi tolong selidiki apakah bayiku itu anak Iblis atau anak manusia," desak Sumi meminta bantuan Ki Parto.


"Walaupun aku tahu dia bukan anak Iblis, lalu apa yang ingin kau lakukan dengan bayi malang ini?" tanya Parto


"Aku akan memberitahukan semua pengikut sekte Bumi Loh Jinawi bahwa selama ini mereka telah di tipu Ola Guntur. Aku akan memberitahukan semua rahasia Guntur dan kenapa ia membunuh semua wanita yang mengandung anak Sang Iblis. Aku yakin dia tidak ingin semua pengikutnya tahu jika ia adalah lelaki cabul yang membodohi semua anggotanya hanya untuk melampiaskan hasrat bejatnya itu. Ia juga sengaja menjadikan para wanita untuk dijadikan sebagai pengantin Iblis untuk menghilangkan rekam jejaknya. Aku akan melakukan Tes DNA dan membawa bayiku untuk membuka pikiran para penganut sekte itu,"


"Jangan gegabah Sumi, kau tidak tahu bukan jika para penganut Sekte sudah di cuci otaknya oleh Ketua Sekte sehingga mereka tidak akan pernah mendengarkan siapapun kecuali Guntur. Jadi meskipun kau menyampaikan semua kebenaran tentang ketua sekte bahkan menangis darah sekalipun mereka tidak akan pernah mempercayai ucapan mu. Justru kau akan berada dalam masalah karena mereka pasti akan membunuhmu karena dianggap mencemarkan nama baik Ketua Sekte mereka. Jadi jangan nekat,"


"Aku tidak peduli, toh aku diam saja pun aku akan tetap mati. Aku akan di jadikan sebagai tumbal Iblis laknat itu. Jadi untuk apalagi aku harus menahan diri," sahut Sumi

__ADS_1


"Lakukan itu jika kau ingin anakmu hidup, karena aku yakin mereka tidak akan membiarkan anakmu hidup jika kau membocorkan rahasianya ketua sekte mereka." jawab Parto


"Lalu apa yang harus aku lakukan Aku?" tanya Sumi.


"Lakukan saja apa yang mereka suruh, Jika kau ingin putramu tetap selamat." jawab Ki Parto


"Apa kau tidak mau menyelamatkan aku?" tanya wanita itu gusar


"Bukankah sudah aku peringatkan padamu sebelumnya, jika aki tidak akan pernah ikut campur apalagi membantu mu jika kau terlihat masalah dengan Sekte Bumi Loh Jinawi, jadi jangan berharap lebih dariku. Aku akan merawat dan membesarkan putramu seperti putraku sendiri. Semoga itu bisa membuatku lebih tenang dalam menghadapi eksekusi besok malam," sahut Ki Parto kemudian mematikan ponselnya.


"Dasar tidak peka, harusnya kau lebih peka sedikit terhadap diriku, setidaknya tanyanya dulu kabarku sebelum menasihati ku, "


Malam itu adalah malam terakhir untuk Sumi dimana besok pagi atau tepatnya setelah pukul 21.00 wib.


Malam itu terasa begitu dingin hingga membuat Sumi langsung meringkuk di bawah selimutnya.


Malam itu Sumi tidak bisa memejamkan matanya meskipun ia sudah begitu ngantuk.


Saat pukul kosong-kosong dini hari wanita itu merasakan ada hawa panas memasuki kamarnya.


*Dep!!!


Lampu kamarnya tiba-tiba padam, dan tirai kamarnya mulai bergerak-gerak tertiup angin kencangb yang tiba-tiba membuat jendela kamarnya terbuka.


Ia segera menutup jendela itu dan menguncinya. Ia kembali membaringkan tubuhnya diatas ranjang dan memakai selimutnya.


Sepertinya mati lampu,


Wanita itu mulai memejamkan matanya. Saat ia mulai terlelap tiba-tiba saja ia merasakan seseorang menyingkap selimutnya dan menggerayangi tubuhnya.


Ia bahkan mendapati kancing bajunya sudah terbuka. Ia menggeliat saat seseorang tengah meremas bukit kembarnya.


Suara desahannya membuat lelaki itu semakin bersemangat menjelajahi setiap lekuk tubuhnya. Sumi begitu penasaran dengan sosok yang menggaulinya kini. Ia teringat permainan panasnya tadi siang dengan Guntur sang ketua sekte.


Ia sengaja mendorong tubuh lelaki itu dan mengganti posisi mereka. Saat ia sudah berada diatas lelaki itu Sumi berusaha menggerakkan tangannya mencari sesuatu diatas nakas.


Senyumnya mengembang ketika ia akhirnya berhasil mendapatkan poselnya.


Ia kemudian menyalakan ponselnya dan mengarahkan cahaya kearah lelaki itu hingga ia langsung menutupi wajahnya.


"Guntur!" seru Sumi begitu terkejut melihat lelaki yang bersamanya buka Sang Iblis melainkan Guntur.


Ia kemudian melepaskan tendangan keras kearah kearah lelaki itu hingga ia terjungkal ke lantai. Sumi segera berlari meninggalkan kamarnya dengan hanya menutupi tubuhnya dengan seprei.


Guntur segera mengejar wanita itu, dan menyerahkannya kembali ke kamarnya.


"Dasar jal*Ng sialan beraninya, kau pikir bisa kabur dari tempat ini hah!" hardiknya kemudian menampar wajah Sumi hingga wanita itu jatuh tersungkur dan tak sadarkan diri.


Tidak lama kemudian Sumi terbangun, wanita itu begitu terkejut ketika mendapati dirinya berada di ruang persembahan dengan Kondisi sudah terikat diatas kursi.


"Sial, bajingan itu sengaja mempercepat hari persembahan," umpatnya sembari berusaha membuka ikatan tangannya.


Ya Tuhan, aku mohon kirimkanlah seseorang untuk menyelamatkan diriku, aku belum bisa mati sebelum mengungkapkan kejahatan lelaki bejat itu.


"Lima menit lagi Guru!" seru seorang Lelaki memberikan aba-aba kepada Ki Guntur untuk segera memulai ritualnya.


Lelaki itu kemudian berjalan menghampiri Sumi di kursi pesakitan.


"Seandainya saja kau tidak bertingkah tadi, aku pasti tidak akan membunuhmu seperti ini. Tapi karena kau begitu lancang padaku maka aku terpaksa harus menyingkirkan dirimu. Jadi bersiaplah untuk mati dan membusuk di Neraka sayang," bisik Guntur menyeringai.


*Deer, Dee!!


"Dia sudah datang," Guntur segera bergegas meninggalkan wanita itu begitupun dengan para anggota sekte lainnya.


"Tolooong!!" seru Sumi ketakutan


Wajahnya semakin memucat Ketika melihat sosok tinggi besar berjalan kearahnya.


To be continued.


Halo teman-teman, jangan lupa ya dukung author dengan cara kasih like, komen dan favoritkan novel ini. Lope-lope all sekebon duren sawit 😘😘😘.

__ADS_1


Salam sayang dari aku yang selalu merindukan komentar mu reader ku 😘😘.


__ADS_2